bali
2.207 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dharma Laksana
Ritual Ritual
Bali

Di dalam filsafat Hindu terdapat sepuluh kebajikan, yang dikenal dengan “ Dharma Laksana “, yang terdapat di dalam kitab “ Manu Smrti ” yaitu sebagai berikut: Akrodha  (tidak marah),  Asteya   (tidak mencuri),  Atma Vinigraha  (pengendalian pikiran),  Dama  (pengendalian diri atau pengendalian indera),  Dhi  (kemurnian pikiran),  Dhrti  (ketetapan dan  persistence ),  Ksama  (pengampunan atau kesabaran),  Satya  (kebenaran). Sumber: http://bali.panduanwisata.id/pura-hindu-bali/mengaplikasikan-etika-ajaran-hindu/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Gereja Palasari
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Gereja Palasari didirikan untuk menjadi tempat ibadah umat Kristiani yang tinggal atau datang ke Bali. Namanya Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau lebih dikenal dengan sebutan yang pendek saja: Gereja Palasari. Gereja ini memiliki beberapa keunikan, terutama dari segi arsitektur bangunan dan usianya yang sudah puluhan tahun. Makanya tak mengherankan tak hanya wisatawan lokal saja yang dayang kesini, namun juga wisatawan asing juga banyak yang berkunjung kesini.   Kesejarahan       Gereja Palasari berada sejak tahun 1940-an, yang mana seorang bernama Pater Simon Buis membuka sebuah hutan Pala yang kemudian diberinama dengan Palasari (sekarang disebut dengan Palasari Lama). Disinilah Pater Simon membangun sebuah desa yang memiliki Mode Dorf yang desa berbudaya Bali namun tetap bernuansa Katholik yang kental.   Lantas, pada tahun 1955, sebuah bukit di kawasan ini diratakan dan dibangunlah sebuah gereja yang kokoh, yang memiliki a...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Dasar Gel Gel
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Salah satu dari peninggalan kebudayaan Hindu Bali itu ialah Pura Dasar Gel Gel  yang menjadi salah satu peninggalan Klungkung di masa lalu.   Pura ini didirikan dengan maksud untuk menghormati Empu Ghana, yakni seorang suci yang dianggap paling berjasa dalam perkembangan agama Hindu di Bali. Pura ini memiliki konsep Kaula Gusti Manunggal yakni sebagai pemersatu umat Hindu di Bali, disamping juga pura ini merupakan Pura Dang Kahyangan Jagat. Masuk ke dalam pura akan membawa kita pada intimitas relijiusitas yang begitu mendalam karena terdapatnya tempat utama untuk melakukan pemujaan terhadap Sanghyang Widhi Wasa.   Sebagaimana kelaziman keberadaan pura di Bali, Pura gel Gel juga memiliki tiga mandala yakni Nista Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala. Kerangkeng pohon beringin besar tumbuh di bagian Nista Mandala, yang mana pohon beringin ini menjadi saksi bisu perjalanan pura dari waktu ke waktu. Demikian juga di bagian Madya Mandala terdapata Peling...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Dang Kahyangan Jagat
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Dang Kahyangan adalah sebuah tempat suci yang dibangun atas dasar penghormatan kepada Sang Maharsi yang dikelompokkan berdasarkan sejarah yang notabene sebagai tempat pemujaan dimasa kerajaan di Bali, dimasukkan ke dalam kelompok Pura Dang Kahyangan Jagat ini.    Keberadaan Pura Dang Kahyangan tidak bisa dilepaskan dari ajaran Rsi Rna (salah satu bagian dari ajaran Tri Rna).   Pura atau Ashram dibangun pada tempat di mana Maharsi melakukan yoga semadi. Itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Maharsi, Seperti Pura Silayukti di Karangasem. Silayukti diyakini sebagai tempat moksa Mpu Kuturan.    Sumber: http://sejarahharirayahindu.blogspot.co.id/2012/04/pura-dang-kahyangan.html

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Purancak
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Purancak di daerah Jembrana. Pura ini berkaitan dengan Dang Hyang Dwijendra, tatkala beliau pertama kali menginjakkan kaki di tepi pantai Barat pulau Bali. Upacara piodalan jatuh pada hari Rabu, Umanis, Medangsia.     Sumber: http://dharmopadesa.org/blog/artikel/pura-pura-dang-kayangan.html

