Pakaian Tradisional
Pakaian Tradisional
Adat Sumatera Barat Minangkabau
Pakaian adat Sumatera Barat
- 13 Februari 2015

 

Jenis Baju Adat Minangkabau Sumatera Barat

 
Jenis Baju Adat Dari Minangkabau
Model: Pengki Ariadi & Chy-ie Cesnie
Jenis baju adat dari minangkabau memiliki makna dan arti yang berbeda di setiap daerah sehingga keyakinan daerah setempat akan lebih sakral dalam menggunakannya.
 
Jenis Baju Adat Dari Minangkabau
Baju adat merupakan salah satu warisan yang dimiliki setiap daerah di indonesia. baju ini menjadikan ciri khas dari daerah tersebut dan biasanya mengandung arti tertentu. Begitupun dengan daerah Minangkabau yang mempunyai keunikannya tersendiri.  Daerah yang berada di Sumatera Barat ini memang sangat kaya budayanya dengan adat melayu dan keahlian sastranya. Dan ternyata setiap daerah di Minang memiliki baju adat yang berbeda-beda. sehingga Jenis baju adat dari minangkabau memiliki arti dan makna yang sangat sakral dan menjadi kepercayaan bagi masyarakat sekitarnya

Jenis baju adat dari minangkabau yang memiliki arti tersendiri
 
Pakaian adat yang berada di ranah Minang ini terbagi dalam dua jenis yaitu pakaian adat penghulu dan juga pakian adat Bundo kandung. Penghulu atau ninik mamak ini memiliki peran yang sangat penting dan juga berhak untuk menatur keluarga dalan kaumnya sendiri. Pakaian ini terdiri dari destar atau saluak batimba, merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain batik dan bagian depan dibentuk kerutan. Ini mengandung makna tentang aturan hidup dari masyarakat Minang . Selanjutnya baju hitam longgar, dengan lengan yang longgar dan lebar juga bagian leher tidak berkatuk dan tidak memakai kancing sampai dada, artinya merupakan bentuk keterbukaan dan kelapangan pada seorang pemimpin. Ada juga celana hitam lebar yang melambangkan kesiagaan. Lalu ada sesamping, kain sandang, keris dan tongkat mengandng arti, tanggungjawab, kebesaran, keberanian, keputusan yang bijak. Jenis baju adat dari minangkabau ini digunakan oleh laki-laki yang memiliki gelar datuk.

