Bahan-bahan: Ubi jalar yang telah dikupas 1 kg Kelapa parut yang tua 1/2 butir Bumbu: Garam 1 sdt Cara membuatnya: Ubi mentah dikerok dengan kepala bia Kerokan ubi ini dicampur dengan parutan kelapa dan diberi garam halus sedikit. Campuran tersebut dibungkus dengan daun pisang atau daun keladi dan kemudian dikukus sampai masak. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Tepung sagu kering 1 kg Kelapa 1 butir Cara membuatnya: Kelapa diparut kemudian dicampur dengan tepung sagu yang telah diayak halus Campuran tersebut diatas digoreng sangan hingga masak. Selama menggoreng, campuran harus selalu dicakar-cakar. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan: Kerang laut 1 kg Tusukan dari bambu Cara membuatnya: Daging kerang dikeluarkan dari kelopaknya Tiap tusukan dimasukkan 10 sampai 40 biji kerang Kemudian daging yang telah ada dalam tusukan tersebut diasap diatas serabut kelapa atau kayu yang dibakar selama kurang lebih 10 menit dengan dibolak-bolik didalam asap. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Daging babi 1/2 kg Tepung sagu 1 kg Kelapa parut 1 butir Daun sagu secukupnya Cara membuatnya: Daging babi dipotong kecil-kecil dan dicampur dengna tepung sagu bersama parutan kelapa. Campuran tersebut diatas dibungkus dengan daun sagu yang dianyam kemudian dipanggang diatas api hingga masak. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan: Sagu basah yang telah disaring 1 kg. Cara membuatnya: Memasak air dalam panci sampai mendidih. Sambil di aduk-aduk, sagu basah sedikit demi sedikit dimasukkan ke dalam air mendidih. Sagu terus dimasukkan sampai terasa berat mengaduknya. Setelah diangkat dari api, hagau telah siap dihidangkan. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Daun dan tangkai bete secukupnya Kelapa 1/2 butir Bumbu: Garam 1 sdt Cara membuatnya: Daun bete dilingkar/digulung-gulung dan diikat, tangkai bete dipotong-potong kecil. Kelapa diparut, dibuat santan. Daun dan tangkai bete dimasukkan dalam santan yang mendidih dan diberi garam secukupnya Setelah 1/4 jam diangkat. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan: 1 kg ikan yang telah dijemur Sedikit daun dan batang talas 1 btr kelapa Bumbu: Garam secukupnya Cara Membuat: Santan perasan kedua dimasak dengan daun dan batang talas yang telah dipotong-potong Setelah mendidih, garam dan ikan dimasukan ke dalam panci Santan pertama dimasukan setelah ikannya masak Setelah mendidih, diangkat Sumber: Mustika Rasa, Resep Masakan Indonesia, Warisan Soekarno
Suku Asmat adalah suku besar yang cukup ternama di Bumi Papua. Keberadaannya sebagai suku yang mendiami wilayah pesisir selatan Papua sangat diperhitungkan dalam sejarah penyebaran masyarakat Papua. Asmat menjadi begitu ternama karena memiliki harkat hidup yang luar biasa, selain itu budaya yang dimiliki suku ini pun sangat menarik dan unik. Salah satu yang menonjol ketika membicarakan suku ini adalah hasil seni ukiran mereka yang sudah terkenal luas hingga ke mancanegara. Seperti kehidupan pada umumnya, Suku Asmat juga membutuhkan media untuk menyatakan berbagai hal yang mereka alami dalam kehidupan. Kisah-kisah heroik, mistis, atau peraturan-peraturan adat biasanya mereka ungkapkan dalam bentuk media tertentu. Hal ini mereka lakukan dengan berbagai tujuan, antara lain sebagai sarana menjaga kelangsungan tradisi, sarana belajar bagi generasi selanjutnya, dan penghormatan spiritual bagi para roh leluhur. Oleh karena itulah, ukir-ukiran menjadi tidak terpisahkan dari kehidupan Su...
Masyarakat Papua memiliki budaya yang begitu kaya. Berbicara tentang budaya, tentu tidak lepas dari tradisi yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Salah satu tradisi yang masih melekat di masyarakat Papua hingga saat ini adalah tradisi mengunyah buah Pinang. Masyarakat Papua gemar mengunyah Pinang karena Pinang menguatkan gigi dan gusi. Tidak hanya itu, mereka menikmati buah Pinang karena sensasi tersendiri dari rasanya. Kombinasi manis keasaman seperti rasa pasta gigi inilah yang menjadi sensasi mengunyah pinang. Bahkan, beberapa masyarakat mengatakan bahwa tidak ada makanan atau bumbu lain yang rasanya menandingi buah Pinang. Mereka menganggap buah Pinang seperti candu, karena bila mereka tidak mengunyahnya, seperti ada yang kurang dalam hidup mereka. Walaupun demikian, Pinang sama sekali tidak mengandung zat adiktif yang berbahaya. Umumnya, buah Pinang dinikmati dengan menggunakan tepung kapur yang diolah dari cangkang kerang. Hal ini dilakukan untuk m...