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Prapat Agung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Prapat Agung di daerah Jembrana, sebagai asal permandian Bhatara Sakti Dwijendra. Di tempat ini awal dan Dang Hyang Nirartha mempelajari dan menyelami peradaban masyarakat Bali.     Sumber: http://dharmopadesa.org/blog/artikel/pura-pura-dang-kayangan.html

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Bias Tugel
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Bias Tugel dan Pura Dharma di Nusa Dua. Pura Bias Tugel yang berdiri di Pinggir Pantai, di atas onggokan tebing batu karang, keberadaannya sudah diketahui sejak Dang Hyang Nirartha menyelesaikan karangan yang berjudul Anyang Nirartha (kakawin) di tempat ini. Sekarang pura ini dipelihara oleh pihak penglola Hotel Nusa Dua, disembahyangi warga desa setempat dan oleh umat Hindu lainnya, terutama pada hari-hari besar keagaman. Sedangkan Pura Dharma keberadaannya dikaitkan dengan kedatangan Dang Hyang Nirartha di tempat itu untuk memuliakan ajaran beliau yang berpersepsi tinggi dan berpemahaman mendalam, dalam memuliakan Tuhan Yang Tunggal itu. Tuhan/Widhi/Siwa yang tiadalah dapat dibagi-bagi, hanya umat manusia dengan berbagai keyakinan dan pengalaman rohaninya menyebut dengan beragam sebutan dan dengan beraneka cara untuk mencarinya.   Tidaklah ganjil manakala penekun spiritual di Pura Dharma memuja setiap bangunan suci yang ada dengan simbol-simbol suci berb...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Dharma
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Bias Tugel dan Pura Dharma di Nusa Dua. Pura Bias Tugel yang berdiri di Pinggir Pantai, di atas onggokan tebing batu karang, keberadaannya sudah diketahui sejak Dang Hyang Nirartha menyelesaikan karangan yang berjudul Anyang Nirartha (kakawin) di tempat ini. Sekarang pura ini dipelihara oleh pihak penglola Hotel Nusa Dua, disembahyangi warga desa setempat dan oleh umat Hindu lainnya, terutama pada hari-hari besar keagaman. Sedangkan Pura Dharma keberadaannya dikaitkan dengan kedatangan Dang Hyang Nirartha di tempat itu untuk memuliakan ajaran beliau yang berpersepsi tinggi dan berpemahaman mendalam, dalam memuliakan Tuhan Yang Tunggal itu. Tuhan/Widhi/Siwa yang tiadalah dapat dibagi-bagi, hanya umat manusia dengan berbagai keyakinan dan pengalaman rohaninya menyebut dengan beragam sebutan dan dengan beraneka cara untuk mencarinya.    Tidaklah ganjil manakala penekun spiritual di Pura Dharma memuja setiap bangunan suci yang ada dengan simbol-simbol suci...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Pura Puncak Penulisan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Pura Puncak Penulisan keberadaannya diatas bukit dengan ketinggian 1.745 meter diatas permukaan laut (dpl). Pura ini sering juga disebut dengan Pura Tegeh ata Pura Pamojan. Fungisnya ialah sebagai tempat untuk melakukan pemujaan terhadap Dewa Siwa yang merupakan manifestasi dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Didalamnya banyak terdapat benda-benda peninggalan masa Megalitikum sampai dengan masuknya peradaban Hindu ke Bali.   Pura ini memiliki nilai historis yang tinggi dan beberapa keunikan yang membuatnya berbeda dengan pura lainnya sehingga karenanya banyak orang yang ingin mengunjunginya. Bentuk bangunan pura ini memiliki dua konsep yakni konsep yang pertama diambil dari masa pra-sejarah dimana bisa terlihat dengan jelas terutama dari struktur bangunannya yang bertingkat. Dan konsep yang kedua ialah pembangunan pura ini yang mencapai 7 tingkat dengan tingkat pertama dan kedua dihubungkan dengan tangga.   Sedangkan di tingkat ke-3 terdapat Pura Dana dan Pura Tama...

avatar
Sobat Budaya