TEMBANG-TEMBANG MERDU, RIBUAN BAIT SYAIR LAHIR DARI KESENIAN DIDONG Pada ujung utara rangkaian Bukit Barisan di Pulau Sumatera, terletak dataran tinggi Gayo yang merupakan tempat orang Gayo bermukim. Di tempat ini mereka terbagi dalam beberapa kelompok yang disebut dengan orang Gayo Lut, orang Gayo Deret, orang Gayo Lues dan sebagainya. Dari orang Gayo ini muncul kesenian yang dikenal dengan nama kesenian saman. Salah satu kesenian rakyat lainnya adalah Didong, suatu bentuk kesenian yang luwes menyesuaikan diri dengan jaman dan lingkungan. Sejak kapan kesenian Didong ini dikenal, hingga kini belum diketahui dengan pasti, demikian pula arti kata Didong yang sesungguhnya. Ada orang yang berpendapat bahwa kata "didong" mendekati pengertian kata "dendang" yang artinya" nyanyian sambil bekerja atau untuk menghibur hati atau bersama-sama dengan bunyi-bunyian". Dalam bahasa Gayo dikenal dengan kata "denang" atau "donang" yang artinya mirip dengan hal tersebut. Menurut...
Kupiah meukeutop adalah topi tradisional khas Aceh. Meukeutop digunakan sebagai salah satu perlengkapan pakaian adat kaum pria. Dipakai ketika upacara adat maupun peringatan seremonial tertentu. Kupiah meukeutop terbuat dari kain berwarna dasar merah dan kuning. Kain dirajut jadi satu, berbentuk lingkaran. Pinggiran bawah kupiah, terdapat motif anyaman dikombinasikan warna hitam, hijau, merah dan kuning. Anyaman serupa terdapat di bagian tengah, yang dibatasi lingkaran kain hijau di atasnya dan kain hitam di bawah. Motif merah bermakna kepahlawanan, kuning yang bermakna kerajaan, hijau yang bermakna agama, warna hitam bermakna ketegasan dan warna putih bermakna kesucian.
Masyarakat Aceh terkenal sebagai masyarakat yang mempunyai hobi minum kopi. Kita dapat menjumpai warung kopi di setiap sudut kampung maupun di warung-warung kopi di kota dengan gaya modern. Hobi minum kopi yang telah menjadi kebiasaan ini didukung oleh kondisi Aceh sebagai daerah penghasil kopi. Salah satu bubuk kopi yang cukup terkenal yaitu kopi Uleekareng. Keunggulan kopi ini ialah cita rasa khas Aceh yang ditawarkannya. Kopi ini bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Komitmen mempertahankan cita rasa alami 100% kopi asli, diwujudkan dengan cara pengolahan secara modern tanpa mengesampingkan pola tradisional bubuk kopi Ulee Kareng yang dikemas dalam berbagai kemasan sering dijadikan sebagai souvenir selain sebagai kebutuhan rumah tangga, hotel, restoran dan warung kopi.
lepat adalah makanan khas gayo yang terbuat dari berbagai macam bahan dasar ada yang terbuat dari tepung ketan (pulut), labu tanah (petukel Gayo) dan ada yang berbahan dari singkong (gadung Gayo). L epat hampir sama dengan timpan Aceh sama-sama dibungkus dengan mengunakan daun pisang. Yang membedakannya ukuran lepat lebih besar dari timpan Aceh, daun pisang yang digunakan tidak harus daun mudanya serta inti atau dalaman lepat berisi kelapa yang diparut yang terlebih dahulu dimasak dengan menggunakan gula aren atau gula pasir biasa.B iasanya pada hari-hari besar masyarakat Gayo lebih sering membuat lepat dari tepung ketan daripada lepat lainnya. Cara membuat lepat dar i tepung ketan yaitu tepung terlebih dahulu diaduk air gula aren yang telah dimasak dan kebiasaan orang dulunya tepung ketan itu di aduk menggunakan manesen (air aren yang diambil dan langsung dimasak), sehingga nantinya hasil adukan tepung ketannya akan berwarna coklat. lepat hampir sama dengan timpa...
Masyarakat suku alas dari Aceh Tenggara memiliki prosesi khitanan yang unik bagi anak lelaki.Tradisi yang dibiasa disebut pemamanan ini sudah turun temurun puluhan tahun dilakukan. Pemamanan terkenal dengan acara arak-arakan menaiki kuda. Biasanya anak lelaki yang akan disunat di peusijuk atau dalam bahasa Melayu sering disebut tepung tawar lebih dulu.Tradisi ini ada yang melakukan selama tujuh hari tujum malam ada juga yang melakukannya empat hari empat malam.Tergantung kemampuan dari pihak keluarga.Dan jika pemamanan dilakukan dengan mewah, pihak keluarga memotong satu atau dua ekor lembu/kerbau. Seperti layaknya sebuah pesta perkawinan,hari pertama, kedua, hingga hari keenam, dirumah yang mengadakan hajatan ramai dikunjungi sanak saudara mereka dari pihak ayah dan ibu, serta masyarakat kampung. Biasanya makanan yang disajikan untuk paraundangan dimasak secara gotong royong. Pada hari ketujuh atau terakhir pemananan , prosesi arak-arakan kuda yang membawa “pengantin&rdq...
Canang adalah alat musik tradisional yang sering dijumpaidi kelompok masyarakat Aceh, Alas, Tamiang, dan Gayo. Alat ini dimainkan dengan cara dipukul.
Banyak yang mengenal bahwa tari saman berasal dari Aceh. Memang benar, hanya saja tarian ini berasal dari suku Gayo yang pada dasarnya merupakan bagian dari penduduk Aceh. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tari saman didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Dalam tari saman, musik pengiringnya adalah musik internal (berasal dari tubuh) biasanya berupa tepukan atau pukulan dada, petikan, maupun nyanyian berisi syair dalam bahasa Gayo. Gerak dalam tari saman didominasi dengan gerakan tangan. Tarian ini ditampilkan oleh pria-pria dengan menggunakan baju adat. Kini tari saman telah ditetapkan UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan nusantara.
Banyak yang mengenal bahwa tari saman berasal dari Aceh. Memang benar, hanya saja tarian ini berasal dari suku Gayo yang pada dasarnya merupakan bagian dari penduduk Aceh. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tari saman didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Dalam tari saman, musik pengiringnya adalah musik internal (berasal dari tubuh) biasanya berupa tepukan atau pukulan dada, petikan, maupun nyanyian berisi syair dalam bahasa Gayo. Gerak dalam tari saman didominasi dengan gerakan tangan. Tarian ini ditampilkan oleh pria-pria dengan menggunakan baju adat. Kini tari saman telah ditetapkan UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan nusantara.
Banyak yang mengenal bahwa tari saman berasal dari Aceh. Memang benar, hanya saja tarian ini berasal dari suku Gayo yang pada dasarnya merupakan bagian dari penduduk Aceh. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tari saman didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Dalam tari saman, musik pengiringnya adalah musik internal (berasal dari tubuh) biasanya berupa tepukan atau pukulan dada, petikan, maupun nyanyian berisi syair dalam bahasa Gayo. Gerak dalam tari saman didominasi dengan gerakan tangan. Tarian ini ditampilkan oleh pria-pria dengan menggunakan baju adat. Pada zaman dulu tarian ini dipertunjukkan untuk memperingati peristiwa-peristiwa besar, namun kini tari saman juga ditampilkan pada acara-acara resmi bahkan festival seni. Kini tari saman telah ditetapkan UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan nusantara.