Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara Sebelum memasuki museum yang terletak di pusat kota Gunungsitoli ini, pengunjung harus membayar tiket masuk dengan tarif Rp 2.500 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Tarif ini sudah termasuk parkir kendaraan yang ada di dalam museum. Dibangun oleh Yayasan Pusaka Nias pada 1995, museum yang berdiri di atas tanah seluas dua hektar tersebut menyimpan 6.000 lebih benda-benda bersejarah suku Nias, mulai dari perhiasan, alat rumah tangga, alat musik tradisional, dan patung-patung. Ada pula replika rumah adat dan kerajinan tangan khas Nias seperti bola nafo (tepak sirih) dengan berbagai motif. Di sini disimpan pula bola nafo ukuran raksasa, 3 meter x 3 meter yang tercatat dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai tepak sirih terbesar di Indonesia. Untuk mengetahui sejarah, makna, dan fungsi setiap benda yang dipamerkan, pengunjung dapat membaca tulisan yang terletak di sisi benda tersebut, tersedia...
Tari Fataele Tari Fataele adalah tarian adat Sumatera Utara lebih tepatnya dari Nias. Ini merupakan tari perang dan menjadi tradisi khas Nias yang sangat berhubungan dengan tradisi hombo batu yakni tradisi lompat batu yang keduanya lahir secara bersamaan. Tari ini menjadi salah satu jenis tarian yang terkenal di Sumatera Utara khususnya Nias. Dalam pertunjukan, tarian Sumatera Utara ini, penari akan membawa gari atau pedang, baluse atau tameng dan juga toho atau tombak sebagai properti ketika menari. Tameng yang digunakan biasanya terbuat dari kayu berbentuk menyerupai daun pisang pada tangan kiri. Sedangkan pedang atau tombak akan dipegang pada tangan kanan. Kedua senjata ini juga menjadi senjata utama yang digunakan ksatria Nias ketika berperang. https://budayalokal.id/tarian-sumatera-utara/
Tari Tor Tor Tarian Sumatera Utara berikutnya bernama tari tor tor yang menjadi bagian dari kebudayaan Batak.Pada awalnya, tarian ini hanya dikenal oleh suku Batak seperti daerah sekitar Tapanuli Utara, Samosir, Humbang Hasundutan dan juga Toba Samosir. Tari ini memiliki keunikan sekaligus nilai filosofi yang tinggi dan sudah terkenal hingga ke mancanegara. Tarian daerah Sumatera Utara ini diperkirakan sudah ada sejak zaman Batak purba dimana ketika itu tarian digunakan sebagai tari persembahan untuk roh nenek moyang. Properti seperti patung dari batu menjadi ciri khas dari pertunjukan tari tor tor di masa itu. Patung batu tersebut juga bisa bergerak dan ikut menari selaras dengan bunyi tetabuhan sesudah roh nenek moyang tersebut masuk dalam patung batu tersebut. Namun untuk saat ini, tari tor tor tidak lagi menjadi sarana ritual keagamaan namun dijadikan sebagai sarana hiburan dan media komunikasi sesama warga. Tari tor tor sendiri dibagi menjadi tiga fungsi yakni tor...
