Tari Lenggo Jingke Tarian Lenggo Jingke merupakan bahasa Betawi yang artinya melenggang kaki sambil berjinjit, sesuai dengan unsur utama dalam gerak tarian ini, yakni berjinjit. Pada pertujukkannya, tarian adat ini dipentaskan oleh penari wanita dengan cara berkelompok. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Nandak Ganjen Berdasarkan dari pengertian perkata, Tari Nandak Ganjen terdiri dari dua kata yaitu Nandak dan Ganjen. Nandak berarti menari dan Ganjen berarti genit. Nah, tarian khas Betawi ini menggambarkan kegenitan dan kelincahan remaja yang tengah beranjak dewasa. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Ngarojeng Pada gerakan dasar Tari Ngarojeng terjadi karena terinspirasi dari musik Ajeng yang muncul dan berkembang di betawi pinggir. Musik Ajeng sendiri merupakan musik pengiring dalam acara pengantin tradisional betawi, tetabuhan iringan tersebutlah yang menjadi gerakan irama dasar tari Ngarojeng. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Blantek Tari Blantek merupakan tarian khas Betawi yang difungsikan sebagai tari penyambutan tamu undangan dalam acara acara besar. Selain itu, tarian ini awal kemunculannya merupakan tarian pembuka dalam kesenian Blantek. Gerakan tari Blantek memberikan kesan gembira dan menghibur. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Tari Samra Tari Samra merupakan tarian khas suku Betawi yang hanya dipentaskan oleh penari pria saja. Pada tarian ini gerakan utama yang digunakan adalah gerakan silat namun dibuat nampak lebih lembut, mematikan namun tetap menjaga nilai keindahan gerak. https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/
Museum Gedung Joang '45 merupakan saksi perjuangan yang menyimpan cukup banyak sejarah tentang berbagai peristiwa ketika kemerdekaan RI akan berlangsung. Gedung Joang 45 ini lokasinya berada di Jl. Menteng Raya 31, Jakarta. Untuk Anda yang tertarik dengan sejarah dari perjuangan kemerdekaan RI, maka Museum Joang 45 merupakan salah satu tempat wisata di Jakarta yang wajib untuk kunjungi. Pada awalnya Gedung Joang 45 adalah sebuah bangunan Schomper Hotel yang sudah dibangun sejak tahun 1920-1938, yang dikelola L.C. Schomper, keturunan belanda. Sumber : Dok.Museum Nasional Indonesia Kemudian pada waktu pendudukan Jepang di Indonesia, hotel ini kemudian diambil alih Ganseikanbu Sendenbu atau Departemen Propaganda dan setelah itu dikenal sebagai Gedung Menteng 31. Gedung ini kemudian menjadi sebuah markas program pendidikan politik yang diselenggarakan untuk beberapa tokoh pemuda yang sangat berperan pada era kemerdekaan, antara lain seperti Sukarni, A.M...
Museum Perumusan Naskah Proklamasi Jakarta ada di Jl.Imam Bonjol 1, Jakarta, selepas lampu merah Taman Suropati kedua, melewati Patung Pangeran Diponegoro , arah Bundaran HI. Museum ini menempati sebuah bangunan tua bergaya Art Deco yang didirikan pada tahun 1920. Gedung museum di atas tanah 3.914 m2 itu pakai Asuransi Jiwasraya pada 1931, lalu Admiral Tadashi Maeda pada masa Jepang, markas besar Tentara Inggris pada perang Pasifik, beralih lagi ke Asuransi Jiwasraya, Kedutaan Inggris 1961 - 1981, dan Perpustakaan Nasional pada 1982. Sumber : Arsip.Nasional Jakarta Saat dihuni Laksamana Tadashi Maeda, gedung museum ini menjadi saksi peristiwa bersejarah pada 16-17 Agustus 1945, ketika perumusan naskah proklamasi dipersiapkan dan ditandatangani di tempat itu. Pada 1984, Prof. Nugroho Notosusanto, Menteri P&K, menjadikan bangunan itu sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Di gedung ini Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo disambut Tadashi Maeda s...
Unit Pengelola Monumen Nasional Kepala Museum : IM Rini Hariyani Alamat : Jl. Silang Monas Gambir Jakarta Pusat Telp : (021) 350 4333 Faks. (021) 350 4333 Email : mtugumonas@yahoo.co.id Unit Pengelola Monumen Nasional didirikan pada 17 Agustus 1961 atas gagasan Presiden RI pertama IR. Soekarno. Museum ini dibangun untuk mengenang dan melestarikan kebesaran perjuangan bangsa Indonesia dan untuk membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme bagi generasi sekarang dan generasi mendatang. Rancang bangun Tugu Monas dib...
Museum Sasmitaloka Ahmad Yani lokasinya berada di rumah pojok Jl Lembang 58 dan Jl Laruharhari 65, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelum kunjungan ini saya pernah mencoba mampir, namun karena sepi dan tidak terlihat ada petugas, saya pun batal untuk masuk. Rupanya pagar selalu tertutup, dan pos jaga berada di sisi lain, sehingga pengunjung tidak perlu ragu membuka pagar. Ada beberapa mahasiswa yang kebetulan datang ke Museum Ahmad Yani saat saya berada di sana, sehingga suasana museum menjadi agak hidup. Setelah mengisi buku tamu, kami masuk melalui lorong belakang, jalur Pasukan Cakrabirawa saat menyatroni rumah ini pada pagi 1 Oktober 1965 setelah lebih dulu memutus kabel telepon. Pintu masuk yang kacanya berlubang akibat ditembus peluru dibiarkan seperti aslinya. Saya melewati mobil sedan merk Chevrolet berwarna biru di Museum Ahmad Yani yang digunakan semasa beliau masih hidup. Mobil ini diletakkan pada ruangan samping pintu masuk belakang museum. Sema...