Bangunan mercusuar ini sudah termasuk tua, karena menurut inskripsi yang terdapat di atas pintu mercusuar ini, dapat diketahui bahwa tahun pembangunannya adalah 1884. Tidak diketahui siapa yang merencanakannya. Namun tentu erat kaitannya dengan pengembangan pelabuan sebagai pelabuhan ekspor hasil bumi oleh Pemerintah Kolonial pada waktu itu. Pada masa menjelang akhir abad 19 Jawa merupakan penghasil gula nomor 2 di dunia. Gudang-gudang di pelabuhan disempurnakan demikian pula dengan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini agar dapat disingahi kapal dagang yang lebih besar. Pemerintahan Belanda mendirikan mercusuar serupa di beberapa tempat di jawa pada waktu yang hampir bersamaan. Foto Foto di sekitar Mercusuar : (Sumber foto : http://seputarsemarang.com) Mercusuar merupakan bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal. Sumber cahaya yang digunakan beragam mulai dari api, pada jaman dahulu, lampu sampai lensa. Karena...
Benteng Willem II ( Benteng Oengaran ) adalah sebuah benteng peninggalan Belanda yang berada di Ungaran. Benteng Willem II Ungaran yang di buat oleh Belanda serta didirikan pada tahun 1786.[1] Benteng Willem II juga menjadi salah satu ikon Kota Ungaran Kabupaten Semarang. Benteng Willem II Ungaran. terletak di Tengah Kota Ungaran (terkenal dengan nama Benteng Ungaran/ Diponegoro) tepat pinggir jalan Semarang-Solo, di depan kantor DPRD kota Ungaran. Benteng ini juga memainkan peran dalam sejarah Indonesia, karena di benteng ini Diponegoro dipenjara sambil menunggu diasingkan ke Makassar. Sejarah benteng ini didirikan untuk memperingati pertemuan bersejarah antara Pakubuwono II dengan Gubernur Jendral Van Imhoff pada 11 Mei 1746, Ketika penguasa Kraton Mataram Paku Buwono II dipindahkan dari Kartosuro ke Surakarta (Solo). Ketika kraton baru dibangun Benteng "The Generosity " didirikan di depannya. Pada 11 Mei 1746 Gubernur Jenderal Baron van Imhoff Gustavus tiba di Ungaran...
Sejarah singkat Wonosobo berdasarkan cerita rakyat, pada sekitar abad XVII tersebutlah tiga orang pengelana yang masing-masing bernama Kyai Kolodete, Kyai Karim dan Kyai Walik, mulai merintis suatu pemukiman di Wonosobo Selanjutnya Kyai Kolodete berada di dataran tinggi Dieng, Kyai Karim berada di daerah Kalibeber dan Kyai Walik berada di sekitar Kota Wonosobo sekarang ini. Sejak saat itu daerah di daerah ini mulai berkembang, tiga orang tokoh tersebut dianggap sebagai "cikal bakal" dari masyarakat Wonosobo yang dikenal sekarang ini. Makin lama daerah ini semakin berkembang, sehingga semakin ramai. Dikemudian hari dikenal beberapa nama tokoh penguasa daerah Wonosobo yang pusat pemerintahannya di Selomanik. Dikenal pula tokoh bernama Tumenggung Wiroduta di Pacekelan Kalilusi, yang selanjutnya dipindahkan ke Ledok atau Plobangan saat ini. Salah seorang cucu Kyai Karim juga disebut sebagai salah seorang penguasa di Wonosobo. Cucu Kyai Karim tersebut dikenal sebagai Ki Singo...
Mungkin banyak yang belum tau bahwa sebenarnya kota Purworejo dalam sejarahnya mengalami perjalanan yang sangat panjang sekali. Dahulu juga belum dikenal nama Purworejo dan nama Purworejo baru ada sejak tahun 1830. Nama Purworejo diusulkan oleh Raden Adipati Cokrojoyo, yang baru diangkat sebagai Adipati Brengkelan dan nama tersebut langsung disetujui oleh para pembesar negeri dan Komisaris Van Lawick Van Pabst. Pada saat itu Adipati Cokrojoyo kurang berkenan dengan nama Kadipaten Brengkelan. Sebab Brengkele mempunyai arti suka membantah dan tidak mau mengalah. Setelah memohon petunjuk kepada Allah SWT, kemudian terbersitlah sebuah nama yang bagus dan mempunyai arti yang baik serta mempunyai harapan atas masa depan yang gemilang. Nama yang beliau usulkan adalah Purworejo yang mempunyai arti awal dari kemakmuran yang akan dinikmati oleh para penduduknya. Pelantikan ini dilaksanakan pada hari Rabu Wage tanggal 17 Besar tahun Jimawal 1757 Jawa atau 1245 H yang bertepatan dengan tanggal...
