Arya penangsang lahir di Demak Bintara. Bapaknya bernama Suryawiyata atau Raden Kikin atau bisa disebut juga Pangeran Sekar. Sebelum Arya Penangsang lahir, terjadi gejolak politik di Demak Bintara yaitu perebutan kekuasaan. Sebelumnya, Demak Bintara dipimpin oleh Raden Patah. Raden Patah mempunyai anak yaitu yang pertama Pangeran Pati Unus (oleh orang portugis), yang kedua Suryawiyata, dan yang ketiga Sultan Trenggana. Setelah Raden Patah meninggal, seharusnya tahta dipimpin oleh anak yang pertama. Namun, karena Pangeran Pati Unus meninggal di malaka setelah melawan portugis, Seharusnya tahta jatuh ke tangan Suryawiyata anak yang kedua. Tetapi tidak tau para Sunan, bagaimana keputusannya. Mungkin karena ada gejolak politik perebutan kekuasaan. Akhirnya Sunan Bonang membuat sayembara, “ siapa yang berhasil menduduki kursi Raden patah, maka dialah yang akan menjadi raja”. Dan akhirnya Sultan Trenggana yang berhasil menduduki kursi Raden Patah. Melihat Sultan Tren...
Primbon merupakan himpunan berbagai prediksi nasib (ramalan) yang berkembang pada masyrakat Jawa, yang sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Sebagian kalangan meyakini Primbon, bukan sekedar ramalan, melainkan pengetahuan, hasil olah pengalaman para leluhur Jawa mengenai berbagai segi kehidupan. Sebagai contoh, beberapa tanda-tanda dalam kehidupan manusia yang bisa ditelusuri maknanya lewat Primbon adalah mimpi, menstruasi, bentuk bibir, bentuk telinga, kedutan mata, bersin, telinga berdengung, perilaku hewan, dan lain sebagainya. Di samping contoh-contoh, masih banyak berbagai hal lainnya yang bisa dijelaskan Primbon. Mengenai bentuk bibir, misalnya. Bibir yang lebar bermakna bahwa si Pemilik pandai mengatur uang, sabar, dan berani. Orang dengan bibir kecil bermakna bahwa yang bersangkutan memiliki kepribadian yang suka berterus-terang, berhati kecil, dan sering menganggap dirinya tidak bahagia. Bibir tipis bermakna si Pemilik mudah terpengaruh dan tidak punya prinsip. Bibir...
Topeng Ireng adalah satu bentuk tradisi seni pertujukan yang berasimilasi dengan budaya lokal Jawa Tengah. Topeng Ireng yang juga dikenal sebagai kesenian Dayakan ini adalah bentuk tarian rakyat kreasi baru yang merupakan hasil metamorfosis dari kesenian Kubro Siswo . Nama Topeng Ireng sendiri berasal dari kata T oto Lempeng Irama Kenceng . Toto artinya menata, lempeng berarti lurus, irama berarti nada , dan kenceng berarti keras. Oleh karena itu, dalam pertunjukan Topeng Ireng para penarinya berbaris lurus dan diiringi musik berirama keras dan penuh semangat. Tarian ini sebagai wujud pertunjukan seni tradisional yang memadukan syiar agama Islam dan ilmu beladiri atau pencaksilat. Tak heran, Topeng Ireng selalu diiringi dengan musik yang rancak dan lagu dengan syair Islami. Daya tarik utama yang dimiliki oleh kesenian Top...
Tri Suci Waisak merupakan tiga peristiwa penting yang diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia, salah satu tempat yang menjadi sentral upacara seremonial Waisak yaitu pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tri Suci Waisak merupakan tiga peristiwa suci yang dialami oleh Sidharta Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan sempurna dan parinirvana. - Kelahiran Sidharta, pada hari purnama sidi bulan Waisak tahun 623 sebelum Masehi di Taman Lumbini, Nepal. - Pencerahan sempurna Buddha, pada hari purnama sidi bulan Waisak tahun 588 sebelum Masehi di bawah pohon Bodhi, Bodhgaya, India. - Parinirvana atau wafatnya Buddha, pada hari purnama sidi bulan Waisak tahun 543 sebelum Masehi di Kushinara, India. Ketiga peristiwa ini memiliki nilai-nilai dharma Buddha yang mengajarkan tentang pengorbanan hidup, kebenaran, kebijaksanaan dan kesempurnaan hidup yang telah dijalani oleh Buddha Gautama. Prosesi Tri Suci Waisak diawali dengan Pindapata, prosesi...
