Acar Mentimun Tanpa Cuka Jawa Tengah (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Acar Mentimun Wijen (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Acar Putih Mester (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Acar Sawi Putih (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Ampalaya (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Apem Dumbo (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Apem Parangi (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Apem Parsanga (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Manten kaji dimulai tahun 1930-an yang diselenggarakan oleh salah satu keluarga orang terkaya di Semarang yang memiliki berbagai usaha. Manten kaji berfungsi sebagai perekat sosial dan budaya dalam masyarakat. Manten kaji terbentuk sebagai akulturasi kebudayaan Arab, Jawa, Cina, Melayu dan Eropa, sesuai dengan latar belakang terbentuknya Kota Semarang. Manten kaji adalah tata cara pernikahan sepasang mempelai khas Semarangan. Dinamakan manten kaji karena busana yang dikenakan mempelai pria menyerupai gamis atau jubah yang sering dipakai oleh mereka yang baru pulang menunaikan ibadah Haji. Pengaruh Arab terlihat jelas pada sorban yang dinamakan, begitu pula dengan kopiah alfiah yang dikenakan oleh mempelai pria seperti orang yang pulang haji. Baju mempelai pria model gamis beludru berlengan panjang. Tata rias Pengantin Semarangan model cengge (pengaruh budaya China) dengan bedak yang sangat tebal. Selop kedua mempelai serta sanggul Jawa mendapat pengaruh dari Kasunanan Surakarta...