Lagu opera batak andung-andung adalah lagu yang bermakna sedih atau lebih identik dengan sebuah ratapan kehidupan yang pernah dialami. Seperti lagu berikut ini, lirik lagu TIO PE MUAL – Anak tading tadingan menggambarkan ratapan seorang anak yang hidup sendiri tanpa orangtua (perempuan). TIO PE MUAL – Anak tading tadingan Cipt : Tilhang Gultom Tio.. pe mual dang tarinum ahu porhot pe hau dang tarjangkit ahu tarsongon sanduduk ni hilhil na marsalaon i na hansit ma di ahu ale inang gira do ahu tading tadingan da na hinan translate bahasa batak : Bersihnya mata air tidak sanggup kiminum, pohon rindangpun tidak sanggup ku panjat. Ibarat makan buah sanduduk membuat mulut penuh getah bewarna biru. Terlalu sakit kurasakan oh ibu, begitu cepat aku ditinggal olehmu ibu. Marumur ma ahu inong satonga taon di tinggalhon damang da inang i na hansit, jala na bernit hu taon do i na hansit ma di ahu ale inang di ahu on boru tading-tadingan m...
Namarito (ito), atau bersaudara laki-laki dan perempuan khusunya oleh marga yang dinyatakan sama sangat dilarang untuk saling menikahi. Umpanya seprti parsadaan Parna (kumpulan Parna), sebanyak 66 marga yang terdapat dalam persatuan PARNA . Masih ingat dengan legenda Batak “ Tungkot Tunggal Panaluan “? Ya, disana diceritakan tentang pantangan bagi orangtua yang memiliki anak “Linduak” kembar laki-laki dan perempuan. Anak “Linduak” adalah aib bagi orang Batak, dan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, kedua anak kembar tersebut dipisahkan dan dirahasiakan tentang kebeadaan mereka, agar tidak terjadi perkawinan saudara kandung sendiri. Sumber: https://www.gobatak.com/5-perkawinan-yang-dilarang-adat-batak-toba/
Ternyata ada Pariban yang tidak bisa saling menikah, siapa dia sebenarnya? Bagi orang Batak aturan/ ruhut adat Batak ada dua jenis untuk kategori Pariban Na So Boi Olion , yang pertama adalah Pariban kandung hanya dibenarkan “ Jadian ” atau menikah dengan satu Pariban saja. Misalnya 2 orang laki-laki bersaudara kandung memiliki 5 orang perempuan Pariban kandung, yang dibenarkan untuk dinikahi adalah hanya salah satu dari mereka, tidak bisa keduanya menikahi pariban-paribannya. Yang kedua adalah Pariban kandung/ atau tidak yang berasal dari marga anak perempuan dari marga dari ibu dari ibu kandung kita sendiri. Jika ibu yang melahirkan ibu kita ber marga A, perempuan bermarga A baik keluarga dekat atau tidak, tidak diperbolehkan saling menikah. Sumber: https://www.gobatak.com/5-perkawinan-yang-dilarang-adat-batak-toba/
Larangan berikutnya adalah jika laki-laki menikahi boru (anak perempuan ) dari Namboru kandung dan sebaliknya, jika seorang perempuan tidak bisa menikahi anak laki-laki dari Tulang kandungnya. Sumber: https://www.gobatak.com/5-perkawinan-yang-dilarang-adat-batak-toba/
Cerita Guru Saman kurang begitu tersiar dihalayak umum, khususnya bagi orang Batak baik berada di kota maupun yang di hutan. Kurang tau penyebabnya apa, mungkin saja salah satu alasannya cerita yang konon adalah kejadian nyata dari cerita pengakuan orangtua dulu, bahwa semua karakter Guru Saman yang tidak manusiawi. Pembunuh, preman habis dan urak-urakan. Mendengar nama Guru Saman , masyarakat begitu menyegani sekaligus sangat membencinya. Banyak yang menghindar apabila melihat apalagi mendekati Guru Saman, karena perbuatannya yang semena-mena jagoan inipun tidak segan-segan untuk berbuat kasar bahkan membunuh semua orang yang dia benci. Guru Saman, dia adalah seorang turunan Lau Balang yang berasal dari Tanah Karo . Semasa remajanya, Guru Saman belajar ilmu silat (moncak Batak), ilmu kebal tikam dan ilmu hitam lainnya yang didapatkannya dari seorang guru kebatinan. Setelah semua ilmu yang diajarkan gurunya dikuasai, mulai...
Malin Kundang Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang. Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah b...
Upacara yang satu ini sebenarnya lebih berkaitan dengan religi, berdasarkan kepercayaan umat Islam Tapi hanya ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sehingga, menjadi sebuah tradisi yang khas dari daerah tersebut. Upacara Tabuik ini digelar sebagai bentuk peringatan atas kematian anak Nabi Muhammad SAW dalam sebuah perang di zaman Rasulullah dulu. Dilakukan pada Hari Asura setiap tanggal 10 Muharram tahun Hijriah. Beberapa hari sebelum datangnya waktu penyelenggaraan upacara ini, masyarakat akan bergotong royong untuk membuat dua tabuik. Kemudian, pada hari H, kedua tabuik itu di arak menuju laut di Pantai Gondoriah. Satu tabuik diangkat oleh sekitar 40 orang. Di belakangnya, rombongan masyarakat dengan baju tradisional mengiringi, bersamaan dengan para pemain musik tradisional. Lalu, kedua tabuik itupun dilarung ke laut. Sumber: https://pusakapusaka.com/5-upacara-tradisional-indonesia-yang-unik-dan-khas.html
Anak musang di ateh pulai Anak tampuo di dalam baniah Kain lah usang tidak bapakai oi Awak lah tuo tidak babuni Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro Anak daro … Batang sicerek tumbuah di pasa Puluik-puluik di Rimbo Panti Saketek tantu lai manyasa Kok tak di muluik di dalam hati Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro Anak daro … Baimpun todak di kubangan Buruang barabah lari ka parahu Sungguahpun tidak bakatokan Allah jo Nabi lah nan ka tahu Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro Anak daro … Sungai Tanang ikannyo jinak Manjumbuang kain ka subarang Awak sanang badan takucak Baruntuang balain jo nasib urang Pak Dukun batunang p...
Bakiak panjang atau yang sering disebut terompa galuak di Sumatera Barat adalah terompah deret dari papan bertali karet yang panjang. Sepasang bakiak minimal memiliki tiga pasang sandal atau dimainkan tiga anak. Bakiak sebenarnya permainan tradisional anak-anak di Sumatera Barat. Anak-anak dari Sumatera Barat yang dilahirkan hingga pertengahan tahun 1970-an, sering dan biasa memainkan bakiak atau terompah panjang ini. Bahkan, bakiak panjang ini menjadi salah satu mata acara permainan yang dilombakan dalam 17 Agustusan di tingkat kelurahan dan kecamatan.