Konon, Adalah dua bersaudara bernama Bobi dan Nombi. Keduanya yatim-piatu dan tunawisma. Untuk menyambung hidup keduanya mengemis kesana ke mari. Ndoi, janda yang tinggal di Monikuru beriba hati lalu merawat kedua anak itu. Kedua anak laki dan perempuan itu dipelihara dan dimanjakan oleh Ndoi bagaikan anak kandungnya sendiri. Tibalah masa kemarau yang amat panjang. Oleh karena lamanya musim kemarau itu, banyak orang terancam kelaparan. Kemarau yang luar biasa itu dipertanyakan oleh masyarakat kepada Mosalaki sebagai ketua adat. Kemudian disimpulkan pula oleh masyarakat bahwa kemarau panjang yang mengancam itu akibat adanya kesalahan dan dosa warga masyarakat pula. Dosa perzinahan menjadi tumpuan kesalahan paling krusial yang berakibatkan kelaparan sebagian besar masyarakat karena kekeringan yang berkepanjangan itu. Setelah diusut - usut, masyarakat menduga bahwa Bobi dan Nombi-lah yang karena hidup secara liar itu telah melakukan perbuatan mesum (incest), padahal keduanya sekandung...
O NINA NOI O Nina Noi adalah salah satu daerah yang telah diakui secara resmi sebagai lagu yang berasal dari Nusa Tenggara Timur . Lagu ini secara garis besar dapat menggambarkan ciri khas dan juga adat istiadat penduduk setempat. Melalui lagu ini kamu setidaknya juga mampu memahami bahwa Indonesia memiliki beragam-ragam suku budaya dan bahasa yang sangat unik. Karena setiap daerah di Indonesia memiliki perbedaan baik itu dari segi watak masyarakatnya, cara hidup dan tentu saja budaya itu sendiri termasuk lagu yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini. Maka dari itu penting bagimu untuk mengerti syair dari lagu O Nina Noi. Lirik Lagu : O nina noi na nina noi O nina noi na nina noi Au a Au ana teto mese nina noi Uskol uskola bin esempe nina noi Uskol uskola bi esempe nina noi O nina noi na nina noi O nina noi na nina noi Au a Au ana teto mese nina noi Uskol uskola bin esempe nina noi Uskol uskola bi e...
cerita yang sangat unit dan menarik. Air Bama Merupakan sumber mata air utama untuk Kota larantuka. Pada zaman dahulu kala di Desa Onge kampung lama dari Desa Lewokluo ( sekarang ), tinggallah dua bersaudara. Yang pria bernama Bolok Jawa dan wanita bernama Sabu Peni.mereka berasal dari marga Leyn. Orang tua mereka sudah meninggal di kala keduanya telah berajak remaja. Keduanya hidup rukun dan damai. Bolok Jawa berladang dan menyadap lontar sedangkan Sabu Peni menenun dan mengurus rumah tangga selayaknya semua wanita di kala itu. Air minum merupakan masalah utama bagi Desa Onge maupun desa desa di sekitarnya. Hal ini sangat dirasakan apabila musim kemarau tiba. Penduduk mengeluh kekurangan air. Tidak jarang penduduk meninggal akibat kehausan. Apabila musim kemarau tiba kaum wanita beramai ramai memasuki hutan untuk menyadap embun pagi yang tergenang di dedaunan. Pekerjaan yang sangat berat dan membosankan selama enam bulan lamanya. Menjelang pagi buta mereka memasuki hutan membaw...
Adalah wajar bila mengoleksi perhiasan-perhiasan tradisional antik atau kuno kini telah menjadi bagian gaya hidup bergengsi bagi sebagian kalangan sosialita metropolitan. Apalagi saat ini perhiasan antik tradisional semakin langka, terutama perhiasan-perhiasan yang menjadi ikon atau mewakili adat etnik tertentu. Semakin langka dan unik perhiasan, semakin dicari orang. Salah satu perhiasan kuno dan tergolong perhiasan langka yang bentuknya unik adalah Mamuli. Perhiasan khas dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ini bentuk dasarnya menyerupai symbol omega, rahim atau kelamin perempuan, Kenapa desainnya begitu, ya? Konon, itu sebagai simbol untuk menghormati kedudukan perempuan. Mamuli dipercaya sebagai benda yang dianggap paling penting dalam adat Sumba. Mamuli yang terbuat dari emas pada zaman dahulu digunakan seperti anting-anting. Bahkan, masyarakat Sumba memiliki tradisi memanjangkan telinga dengan memakai Mamuli berukuran cukup besar yang ditarik ke bawah. Cara pemakaiann...