Biasanya tahu terbuat dari bahan dasar kedelai, tapi di Boyolali punya jenis tahu yang unik, yakni tahu susu. Sesuai namanya, tahu ini terbuat dari susu sapi. Istimewanya lagi, susu sapi yang digunakan bukanlah susu sembarangan tapi, susu yang berasal dari sapi yang baru saja melahirkan. Konon katanya, susu perasan pertama dari induk sapi ini memiliki aroma yang amis menyengat dan warna yang kekuningan, sehingga tidak laku dijual. Padahal susu tersebut memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Nah, dari pada dibuang, para peternak sapi mengolah susu tersebut menjadi tahu dengan menambahkan bumbu rempah agar aroma amisnya berkurang. Katanya, kuliner yang satu ini tergolong langka lho. Sumber : https://www.idntimes.com/food/dining-guide/angel-ai-rose/5-kuliner-olahan-susu-dan-daging-sapi-khas-boyolali-ini-dijamin-nagih-c1c2/full
Dapat ditemui di kawasan pecinan di Pasar Gang Baru, serta beberapa pedagang keliling, minuman ini terbuat dari campuran air, tepung beras, tepung ketan, santan, gula pasir, gula jawa, daun pandan serta 18 jenis rempah yang di sebut sariwangi batanget. Ada juga bahan dari rempah antara lain jahe, serai, merica dan kayu manis, sehingga kalau diminum membuat tubuh menjadi hangat. Dalam menyajikannya pun biasanya ditambahi bubuk putih atau selo ditambah merica. Jamu ini agak kental biasanya ditaruh dalam mangkuk dan ditambah bola-bola kecil berwarna coklat yang biasa disebut krasikan yang terbuat dari parutan kelapa, jahe dan gula merah. Sumber : https://dotsemarang.blogspot.com/2015/12/5-kuliner-minuman-khas-semarang.html
Opor sendiri merupakan salah satu masakan yang digemari di Indonesia. Namun, bila anda datang ke Kudus, anda akan menemukan opor khas milik mereka. Makanan khas Kudus ini berasal dari Desa Sunggingan yang ada di Kudus diciptakan pada tahun 1920an. Dimana ayam kampung akan dimasak utuh tanpa dipotong-potong terlebih dahulu kemudian bumbu-bumbu dimasukkan kedalam rongga perut yang sudah diambil jeroannya. Hal ini agar bumbu-bumbu tersebut dapat meresap kedalam ayam. Sesudah ayam matang dan empuk, ayam kemudian akan dibakar hingga merata. Barulah ayam tersebut dicincang-cincang dan disajikan bersama kuah opor yang kental yang merupakan perpaduan dari air rebusan ayam dan santan kental. Sumber : https://www.gotravelly.com/blog/makanan-khas-kudus/
Masyarakat Kebumen bahkan cenderung tidak percaya jika ada ulasan sejarah peradaban kuno mengenai daerahnya dikarenakan terlalu lamanya data – data peradaban kita ditutup oleh penjajah dan kelompok tertentu saat ini dengan tujuan masing – masing. Ditinjau dari ilmu geologi, sebenarnya sulit dibantah bahwa keberadaan dataran Kebumen terbukti sebagai dataran pertama yang muncul di asia akibat tumbukan (subduksi) lempeng samudera dan benua. Dengan kata lain dataran Kebumen merupakan dataran tertua dimana seharusnya peradaban telah muncul sejak lama di tempat itu. Sampai saat ini Kebumen masih sangat miskin akan data sejarah. Hanya seputar kisah Badranala, Bumidirdjo, Kalapaking, Arungbinang dan tokoh – tokoh lain semasa itu yang sumbernya pun masuk dalam kategori sekunder dan tersier dikarenakan kebanyakan bersifat volklore (cerita lisan).Berangkat dari itu, Komunitas Wahyu Pancasila berusaha keras untuk mencari data – data baik artefak maupu...
Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar) adalah tempat bertapabratanya Brawijaya V (Ratu Kembar). Situs ini terletak di Gunung Koembang yang oleh masyarakat setempat disebut dengan Gunung Puyuh desa Suratrunan kecamatan Alian kabupaten Kebumen (nama baru dari Panjer yang sebelumnya merupakan sebuah Nagara pada masa Majapahit). https://kebumen2013.com/situs-pertabatan-brawijaya-v-ratu-kembar-raden-suputra-di-suratrunan-alian-kebumen/