Upase diambil dari kata “ Opas “, yaitu Pengawal Raja atau penjaga istana dan juga sebagai pesuruh khusus. Dengan demikian Tari Upase adalah tari yang melambangkan tindakan pengawalan terhadap sang raja, baik dalam perjalanan maupun di dalam istana. Disetiap kegiatan upacara di istana, baik upacara kenegaraan dan upacara syukur, tarian upase selalu dimainkan untuk menghangatkan suasana. Pada perkembangan saat ini tari upase dipakai untuk menjemput dan mengiringi tamu pemerintahan atau pejabat – pejabat terhormat yang berkunjung ke daerah, seringkali dilakukan serangkaian dengan tari Gunde dan juga dimaikan pada upacara adat Tulude.
Dahulu kala Tari Salo memiliki keterkaitan yang sangat besar dengan suku Sangihe, namun dengan pengaruh perkembangan, maka tari Salo ini dipandang sebagai bukti ketangkasan dan keberanian. Tari Salo ini hanya dilakonkan oleh kaum laki – laki dan dapatdilakukan secara perseorangan atau berpasangan. Setiap penari harus memakai penutup kepala poporong dengan umbeng salo, atau topi yang terbuat dari sabut kelapa yang dihiasi dengan bulu ayam warna warni yang indah. Penari juga dilengkapi dengan pedang panjang yang dibuat dari besi atau kayu yang disebut “ bara “ dan perisai yang dibuat dari kayu dengan rumbai – rumbainnya, namun Tarian ini dapat juga dilakukan tanpa adanya perisai. Tari Salo ini dalam pelaksanaannya memerlukan lokasi yang agak luas, mengingat alat yang digunakan adalah pedang yang panjang. Tari Salo diiringi dengan tambur dalam irama/pukulan ganding, yaitu pukulan yang sangat cepat. Dalam gerakan tari ini setiap pelakon akan mengeluarkan semua kekuatannya untuk menggetark...
Inopatea Molobongo merupakan rangkaian proses pelaksanaan upacara pemakaman dengan tata upacara yang ada. Ketika masa pemerintahan kerajaan ada perbedaan system pemakaman antara masyarakat biasa dan keluarga kerajaan. Namun ketika perubahan system pemerintahan maka dengan lambat laun ada beberpa unsure sudah dipandang tidak relevan dengan kondisi sekarang, sehingga mengalami pergeseran dalam pelaksanaannya. Bagi Masyarakat Suku Bolango Upacara Kematian dikenal dengan istilah " Inopatea Molobongo ". Secara umum istilah ini mengartikan rangkaian proses upacara pemakaman mulai dari persiapan, yakni memasang janur, membuat bangsal, menyiapkan tempat duduk dan usungan. Selanjutnya masuk pada tahap upacaranya mulai memandikan mayat oleh petugas adat/agama yang disebut Paili. Kemudian mayat akan disembahyangkan di rumah duka yang selanjutnya di Mesjid. Setelah itu di bawa ke pemakaman untuk dimakamkan. Tempat pemakaman dibagi dua yakni kuburan umum yang disiapkan oleh pemerintah...
Garista adalah Rumah Adat Karo di Kota medan yang dikenal sebagai Siwaluh Jabu. Rumah adat ini dipindahkan dari lokasi asalnya di Tanah Karo. Rumah Adat Karo Garista menarik perhatian karena menjadi Rumah Adat Karo satu-satunya di Kota Medan. Asal-usul Rumah Adat Garista Berdasarkan keterangan dari Marde, pengurus Rumah Adat Karo Garista, Rumah Adat Karo Garista adalah Rumah Siwaluh Jabu pertama di Kota Medan. Siwaluh Jabu berasal dari bahasa Karo yang artinya rumah yang dihuni oleh delapan keluarga. Bangunan ini dipindahkan dari dari tanah Karo, lokasi asalnya. Awalnya rumah ini dibangun pada tahun 1893 di Tanah Karo, kemudian direkonstruksi di Medan pada tahun 2018-2019. Rumah Siwaluh Jabu di Garista dulunya milik seorang mantan tentara dan sudah lama tidak berpenghuni. Akibat lamanya tidak berpenghuni, rumah tersebut menjadi tidak terurus di tempat asalnya dan akhirnya dipindahkan ke Medan untuk dijadikan tempat wisata. Daya tarik Rumah Adat Karo Garista Keunikan Rumah Adat...