Adat Nusantara
127 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Adat Tari Angguk Yogyakarta
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Angguk Tari angguk merupakan tarian dari yogyakarta yang berbentuk tarian namun juga disertai dengan pantun rakyat berisi tentang kehidupan manusia mengenai tata krama, budi pekerti dan juga nasihat. Ketika ditampilkan, tarian yogyakarta ini biasanya akan diiringi nyanyian berisi kata yang diambil dari Kitab bertuliskan huruf Arab yakni kitab Tlodo yang kemudian dinyanyikan dalam lagu Jawa bergantian antara penari dan pengiring musik. https://budayalokal.id/tarian-yogyakarta/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Yogjakarta Surjan dan Jarik
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Surjan dan Jarik Merupakan pakaian adat Yogyakarta yang dikenakan pria atau laki – laki dewasa. Surjan adalah baju adat dan Jarik adalah kebawahan berupa kain batik. Penggunaan Blankon (penutup kepala) juga menjadi keharusan pada saat penggunaan pakaian / baju surjan. Selain blankon, lelaki dewasa Yogyakarta juga menggunakan alas kaki berupa sendal / selop. https://www.silontong.com/2018/08/01/pakaian-adat-yogyakarta/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Yogjakarta Pakaian untuk Abdi Dalem
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pakaian untuk Abdi Dalem Abdi dalem adalah seluruh pegawai atau karyawan keraton, yang umumnya tinggal di sekitar keraton. Pakaian mereka terdiri dari dua macam, yakni Sikep Alit dan Langenarjan. Baju adat yang disebut dengan Sikep Alit terdiri dari kain batik sawitan, baju hitam dari bahan laken (dengan kancing dari tembaga atau kuningan yang disepuh emas, berjumlah 7 hingga 9 buah), penutup kepala destar, keris model gayaman (diletakan di peinggang sebelah kanan belakang), selop hitam, topi pet hitam dengan pasmen emas. Pakaian model ini dikenakan untuk keperluan sehari-hari. https://www.silontong.com/2018/08/01/pakaian-adat-yogyakarta/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Yogjakarta Pakaian Untuk Pejabat Keraton
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pakaian Untuk Pejabat Keraton Baju adat yang dikenakan oleh pejabat keraton yang sedang dalam tugas disebut dengan baju ageng. Secara umum pakaian Ageng merupakan seperangkat pakaian adat yang berupa model jas laken berwarna biru tua dengan kerah model berdiri, serta dengan rangkapan sutera berwarna biru tua, yang panjangnya mencapai bokong, lengkap dengan ornamen kancing-kancing bersepuh emas. Celananya sendiri berwarna hitam. Topi yang dikenakan terbuat dari bahan laken berwarna biru tua, dengan model bulat-panjang, dengan tinggi 8 cm. https://www.silontong.com/2018/08/01/pakaian-adat-yogyakarta/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Yogjakarta Pakaian Adat Untuk Putri Raja
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pakaian Adat Untuk Putri Raja Dalam kesehariannya busana yang dikenakan untuk putri yang sudah dewasa dikenal dengan nama Semekanan, yaitu berupa kain penutup dada panjang yang lebarnya separuh dari lebar kain panjang biasa. Busana ini terdiri dari kain (nyamping) batik, baju kebaya katun, semekan tritik, serta perhiasan berupa subang, gelang, dan cincin. Untuk tatanan rambut dibuat berbentuk sanggul tekuk polos tanpa hiasan. Sedangkan busana harian bagi putri raja yang sudah menikah terdiri atas semekan tritik dengan tengahan, baju kebaya katun, kain batik, sanggul tekuk polos tanpa hiasan, serta dilengkapi dengan penggunaan perhiasannya berupa subang, cincin, serta sapu tangan merah. https://www.silontong.com/2018/08/01/pakaian-adat-yogyakarta/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Yogjakarta Pakaian Adat Untuk Upacara Ageng
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pakaian Adat Untuk Upacara Ageng Dalam upacara ageng, pakaian yang dikenakan oleh para putra sultan disebut dengan busana keprabon. Jenis busana ini dibedakan atas busana dodotan, kanigaran, dan kaprajuritan. Busana dodotan biasa digunakan pada upacara garebeg, jumenengan dalem (penobatan raja), serta pisowanan dalam upacara perkawinan. Pakaian ini terdiri dari kuluk biru dengan hiasan mundri (nyamat), kampuh konca setunggal, dana cindhe gubeg, moga renda berwarna kuning, pethat jeruk sak ajar, rante, karset, kamus, timang (kretep), dan keris branggah. https://www.silontong.com/2018/08/01/pakaian-adat-yogyakarta/

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Sudirman
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Museum Sasmitaloka “Museum”nya Jendral Sudirman Museum Sasmitaloka adalah salah satu museum sejarah yang ada di Yogyakarta.  Dulunya merupakan tempat tinggal Jendral Sudirman terletak di Jalan Bintaran No.3 Yogyakarta . Jendral Sudirman  lahir di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Karesidenan Banyumas pada tanggal 24 Januari 1916. Bapak dan Ibunya yang bernama Karsid Kartawiraji dan Siyem menamakan bocah tersebut Sudirman. Selanjutnya ayah angkatnya Raden Cokro Sunaryo menambahkan nama Raden pada nama Sudirman. Raden Sudirman mengikuti pendidikan formal di Taman Siswa kemudian melanjutkan pendidikan di HIK Muhammadiyah Solo. Selanjutnya tahun 1934 Raden Sudirman aktif dalam organisasi kepanduan Islam Hizbul Wathon . Karena prestasinya akhirnya beliau menjadi Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah di Cilacap. Selain itu beliau juga menjadi pengajar di Sekolah Menengah Muhammadiyah Cilacap. Perjalanan Menjadi Seorang Jende...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Sasmita Loka Pangsar Sudirman
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Museum Sasmitaloka “Museum”nya Jendral Sudirman Museum Sasmitaloka adalah salah satu museum sejarah yang ada di Yogyakarta.  Dulunya merupakan tempat tinggal Jendral Sudirman terletak di Jalan Bintaran No.3 Yogyakarta . Jendral Sudirman  lahir di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Karesidenan Banyumas pada tanggal 24 Januari 1916. Bapak dan Ibunya yang bernama Karsid Kartawiraji dan Siyem menamakan bocah tersebut Sudirman. Selanjutnya ayah angkatnya Raden Cokro Sunaryo menambahkan nama Raden pada nama Sudirman. Raden Sudirman mengikuti pendidikan formal di Taman Siswa kemudian melanjutkan pendidikan di HIK Muhammadiyah Solo. Selanjutnya tahun 1934 Raden Sudirman aktif dalam organisasi kepanduan Islam Hizbul Wathon . Karena prestasinya akhirnya beliau menjadi Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah di Cilacap. Selain itu beliau juga menjadi pengajar di Sekolah Menengah Muhammadiyah Cilacap. Perjalanan Menjadi Seorang Jende...

avatar
Roro
Gambar Entri
Batik Motif Sekar Asem
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kegunaan : Pakaian upacara adat Jawa. Makna filosofis : Asem = Senyum (Jawa : Mesem). Orang yang memakai akan selalu hidup bahagia dan bersifat ramah.   http://batikthokmotifkhasyogyakarta.blogspot.com/

avatar
Roro