Pupuik batang padi merupakan alat musik tradisional yang berkembang di daerah Agam Sumatera Barat. Alat musik tradisional Pupuik batang padi ini memang terbuat dari ruas batang padi yang sudah tua dan berbuku. Proses pembuatan pupuik (puput) batang padi terhitung sederhana. Batang padi yang sudah tua dipecah secara hati-hati di dekat pangkal bukunya. Pecahan batang itu akan membentuk semacam pita suara yang menjadi sumber bunyi. Jika ditiup, pita suara itu akan mengeluarkan bunyi yang melengking. Walaupun pupuik batang padi ini hanya terbuat dari batang padi, akan tetapi alat ini menjadi bagian dari hiburan rakyat yang menyemarakkan kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Alat musik tradisional Sumatera Barat ini kemudian dapat disambung dengan lilitan daun kelapa sehingga suara yang dihasilkan semakin melengking dan dapat didengar hingga jarak 2 kilometer.
Tari piring, atau yang sering disebut Tari Piriang oleh masyarakat Sumatera Barat merupakan tari yang dipersembahkan kepada dewa-dewa sebagai bentuk rasa syukur karena bagusnya hasil panen. Tarian ini ditarikan oleh pemuda maupun pemudi yang menari-nari dengan piring di tangan mereka. Ada tiga gerakan inti pada tari piring, yaitu tupai bagaluik (tupai bergelut), bagalombang (bergelombang), dan aka malilik (akal melilit). Namun karena masuknya agama Islam, tari piring kini hanya dipentaskan jika ada acara hajatan atau acara besar, seperti pernikahan. Tarian ini biasanya ditarikan dengan personil ganjil (tiga, lima, tujuh, dst).Salah satu yang khas dari tari piring adalah adanya atraksi lempar piring, yang kemudian akan dilanjutkan dengan para penari yang bergantian menginjak pecahan-pecahan piring tersebut. Sesuatu yang terdengar ekstrim dan mendebarkan. Namun, tidak akan ada darah berceceran akibat kaki penari yang terluka
Fahombo , Hombo Batu atau dalam bahasa Indonesia " Lompat Batu " adalah olah raga tradisional Suku Nias . Olah raga yang sebelumnya merupakan ritual pendewasaan Suku Nias ini banyak dilakukan di Pulau Nias dan menjadi objek wisata tradisional unik yang teraneh hingga ke seluruh dunia.Mereka harus melompati susunan bangunan batu setinggi 2 meter dengan ketebalan 40 cm. Di masa lampau, pemuda Nias akan mencoba untuk melompati batu setinggi lebih dari 2 meter, dan jika mereka berhasil mereka akaan menjadi lelaki dewasa dan dapat bergabung sebagai prajurit untuk berperang dan menikah. Sejak usia 10 tahun, anak lelaki di Pulau Nias akan bersiap untuk melakukan giliran " fahombo " mereka. Sebagai ritual, fahombo dianggap sangat serius dalam adat Nias . Anak lelaki akan melompati batu tersebut untuk mendapat status kedewasaan mereka, dengan mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bah...
Rumah adat Sumatera Barat khususnya dari etnis Minangkabau disebut Rumah Gadang . Rumah Gadang biasanya dibangun di atas sebidang tanah milik keluarga induk dalam suku/kaum tersebut secara turun temurun. [8] Tidak jauh dari komplek rumah gadang tersebut biasanya juga dibangun sebuah surau kaum yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan tempat tinggal lelaki dewasa kaum tersebut namun belum menikah. Rumah Gadang ini dibuat berbentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bahagian muka dan belakang, [22] umumnya berbahan kayu , dan sepintas kelihatan seperti berbentuk rumah panggung dengan atap yang khas, menonjol seperti tanduk kerbau , masyarakat setempat menyebutnya Gonjong dan dahulunya atap ini berbahan ijuk sebelum berganti dengan atap seng. Rumah Bagonjong [23] ini menurut masyarakat setempat diilhami dari tambo , yang mengisahkan kedatangan nenek moyang mereka dengan kapal dari ...