Candi Cetho ditemukan oleh Van der Vlis pada tahun 1843, candi bernafaskan agama Hindu ini terletak di Dusun Cetho, Gumeng, Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Cetho didirikan pada tahun 1373 Saka (1451 Masehi) berdasarkan candrasengkala yang diwujudkan dalam relief binatang. Gaya relief dan penggambaran phallus pada Candi Cetho menyerupai Candi Sukuh. Hasil rekonstruksi Candi Cetho berjumlah 13 undakan teras. Undakan teras berada dari barat (terbawah) ke timur (teratas) sepanjang kurang lebih 200 meter. Terdapat gapura di setiap undakan teras. Simbol phallus ada pada undakan teras ke 11, 12, dan 13. Pada undakan teras pertama terdapat gapura dalam bentuk candi bentar dan dua arca penjaga. Undakan teras kedua merupakan halaman candi. Pada undakan selanjutnya terdapat bangunan mirip pendopo. Pada teras undakan keempat terdapat jajaran batu yang berisi relief cerita, antara lain cerita Sudamala.
Candi Gunung Wukir terletak di desa Canggal, kecamatan Salam kab. Magelang. Candi ini merupakan candi Hindu yang ditandai dengan adanya Yoni dan arca Nandi. Yoni bersama sebuah Lingga adalah sebagai lambang dewa Siwa. Namun Lingga dimaksud sekarang tidak ada lagi. Sedangkan arca Nandi (lembu) adalah kendaraannya. Gunung Wukir terdiri dari tiga candi. Candi Utama dengan tiga candi di depannya. Yoni tersebut terletak di candi Utama, arca Nandi terletak pada candi di depannya atau pada candi Wahana. Formasi demikian ditemukan juga di kompleks candi Prambanan. Namun demikian candi- candi ini belum dapat dipugar karena batu-batu aslinya belum dapat di temukan. Yang menarik adalah bahwa di candi ini dahulu pernah ditemukan sebuah prasasti yang dikenal dengan prasasti Canggal yang berangka tahun 732 M, bertuliskan Sanskrta serta berbahasa Pallawa. Pada prasasti itu antara lain disebutkan tentang raja Sanjaya yang gagah be...
Aksara Jawa Kuno berasal dari Aksara Pallawa yang mengalami penyederhanaan bentuk huruf pada sekira abad VIII. Aksara Pallawa itu sendiri merupakan turunan Aksara Brahmi dan berasal dari daerah India bagian selatan. Aksara Pallawa menjadi induk semua aksara daerah di Asia Tenggara (e.g. Aksara Thai, Aksara Batak, Aksara Burma). Secara lengkap aksara jawa bisa dilafalkan menjadi sebuah kalimat “Hanacaraka, data-sawala, pada jayanya, magha-batanga” . Secara terpisah aksara tadi bisa dijelaskan mulai dari “Ha-Na-Ca-Ra-Ka” yang mengisahkan tentang dua orang sakti, “Da-Ta-Sa-Wa-La” menceritakan kalau keduanya terlibat perselisihan hingga mereka berkelahi. “Pa-Da-Ja-Ya-Nya” menyebutkan kalau keduanya sama – sama sakti, pada kumpulan aksara yang tersisa “Ma-Ga-Ba-Tha-Nga” menceritakan kalau akhirnya dua orang sakti tadi tewas be...
Bagi mayoritas warga Solo, seekor kerbau albino yang dipelihara Keraton Kasunanan Surakarta memiliki makna tersendiri. Kerbau albino piaraan keraton atau lebih dikenal dengan sebutan kebo bule ini, menurut Babad Solo yang ditulis pujangga Jawa, Raden Mas Said awalnya merupakan pemberian dari Bupati Ponorogo kepada Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) II pada zaman Keraton Mataram kuno. Masih menurut cerita Babad Solo, kebo Kiai Slamet ini dulunya menjadi hewan kepercayaan Raja PB II. Karena keberadaan hewan bertanduk dua ini awalnya untuk mengawal pusaka Kiai Slamet setiap kali kirab digelar oleh kerabat keraton. Oleh karena sering dipercaya mengawal pusaka Kiai Slamet, maka banyak warga menamai kebo bule keraton dengan sebutan Kebo Kiai Slamet. Pernah pula suatu ketika sang Raja Solo hendak mencari lokasi pendirian Keraton Surakarta yang baru, sang raja membawa serta kawanan kebo bule berjumlah puluhan ekor untuk mencari tempat yang ditentukan. Karena PB II beranggapan, di mana k...
Ritual Pendakian Sindoro Selain Pendakian biasa, ada ritual pendakian gunung sindoro yang berlangsung tiap malam 1 suro. Ini merupakan kegiatan yang menarik minat para pecinta alam untuk berpetualang mendaki gunung sindoro, serta melihat keindahan Telaga ajaib dan Bunga abadi edelweis di puncak gunung. Pendaki juga bisa melihat terbit dan tenggelamnya matahari di pergantian tahun islam itu. Ritual pendakian dilakukan melalui Desa Katekan, Kecamatan Ngadirejo.