Lyabuyl adalah salah satu makanan khas dari Kabupaten Buol yang sudah dikenal sejak dahulu. Makanan ini termaksud dalam katagori makanan berat karena berbahan dari sagu dan ikan/sayuran dan bisa dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Kata lyabuy sendiri secara harfiah dapat diartikan menyatu/saling menarik/saling mengikat. Nama ini sendiri dikarenakan, makanan ini terdiri dari beberapa lapisan yg akan menjadi satu bila sudah masak.
Kuliner ini sangat unik karena berbahan dasar sagu dan di campur dengan ikan segar yang sudah di bersihkan kemudian diproses dengan membakarnya di tungku dalam wadah khusus yang terbuat dari tanah liat. Sagu yang digunakan harus kering untuk hasil yang lebih baik. Sagu dicampur kelapa parut. Kemudian ikan segar yang sudah dicuci, dilumuri air jeruk nipis dan ditambahkan bumbu rempahnya seperti bawang, jahe, lengkuas, kunyit dan daun kemangi. Makanan Ambal ini biasanya di sebut oleh masyarakat di Buol dengan sebutan Pizza-nya orang Buol, karena bentuknya yang bundar menyerupai Pizza. https://twitter.com/yakubudaya
Inuyu adalah salah satu makanan khas orang Poso, yang juga dikenal dengan nama nasi bambu atau nasi jaha, Sahabat. Inuyu terbuat dari beras ketan yang diolah dengan air santan kelapa dan untuk menambah cita rasa biasanya ditambahkan tumisan bawang dan bumbu rempah tertentu.
Onyop adalah makanan dari Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, yang sekilas terlihat seperti Papeda dari Papua dan Sinonggi dari Sulawesi Tenggara.
Mandura merupakan tradisi masyarakat Kampung Baru, Kota Palu, yang sudah secara turun temurun dilaksanakan. Tradisi ini biasanya dilaksanakan sepekan setelah 1 Syawal. Mandura sendiri merupakan makanan khas suku kaili yang terbuat dari beras ketan dengan tiga warna yaitu hitam, putih dan merah, dibungkus daun pisang, kemudian dimasak. Dalam tradisi ini, masyarakat akan menyiapkan ratusan mandura untuk disusun membentuk piramida. Selain itu juga diberi tandu untuk dapat diangkat dan diarak. Mandura yang sudah disusun membentuk piramida itu kemudian diarak beramai-ramai. https://twitter.com/yakubudaya
Otcai (jatah) merupakan sebuah tradisi pembagian jatah makanan secara rata kepada tiap kepala suku di Uma pada suku Mentawai. Tradisi otcai merupakan simbol kebersamaan dan kekeluargaan di Mentawai.
Makanan ini adalah termasuk kedalam makanan harian yang bisa dimasak kapan saja dan jenis makanan ini juga jarang dijumpai pada acara yang melibatkan orang banyak seperti pesta perkawinan, mandoa dan lain-lain.
Makanan ini termasuk jenis makanan yang jarang tersedia dirumah makan padang, makanan ini juga sering di jumpai pada daerah Pariaman, Padang Panjang Tidak ada data tertulis yang mencerita kapan makanan ini mulai diminati oleh masyarakat minangkabau. Setelah ditelusuri dari cerita orang tua-tua kampung bahwa makanan ini dimasak untuk lauk pauk sehari-hari. bahan yang dibutuhkan gelas, sendok makan, sendok teh, cumi-cumi, bawang merah,bawang putih,santan, garam, lengkuas, cabe merah giling, jahe, kunyit, dan asam.
Rudan merupakan salah satu hasil teknologi tradisional yang pernah ada di Nagari Matur Hilir, Kec. Matur, Kab. Agam Sumbar. Keberadaan teknologi tradisional ini terkait dengan keperluan kaum perempuan, khususnya ibu-ibu di dapur. Rudan merupakan alat yang digunakan untuk memarut kelapa-biasanya terpakai apabila sebuah keluarga mengadakan acara sukuran. Rudan terdiri dari dua bagian. Papan yang dibentuk seperti raket tenis meja, namun berukuran lebih besar dan tebal. Kedua, besi tipis yang berigi-rigi diseluruh dipermukaannya. Dalam proses pembuatannya, besi tipis berigi tersebut ditempel di atas papan dengan menggunakan beberapa buah paku. Selanjutnya, apabila ibi-ibu akan menggunakan alat ini, maka isi kelapa akan dilepas dari batok tempurung kelapa dalam ukuran-ukuran kecil. Lebih lanjut, isi kelapa tersebut akan diparut dengan cara mengesekkannya ke permukaan rudan. Posisi rudan ketika digunakan dimiringkan dengan kemiringan 30 derjat. Biasanya, hasil parutan kelapa dengan...