Lahirnya negara Indonesia tentu tak bisa dilepaskan dari kehidupan zaman megalithikum atau zaman batu tua. Ini tercermin dari peninggalan zaman megalithikum atau zaman batu tua yang masih tersimpan apik di desa adat Tololela, Bajawa, Nusa Tenggara Timur. Deretan rumah panggung begitu mendominasi desa ini. Terbuat dari kayu dan beratapkam alang-alang yang sudah mengering. Sementara, Peninggalan zaman batu terpusat pada area berbatuan yang disebut Batu Hulu. Batu hulu ini merupakan makam dari pendiri Desa adat Tololela. Di desa adat ini juga terpampang Ngadhu yang merupakan bangunan suci di tengah perkampungan. Bentuk Ngadhu serupa mirip dengan payung yang dipercaya sebagai simbol leluhur laki-laki. Ada pula, Bagha yang bentuknya menyerupai rumah dan diyakini sebagai perlambang leluhur perempuan.
“Muko Loto” Nama Makanan Khas Flores yang Unik Syahidhas.com Makanan dengan nama unik ini berasal dari daerah Nagekeo (nama daerahnya juga unik ya) yang ada di Pulau Flores. Muku Loto sudah ada dari zaman para leluhur yang biasanya disajikan pada saat pesta adat, namun saat ini juga disajikan saat pesta perkawinan dan komuni pertama. Cara membuatnya lumayan gampang, pertama adalah dengan mengupas kulit luar pisang muda tapi menyisakan kulit dalamnya yang berwarna hijau. Abis dikupas, pisang tersebut dipotong kecil-kecil, ya kira-kira 3 cm lah. Terus, batang pisangnya juga kamu potong kecil-kecil, sama halnya juga dengan daging yang akan dimasak bareng batang pisang dan pisang muda. Biasanya, daging yang dipakai adalah daging babi, tapi kalau kamu ingin yang halal, bisa juga menggunakan daging sapi atau kerbau. Terus semua bahan direbus sampai teksturnya lembut, mengental, dan warnanya berubah jadi keabu-abuan. Sumber : elrajab....
Kampung adat Ruteng Pu'u di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Kampung inilah yang disebut-sebut sebagai salah satu kampung adat tertua di wilayah Flores Barat. Di dalam area kampung adat Ruteng Pu'u ini terdapat 2 rumah Mbaru Gendang dengan atapnya yang terbuat dari ijuk. Ada pula, makam leluhur orang Manggarai yang diyakini sebagai penjaga kampung.
Leko Boko/ Bijol berasal dari Nusa Tenggara Timur. Alat musik ini terbuat dari Labu hutan sebagai tabung resonansi, bagian untuk merentangkan dawai menggunakan kayu. Dawai pada alat musik ini menggunakan usus kuskus dengan jumlah dawai sama dengan Heo, yaitu empat. Nama-nama dawai pada alat musik ini sama seperti yang ada pada alat musik Heo. Pada masyarakat Dawan alat musik ini berfungsi sebagai pengiring lagu pada saat pesta adat dan juga sebagai hiburan pribadi. Penggunaan alat musik ini selalu berpasangan dengan alat musik Heo pada saat pertunjukan, sehingga di mana ada Heo, di situ ada Leko. Dalam penggabungan ini, Leko berperan sebagai pemberi harmoni, sedangkan Heo berperan sebagai pembawa melodi atau kadang-kadang sebagai pengisi (Filter). Syair nyanyian pada masyarakat Dawan umumnya berupa improvisasi dengan menuturkan tentang kejadian-kejadian yang sedang terjadi (aktual) maupun yang telah terjadi pada masa lampau. Dalam pertunjukan nyanyian ini serin...
Senjata sejenis parang ini berasal dari pulau Sumba dengan variasi ukuran panjang 48, 50,5; 53 dan 58,5 Cm. Parang yang selalu di pinggang pria dewasa menjadi pemandangan luas di Sumba yang kini merupakan wilayah empat kabupaten, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Pemandangan seperti itu dijumpai mulai dari pedesaan hingga kota. Membawa parang belum tentu berhubungan dengan kebutuhan kerja. Kelengkapan busana adat Sumba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Jawa. Kalau di Jawa busana adatnya dengan keris yang diselipkan di pinggang bagian belakang. Sementara di Sumba, busana adatnya dengan parang yang diselipkan di pinggang bagian samping. Di Sumba, fungsi parang bisa diketahui melalui gagangnya. Kalau gagangnya dari kayu, hampir dipastikan sebagai parang kerja. Jika parangnya bergagang tanduk hewan, apalagi dari gading, dipastikan sebagai aksesori atau pelengkap busana adat pria Sumba. Di lingkungan orang Sumba, kelompok parang terakhir i...