Buku Pakem (Tulada) : (sumber: E-book Bentuk-Bentuk Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Moertjipto. 2013. Daerah Istimewa Yogyakarta.)
Oncor Yogyakarta : (sumber: E-book Bentuk-Bentuk Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Moertjipto. 2013. Daerah Istimewa Yogyakarta.)
Kepala Minakjinggo : (sumber: E-book Bentuk-Bentuk Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Moertjipto. 2013. Daerah Istimewa Yogyakarta.)
Bulu Ayam dan Selendang Kesenian Thehelan: (sumber: E-book Bentuk-Bentuk Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Moertjipto. 2013. Daerah Istimewa Yogyakarta.)
Pusaka Kesenian Joko Bodo: (sumber: E-book Bentuk-Bentuk Peralatan Hiburan dan Kesenian Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta. Moertjipto. 2013. Daerah Istimewa Yogyakarta.)
Batik Indramayu Motif Jati Rombeng Dilihat dari polanya Batik Indramayu merupakan tergolong dalam kategori batik pesisir. Batik ini berbeda dengan Batik Solo maupun Batik Yogyakarta. Motif Batik Indramayu umumnya menggambarkan suasana pesisir, misalnya motifnya bergambar seseorang nelayan yang sedang mencari ikan di laut. Motif batik Indramayu juga mendapat pengaruh dari china dan juga Arab. Karakter lain dari baik Indramayu adalah misalnya bernuansa flora dan fauna. dengan borgol dan banyak garis lengkung yang lancip (riritan), latar belakang putih dan warna gelap dan banyak titik-titik yang dibuat dengan teknik cocolan jarum, dan bentuk dari isen-isen (sawut) yang pendek dan kaku. Salah satu motif batik yang dibuat adalah Motif Jati Rombeng. Motif ini terinspirasi dari tanaman jati, mulai dari akar, pohon dan daun dapat dimanfaatkan. Kayunya merupakan bahan baku meubelair terbaik. Tunggaknya dapat diolah menjadi karya seni yang bernilai tinggi. J...
Beksan ini merupakan salah satu tari klasik asal Yogyakarta yang ditarikan berpasangan yang mengambil fragmen kisah Mahabharata. Kisah diawali dengan Prabu Dasalengka yang memerintahkan Suradewati untuk melamar Siti Sedari. Siti Sedari masih memiliki hubungan kerabat dengan Srikandi. Namun, lamaran ini ditolak karena Siti Sedari sudah dijodohkan dengan Abimanyu. Suradewati tetap memaksa untuk melamar, kemudian berakhir dengan pertempuran antara Suradewati dan Srikandi. Srikandi berhasil memenangkan pertarungan dan Suradewati dibawa untuk diasuh bersama Srikandi. Sumber: http://hotelthecube.com/tari-beksan-srikandi-suradewati-yogyakarta-dengan-keanggunan-yang-selalu-lestari/
Ngomongin cokelat lokal, maka kita gak boleh ngelewatin Cokelat Monggo yang sudah mulai masuk ke pasar internasional. Dikemas secara premium, cokelat yang berproduksi di Yogyakarta ini memiliki varian rasa cabai, durian, jeruk, jahe, hingga pala. Pokoknya rasanya khas Nusantara banget. Sumber: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/andi-aris/10-cokelat-asli-indonesia-gak-kalah-dari-impor-1/full
Motif Truntum Garuda atau Truntum Gurdo yang juga banyak dipakai dalam upacara pernikahan adat Jawa (Solo – Jogja). Truntum Garuda biasanya dipakai oleh orang tua pengantin, karena makna dari Truntum itu sendiri adalah menuntun, sebagai orang tua berkewajiban menuntun kedua mempelai memasuki hidup baru yang banyak liku-liku. Ada kisah menarik dibalik penciptaan motif batik Truntum ini. Konon motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta yang merasa dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru. Untuk mengusir kesedihan, sang Ratu menghabiskan waktunya untuk membatik. Secara tidak sadar Ratu membuat motif berbentuk bintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Rupanya ketekunan Ratu dalam membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedik...