Mpaa Sere adalah tarian tradisional yang bertujuan untuk menyambut tamu penting sebagai bentuk penghormatan, sambil sesekali memperlihat ketangkasan mereka menggunakan tombak di sepanjang perjalan pengawalan, namun tidak sampai berlebihan seperti yang dilakukan pada Mpaa Buja Kandanda. Dalam tarian Mpaa Sere ini, penari membawa tombak dan perisai sebagai perlengkapan utama, yang melambangkan perlindungan dan kesiapan. Gerakan tarian ini penuh makna, mencerminkan sikap hangat masyarakat Bima dalam menerima tamu. Penari Mpaa Sere biasanya mengawal tamu dari pintu kedatangan hingga ke istana atau ke tempat utama acara berlangsung. Tarian ini tidak hanya menunjukkan keramahan, tetapi juga menggambarkan bagaimana masyarakat Bima menjaga kehormatan dan keamanan tamu mereka.
MAKKA atau MAKA merupakan salah satu tradisi sakral dalam budaya Bima. Tradisi ini berupa ikrar kesetiaan kepada raja/sultan atau pemimpin, sebagai wujud bahwa ia bersumpah akan melindungi, mengharumkan dan menjaga kehormatan Dou Labo Dana (bangsa dan tanah air). Gerakan utamanya adalah mengacungkan keris yang terhunus ke udara sambil mengucapkan sumpah kesetiaan. Berikut adalah teks sumpah prajurit Bima: "Tas Rumae… Wadu si ma tapa, wadu di mambi’a. Sura wa’ura londo parenta Sara." "Yang mulia tuanku...Jika batu yang menghadang, batu yang akan pecah, jika perintah pemerintah (atasan) telah dikeluarkan (diturunkan)." Tradisi ikrar sumpah setia dalam Budaya Bima dilakukan dalam beberapa momen: Makka itu sendiri, adalah upacara sumpah kesetiaan yang dilakukan oleh prajurit kerajaan. Mihu, adalah upacara sumpah kesetiaan yang dilakukan oleh pejabat-pejabat kerajaan. Mpisi, adalah upacara ikrar sumpah kesetiaan saat seorang anak laki-laki saat m...
Lombok: Simbolisme Tersembunyi di Setiap Helai Tenun Identitas dan Asal-Usul Tenun adalah teknik pembuatan kain yang menggunakan benang yang disusun secara memanjang dan melintang, menghasilkan berbagai jenis kain yang kaya akan makna dan simbolisme. Di Indonesia, tenun memiliki banyak variasi yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Lombok, yang dikenal dengan kain tenun ikatnya. Kain tenun ikat Lombok tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi juga mencerminkan identitas budaya dan nilai-nilai sosial masyarakat setempat [S1][S4]. Lombok, sebagai salah satu sentra tenun di Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dalam tradisi ini. Kain tenun di daerah ini sering kali dibuat dengan teknik ikat, di mana benang diberi pola sebelum proses penenunan dimulai. Teknik ini menghasilkan motif yang khas dan beragam, mencerminkan keunikan budaya Lombok [S2][S5]. Selain itu, kain tenun dari Lombok sering kali dipadukan dengan makna simbolis yang mendalam, yang berkaitan dengan kehidu...