Secara garis besar seni tari dari Sumatera Barat adalah dari adat budaya etnis Minangkabau dan etnis Mentawai . Kekhasan seni tari Minangkabau umumnya dipengaruhi oleh agama Islam , keunikan adat matrilineal dan kebiasan merantau masyarakatnya juga memberi pengaruh besar dalam jiwa sebuah tari tradisi yang bersifat klasik, di antaranya Tari Pasambahan , Tari Piring , Tari Payung, dan Tari Indang. Sementara itu terdapat pula suatu pertunjukan khas etnis Minangkabau lainnya berupa perpaduan unik antara seni bela diri yang disebut silek dengan tarian, nyanyian dan seni peran ( acting ) yang dikenal dengan nama Randai . Sedangkan untuk tarian khas etnis Mentawai disebut Turuk Laggai . Tarian Turuk Langai ini umumnya bercerita tentang tingkah laku hewan, sehingga judulnya pun disesuaikan dengan nama-nama hewan tersebut, misalnya tari burung, tari monyet, tari ayam, tari ular dan sebagainya.
Tari Piring atau dalam bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok , provinsi Sumatera Barat . Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan . Tari Piring merupakan sebuah simbol masyarakat Minangkabau. Di dalam tari piring gerak dasarnya terdiri daripada langkah-langkah Silat Minangkabau atau Silek. Sejarah Pada awalnya, tari ini merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang kemudian diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis . Setelah m...
Jenis Baju Adat Minangkabau Sumatera Barat Model: Pengki Ariadi & Chy-ie Cesnie Jenis baju adat dari minangkabau memiliki makna dan arti yang berbeda di setiap daerah sehingga keyakinan daerah setempat akan lebih sakral dalam menggunakannya. Jenis Baju Adat Dari Minangkabau Baju adat merupakan salah satu warisan yang dimiliki setiap daerah di indonesia. baju ini menjadikan ciri khas dari daerah tersebut dan biasanya mengandung arti tertentu. Begitupun dengan daerah Minangkabau yang mempunyai keunikannya tersendiri. Daerah yang berada di Sumatera Barat ini memang sangat kaya budayanya dengan adat melayu dan keahlian sastranya. Dan ternyata setiap daerah di Minang memiliki baju adat yang berbeda-beda. sehingga Jenis baju adat dari minangkabau memiliki arti dan makna yang sangat sakral dan menjadi kepercayaan bagi masyarakat sekitarnya Jenis baju...
Rumah Gadang atau Rumah Godang adalah nama untuk rumah adat Minangkabau yang merupakan rumah tradisional dan banyak di jumpai di provinsi Sumatera Barat , Indonesia . Rumah ini juga disebut dengan nama lain oleh masyarakat setempat dengan nama Rumah Bagonjong atau ada juga yang menyebut dengan nama Rumah Baanjuang . [1] . Rumah dengan model ini juga banyak dijumpai di Negeri Sembilan , Malaysia . Namun tidak semua kawasan di Minangkabau ( darek ) yang boleh didirikan rumah adat ini, hanya pada kawasan yang sudah memiliki status sebagai nagari saja Rumah Gadang ini boleh didirikan. Begitu juga pada kawasan yang disebut dengan rantau , rumah adat ini juga dahulunya tidak ada yang didirikan oleh para perantau Minangkabau.
Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum. TEMPAT RUMAH MAKAN: Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta Selatan, +(021) 78840042 Restoran Sederhana, Pasar Bendungan Hilir Los H Blok A 47/51 Jakarta Pusat, +(021) 5736810 / 5705049 Restoran Sederhana, Jl. Dewi Sartika No. 238 Cawang - Jakarta Timur, +(021) 8004848 Restoran Sederhana, Jl. Radin Intan II Taman Buaran Indah U 225 Jakarta Timur, +(021) 86614678 Restoran Sederhana, Jl. Trans Yogie No. 72 (Alternatif Cibubur), +(021)...