Tari Tandok Tari Tandok adalah tarian dari Sumatera Utara yang erat kaitannya dengan budaya tanam masyarakat Batak. Tarian ini mengisahkan tentang kegiatan panen beras memakai tandok yang dikerjakan para ibu di ladang. Tarian Sumatera Utara ini juga memiliki arti akan nilai kekeluargaan antar sesama masyarakat. Tarian ini biasanya dilakukan para wanita yang memakai pakaian tradisional Batak dengan dominasi warna hitam dan merah. Sementara properti yang dipakai adalah tandok, ulos dan juga kain sarung yang biasanya dilakukan empat orang penari akan tetapi juga bisa dilakukan lebih dari empat orang asalkan jumlahnya gena Sementara untuk musik yang digunakan adalah musik Gondang yakni alat musik ansambel yang memiliki tangga nada beragam. Jika pada gamelan Bali dan Jawa variasi musik dihasilkan dari kehandalan pemain Salendro, dalam Gondang akan tergantung dari pemain Sarune dan Taganing. https://budayalokal.id/tarian-sumatera-utara/
Tari Serampang Dua Belas Tari serampang dua belas merupakan tari tradisional Sumatera Utara lebih tepatnya Serdang Bedagai. Tarian ini masuk dalam jenis tari pergaulan yang akan dilakukan beberapa penari pria serta wanita secara berpasang pasangan. Selain memperlihatkan seni, tari ini juga sarat akan makna serta nilai kehidupan. Tarian Sumatera Utara ini sebenarnya merupakan tarian pertunjukan yang bisa ditampilkan di segala kesempatan baik hiburan, adat atau budaya. Secara garis besar, tari serampang dua belas ini menceritakan tentang tahap percintaan sepasang kekasih dari awal pertemuan hingga pelaminan. Tentunya, dalam tarian ini juga memberikan makna serta pesan khusus yang akan disampaikan khususnya bagi yang sedang mencari pasangan hidup. https://budayalokal.id/tarian-sumatera-utara/
Tari Rondang Bulan Tari rondang bulan merupakan tari daerah Sumatera Utara yakni Tapanuli Selatan. Tari ini mengisahkan tentang kegembiraan gadis Mandailing yang akan terlihat dari ekspresi para penari. Tari rondang bulan memang umumnya akan dibawakan dengan riang di bawah sinar bulan purnama dimana rondang bulan dalam bahasa Tapanuli Selatan memang memiliki arti terang bulan. Tarian Sumatera Utara ini menampilkan gerakan yang lincah dan riang dengan ekspresi penuh senyum dari para penari ketika di atas panggung. Para penari nantinya akan berlenggak lenggok sambil sesekali juga membentuk lingkaran sekaligus menjentikan jari mereka dan sesekali bertepuk tangan. https://budayalokal.id/tarian-sumatera-utara/
Tari Piso Surit Tari piso surit merupakan tarian tradisional Sumatera Utara suku Batak Karo yang menjadi tarian selamat datang. Tarian ini biasanya dibawakan sekelompok penari pria dan wanita dimana nama tarian diambil dari kata peso surit yang berarti burung yang senang bernyanyi. Dalam tarian Sumatera Utara ini menceritakan tentang seekor burung piso surit yang sedang berceloteh seperti sedang memanggil manggil. https://budayalokal.id/tarian-sumatera-utara/
Tari Moyo Tari daerah Sumatera Utara bernama tari moyo juga sering disebut dengan tari elang sebab gerakan tari yang terlihat seperti burung elang saat terbang. Tarian ini umumnya akan dibawakan oleh wanita yang asal usulnya sendiri masih belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi dari beberapa sumber, tarian Sumatera Utara ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan dikatakan hanya dipertunjukkan untuk kaum bangsawan pada masanya. Akan tetapi dengan perkembangan zaman, tari moyo ini mulai dikenal masyarakat bawah dan dipelajari banyak gadis hingga saat ini terus dilestarikan untuk acara adat, hiburan atau acara budaya. https://budayalokal.id/tarian-sumatera-utara/
Tari Maena Tari maena menjadi tarian khas Sumatera Utara selanjutnya yakni tarian rakyat yang akan diperagakan secara massal atau bersama sama. Dari sejarah, tari maena ini menjadi tari tradisional masyarakat suku Nias yang sudah ada sejak dulu dan diwariskan secara turun temurun hingga sekarang. Tarian Sumatera Utara ini sejak dulu sering dijadikan seremonial adat masyarakat suku Nias sekaligus juga sebagai tarian hiburan. Untuk masyarakat Nias, tari ini memiliki makna khusus seperti kebersamaan dan persatuan. Ini bisa terlihat dari cara para penari melakukan gerakan dengan rasa suka cita. Semakin banyak orang yang ikut menari, maka suasana juga semakin semarak sekaligus hangat. https://budaya-indonesia.org/q/