Adat Nusantara
127 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal Usul Kulhu Sungsang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pendapat yang sangat menarik dari Ki Umar Jogja yang menjelaskan latar belakang sejarah lahirnya ilmu Kulhu Sungsang. Agar semakin jelas dan migunani sebagai kawruh, kita tampilkan saja komentar beliau di artikel utama blog. Kepada Ki Umar Jogja, mohon maaf saya telah dahului Anda dengan tanpa ijin langsung menempel di artikel utama di sini. Kita mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan kerelaannya memaparkan kepada kita semua. Jadi semakin jelaslah sekarang, blog ini memang bukan milik pribadi tapi milik semua pembaca yang ikut nguri-uri budaya mistik nusantara yang kaya ini. Matur nuwun. (wongalus) Ajian Kulhu Sungsang merupakan warisan dari Wali Allah yang ketika itu mengalahkan panglima jin dipulau Jawa. Yang keilmuannya diambil dari Ayat 1 Surat Al-Ikhlas, kemudian dilanjutkan dengan doa dalam bahasa Jawa. Jadi Ajian Kulhu Sungsang bisa dikategorikan sebagai hizb, hanya saja formatnya dalam bahasa Jawa. Alkisah riwayat ilmu Kulhu Sungsang ini lahir ketika jaman wali...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Batik Motif Meru
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Motif Meru (https://www.buatbunda.com)     Motif Batik Meru, menurut kepercayaan para masyarakat Yogyakarta motif ini juga memiliki latar belakang tersendiri yang secara garis besarnya adalah sebagai berikut. Kata Meru berasal dari kata Mahameru, yaitu nama sebuah gunung yang dianggap sakral karena menjadi tempat tinggal atau singgasana bagi Tri Murti yaitu Sang Hyang Wisnu, Sang Hyang Brahma dan Sang Hyang Siwa. Menurut salah seorang informan, di puncak Gunung Mahameru terdapat air keramat yang dinamakan tirta kamandalu, yaitu air yang merupakan sumber kehidupan abadi. Demikian Tri Murti dilambangkan sebagai sumber dari segala kehidupan, sumber kemakmuran, dan segala kebahagiaan hidup di dunia. Berdasarkan keyakinan seperti di atas maka orang-orang Yogyakarta mewujudkan pandangannya tersebut ke dalam motif batik, dengan harapan agar mendapatkan berkah dari Tri Murti. Motif Meru ini selain dituangkan dalam lukisan batik, biasanya...

avatar
Roro
Gambar Entri
Coklat Monggo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Ngomongin cokelat lokal, maka kita gak boleh ngelewatin Cokelat Monggo yang sudah mulai masuk ke pasar internasional. Dikemas secara premium, cokelat yang berproduksi di Yogyakarta ini memiliki varian rasa cabai, durian, jeruk, jahe, hingga pala. Pokoknya rasanya khas Nusantara banget. Sumber: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/andi-aris/10-cokelat-asli-indonesia-gak-kalah-dari-impor-1/full

avatar
Hamzahmutaqinf
Gambar Entri
Harjuno Manah, Sowan
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Kesenian  Batik  merupakan kesenian tradisional yang sudah ada di tanah Jawa sejak beberapa abad yang lalu. Perkembangan batik pun dimulai di Jawa Tengah, dan batik Yogyakarta merupakan salah satu kepingan dari perkembangan batik yang ada pada saat ini.  Yogyakarta merupakan salah satu kota yang terkenal akan budaya dan batiknya, banyak pengrajin batik di jogja yang masih membuat batik lawasan (Batik dengan motif Tradisional). Salah satu motif batik dari Yogyakarta yaitu motif batik Harjuno Manah. Motif batik Harjuno Manah biasanya digunakan untuk Upacara Pisowanan / Menghadap Raja bagi kalangan Kraton. Filosofinya yaitu Orang yang memakai motif batik Harjuno Manah apabila mempunyai keinginan akan dapat tercapai.   Kegunaan : Upacara Pisowanan / Menghadap Raja bagi kalangan Kraton Filosofi : Orang yang memakai apabila mempunyai keinginan akan dapat tercapai   Sumber: https://infobatik.id/...

avatar
Roro
Gambar Entri
Bledak Sidoluhur
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Batik  merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia  (khususnya Jawa) sejak lama. Motif yang ditorehkan pada selembar kain batik selalu mempunyai makna  tersembunyi. Jenis dan corak batik tradisional tergolong amat banyak, namun corak dan variasinya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah yang amat beragam. Batik motif Bledak Sido Mukti Luhur berasal dari Keraton Yogyakarta.   Bledak Sido Mukti Luhur memiliki kegunaan yaitu dikenakan pada saat mitoni dan menggendong bayi. Batik ini memiliki filosofi, Sido Mukti, berarti gembira, kebahagiaan untuk mengendong bayi sehingga bayi merasakan ketenangan, kegembiraan. Kegunaan : Upacara Mitoni ( Upacara Masa 7 Bulan bagi Pengantin Putri saat hamil pertama kali) Filosofi : Yang menggunakan selalu dalam keadaan gembira   Sumber: https://infobat...