Jenis baju adat di berbagai Kota dan Kabupaten  sesumatera Barat.
1.Kota Padang
2. Kab Solok Selatan
Selanjutnya adalah pakaian adat Bundo Kandung yang terdiri dari tengkuluk atau penutup kepala seperti tanduk dengan bentuk runcing di kedua ujungnya ada rumbaian emas. Ini berarti bahwa Bundo Kandung sebagai pemilik rumah gadang dan tidak boleh menjunjung beban yang sangat berat. Lalu Baju kurung atau baju batabue biasanya berwaran merah, biru hitam atau taburan benang emas. Ini melambangkan kekayaan daerah Minang. Ada juga kain selempang, kain sarung dan perhiasan yang berarti harus melanjutkan keturunan, menempatkan sesuatu pada tempatnya dan tidak boleh menginginkan sesuatu secara berlebihan. Bundo kandung merupakanjenis baju ada dari Minangkabau Sumatera Barat yang tidak bisa digunakan oleh semua wanita hanya di gunakan oleh wanita yang arif bijaksana. 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Timun Mas: Bukan Sekadar Gadis Pemberani, Tapi...
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Timun Mas: Bukan Sekadar Gadis Pemberani, Tapi... Lead Kisah Di sebuah kampung di Jawa Tengah, hiduplah seorang janda paruh baya bernama Mbok Srini [C5]. Ia memiliki seorang putri cantik, baik hati, cerdas, dan pemberani bernama Timun Mas [C1]. Kecerdasan dan kebaikan hati Timun Mas membuatnya sangat disayangi oleh ibunya [C2]. Namun, kebahagiaan mereka terusik ketika sesosok raksasa jahat muncul dengan niat mengerikan: menyantap Timun Mas [C3]. Berkat keberanian luar biasa yang dimilikinya, Timun Mas bersama ibunya berhasil menghadapi dan melumpuhkan raksasa tersebut [C4]. Legenda Timun Mas adalah salah satu cerita rakyat yang kaya akan nilai-nilai kehidupan [S2, S3, S4]. Cerita ini, yang berasal dari Jawa Tengah, mengisahkan perjuangan seorang gadis muda melawan ancaman yang datang [S1]. Keberanian Timun Mas dalam menghadapi raksasa jahat bukan sekadar kisah fiksi, melainkan cerminan dari kekuatan yang dapat dimiliki oleh setiap individu ketika dihadapkan pada kesulitan [C4]....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Celempung Sunda: Melodi Tatar Sunda yang Terlupakan?
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Celempung Sunda: Melodi Tatar Sunda yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Provinsi Jawa Barat, yang dalam bahasa Sunda dikenal sebagai Tatar Sunda, merupakan wilayah dengan identitas budaya yang kuat dan memiliki sejarah panjang dalam pengembangan kesenian daerah [S1]. Wilayah ini sering disebut sebagai Tanah Sunda, yang mencerminkan akar budaya masyarakat Sunda yang mendominasi demografi dan adat istiadat di wilayah tersebut [S2]. Kesenian daerah di Jawa Barat, khususnya dalam ranah alat musik, menjadi salah satu ciri khas utama yang membedakan identitas budaya lokal dibandingkan daerah lain di Indonesia [S3]. Warisan alat musik tradisional di Jawa Barat sangat beragam, mencakup berbagai jenis instrumen yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat [S2]. Beberapa sumber mencatat bahwa kesenian daerah terkenal di setiap wilayah, dengan alat musik menjadi elemen utama yang menonjol dalam ekspresi budaya [S5]. Keberagaman ini mencakup instrumen dari yang sederhan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik: Lebih dari Sekadar Motif, Warisan Luhur Bangsa
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Batik: Lebih dari Sekadar Motif, Warisan Luhur Bangsa Identitas dan Asal-Usul Batik motif Parang merupakan salah satu ragam hias batik paling ikonik di Indonesia yang memiliki akar sejarah kuat dalam tradisi kerajaan [S5], [S6]. Sebagai bagian dari kekayaan wastra Nusantara, motif ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menyimpan nilai filosofis, sejarah, dan identitas bangsa yang mendalam [C2], [S1]. Pengakuan internasional terhadap batik sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 mempertegas posisi motif Parang sebagai warisan budaya takbenda yang diakui dunia [C4], [C10]. Secara historis, motif Parang berkembang dari lingkungan keraton, di mana penggunaannya pada masa lalu sering kali dibatasi oleh aturan adat yang ketat [S6]. Motif ini dikategorikan sebagai pola yang memiliki simbol sakral, sehingga pada masa tertentu, pemakaiannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan sering kali mencer...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Papeda: Lebih dari Sekadar Bubur Sagu Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Papeda: Lebih dari Sekadar Bubur Sagu Papua Identitas Kuliner Papeda adalah makanan khas yang berasal dari Kepulauan Maluku dan pesisir barat Papua, serta memiliki penyebutan lokal 'Dao' dalam bahasa Inanwatan, yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Papua [S3][S5]. Hidangan ini terbuat dari sagu, yang merupakan bahan utama yang sangat penting dalam kuliner daerah tersebut, dan menjadi simbol dari warisan kuliner Indonesia yang unik [S4][S5]. Papeda tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mulai mendunia, menunjukkan daya tariknya yang melampaui batas geografis [S5]. Tekstur papeda kental dan rasanya cenderung hambar, namun menjadi nikmat saat dipadukan dengan lauk seperti ikan kuah kuning atau ikan bakar [S5][S5]. Hidangan ini sering disajikan dalam konteks tradisional, menciptakan pengalaman kuliner yang kaya akan makna dan simbolisme, serta mencerminkan budaya masyarakat Papua dan Maluku [S5][S4]. Papeda juga memiliki nilai gizi yang baik, dengan kandungan energi s...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Sejarah di Setiap Jahitan
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Sejarah di Setiap Jahitan Identitas dan Asal-Usul Kebaya merupakan pakaian tradisional perempuan Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan tersebar luas di berbagai wilayah Nusantara [C1][C8]. Kebaya dikenal sebagai busana bagian atas dengan karakteristik terbuka di bagian depan, dibuat secara tradisional, dan umumnya dipadukan dengan kain batik, songket, atau kain lainnya sebagai bawahan [S3][C7]. Secara etimologi, istilah "kebaya" berasal dari kata abaya yang berarti jubah atau pakaian, menunjukkan pengaruh budaya luar yang telah diadaptasi dalam perkembangan busana lokal [C9]. Kebaya telah digunakan sejak abad ke-15 atau ke-16, menjadikannya salah satu warisan budaya yang menyaksikan perkembangan sejarah Indonesia hingga saat ini [C1][C8]. Keberadaannya tidak hanya sebagai pakaian adat, tetapi juga simbol keanggunan, kesederhanaan, kelembutan, dan keteguhan perempuan Indonesia [C10][S4]. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebaya mula...

avatar
Kianasarayu