avatar
Roro
Gambar Entri
Gadhung Mlathi
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Motif  Gadhung mlathi merupakan kombinasi dari warna hijau dan putih, warna putih terletak di tengah dan hijau di bagian pinggir. Motif ini sering pula dipergunakan oleh pengantin pria maupun pengantin wanita. Namun sekarang motif ini jarang dipergunakan lagi pada kain (jarik), melainkan hanya kemben bagi wanita dan destar (iket) yaitu ikat kepala bagi pria.  Kata gadhung, menurut seorang informan adalah mempunyai arti hijau (warna hijau) yang melambangkan kemakmuran, ayom-ayem, yaitu tenteram atau damai. Maksud dari arti makmur disini tidak hanya kaya harta benda saja tetapi juga kaya jiwanya dan memiliki banyak pengetahuan, karena mereka yakin bahwa apabila orang memiliki banyak pengetahuan lahir batin dapat memberi ketenteraman dan kedamaian hidup. Mlathi adalah bunga melati yang berwarna putih dan berbau harum. Bau harum dari bunga itu sendiri dianggap orang mengandung kesusilaan atau rasa susila, sehingga sejak dahulu sampai sekarang bunga me...

avatar
Roro
Gambar Entri
Batik Motif Sindur
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Motif  sindur merupakan motif kain yang memiliki kombinasi warna merah dan putih. Warna merah terdapat pada bagian tengah, dan putih pada bagian pinggir yang membentuk gelombang. Motif sindur sering dipergunakan pada waktu orang melaksanakan upacara pernikahan sebagai tanda bahwa ia adalah tuan rumah yang mempunyai hajat. Kain ini dipakai oleh orang tua si pengantin dengan cara diikatkan pada pinggang. Berdasarkan keterangan dari beberapa informan, warna merah dan putih melambangkan permulaan (asal mula) dari hidup atau purwaning dumadi.   Menurut informan lebih lanjut, bahwa hal itu dikarenakan dari makna warna-warna itu sendiri, yaitu putih mengandung arti hidup (bapa) sedang merah melambangkan arti suci (biyung). Mengenai warna merah yang melambangkan kesucian ini, para informan menjelaskan bahwa hal tersebut dapat diketahui dari cerita Ramayana, di mana ia mengkisahkan ketika Sinta pulang dari Alengka ia tidak dipercaya kesuciannya oleh Ram...

avatar
Roro
Gambar Entri
Bango Tulak
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

  Motif  ini merupakan kombinasi dari dua warna hitam dan putih, di mana hitam di sebelah luar, memberi batas pada warna putih yang ada di sebelah dalam. Motif ini dianggap sebagai motif tertua. Menurut informan; nama Bango-tulak diambil dari nama seekor burung yang mempunyai warna hitam dan putih yaitu tulak. Menurut orang-orang Yogyakarta burung ini dianggap sebagai hal yang melambangkan umur panjang. Warna hitam diartikan sebagai lambang kekal (Jawa: langgeng), sedang warna putih sebagai lambang hidup (sinar kehidupan), dengan demikian hitam-putih melambangkan hidup kekal. Menurut orang Yogyakarta, hidup yang kekal itu hanya satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Jadi hitam dan putih disini mengandung maksud menyerahkan atau mengharapkan hidupnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam pandangan hidup orang Yogyakarta, hal ini disebut dengan istilah Jumbuhing Kawula Gusti (penyatuan hamba dan Tuhan).  Pada perkembangan selanjutnya nama bango-tulak menjadi b...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Beksan Lawung Ageng Yogyakarta
Tarian Tarian
Daerah Istimewa Yogyakarta

Tari Beksan Lawung Ageng Tarian adat Yogyakarta ini juga sering disebut dengan tari beksan lawung yang menjadi tari tradisional Keraton Yogyakarta. Tarian ini biasanya akan ditampilkan oleh 16 orang penari yang semuanya pria terdiri dari 4 orang jajar, 2 orang botoh, 4 orang pengampil, 4 orang lurah dan juga 2 orang salaotho. Dari catatan sejarah, salah satu dari tarian beksan ini diciptakan Sri Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi antara tahun 1755 hingga 1792. Beksan terinspirasi dari kondisi kegiatan para prajurit sebagai abdi dalem raja yang secara rutin melakukan latihan watangan. Latihan watangan adalah latihan ketangkasan dalam berkuda dengan membawa sebuah lawing atau watang yakni tongkat panjang berukuran sekitar 3 meter yang bagian ujungnya tumpul dan saling menyodok untuk menjatuhkan lawan. Tarian Yogyakarta ini menjadi bentuk usaha Sang Sultan untuk mengalihkan perhatian para penjajah Belanda pada kegiatan prajurit di Keraton Yogyakarta sebab...

avatar
Roro