Makanan tradisional masyarakat Napan dan masyarakat Yaur, Papua adalah sagu. Sagu dalam bahasa orang Napan adalah Fi sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Napan dan masyarakat Yaur. Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, Biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut. Masyarakat Napan dan masyarakat Yaur tidak mengenal bakar batu sebagai cara pengolahan makanan. Mereka mengolah makanan dengan cara dipanggang diatas bara atau diasar dan direbus. Sagu dapat diolah menjadi sebuah makanan bernama Papeda Cair, dimana makanan ini biasanya disajikan kepada kaum perempuan yang baru melahirkan gunanya untuk menambah air susu ibu (asi) dan membersihkan kotoran yang masih ada dalam kandungan perempuan yang baru...
Siep adalah salah satu dari beberapa jenis makanan pokok yang biasa di konsumsi oleh orang Hatam. Petatas dapat tumbuh dengan subur diwilayah adat Hatam, dan mayarakat setempat mengupayakan pembudidayaan tanaman ini pada kebun-kebun mereka sabagai penyedia kebutuhan konsumsi. Jenis tanaman yang tergolong tumbuhan merambat ini, dapat hidup dengan baik pada daerah panas dengan kondisi udara yang lembab. Cara Pengolahan: Teknik pengolahan siep menjadi panganan biasanya dapat dilakukan dengan cara dibakar (ikwam siep) serta dapat dilakukan dengan teknik membakar atau memasak didalam bambu muda (itiy siep). Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5193
Keladi atau yang biasa mereka sebut dalam bahasa Me adalah nomo adalah salah satu makanan tradisional penduduk Paniai yang masih ada sampai sekarang, salah satunya. Keladi atau nomo merupakan makanan yang biasa mereka konsumsi sehari-hari, selain itu juga harus tetap ada pada saat acara-acara adat. Cara Pengolahan: Cara mengolah keladi atau nomo cukup sederhana, yaitu biasa diolah dengan cara dibakar batu, bakar langsung di bara api atau dikubur dalam abu yang panas dan dapat pula direbus. Untuk bakar batu menggunakan keladi atau nomo, biasa digunakan dalam acara-acara adat, seperti pesta yuwo (pesta babi). Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=3209
Makanan pokok atau makan tradisional suku moni yaitu keladi. Cara Pengolahan: Keladi ini dikonsumsi oleh keluarga Cara mengolahnya yaitu dengan dibakar dan direbus. Keladi ini digunakan untuk acara-acara adat yang itu biasanya digunakan untuk bakar batu. Selain itu juga untuk saat ini dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=3212
Wati adalah salah satu minuman tradisional yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Malind Animn di pesisir pantai selatan mulai daratan Selatan Kondo pertabatasn RI-PNG sampai di daratan pulau Kimaam, di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Wati (piperaceae misthycum) merupakan salah satu jenis tumbuhan, bagian yang digunakan adalah Akar dan batang. Wati dalam masyarakat Marind Anim mempunyai fungsi yang beragam antara lain; sebagai pembayaran mas kawin, sarinya disuguhkan dalam acara adat, upacara adat. Dalam acara ini mereka boleh menyediakan untuk tamu terhormat dan orang boleh minum dalam jumlah besar. Dahulu sarinya diperas lewat mulut gadis-gadis yang ditumpahkan dalam tempurung kelapa lalu diminum oleh laki-laki dan bisa tidur untuk beberapa hari lamanya. Sekarang wati bisa minum atau diolah oleh masing-masing individu. Keberadaan Magna Wati pada masyarakat Malind Anim merupakan salah satu benda yang sangat berharga, dapat dikatakan Wati sebagai maskawin orang Malind sel...
Makanan tradisional masyarakat Napan dan masyarakat Yaur adalah sagu. Sagu dalam bahasa orang Napan adalah Fi sedangkan untuk orang Yaur adalah Moore. Sagu adalah makanan pokok dan termasuk salah satu hal utama dalam setiap upacara adat masyarakat Napan dan masyarakat Yaur. Sagu diolah menjadi beraneka ragam makanan dan mempunyai sebutan yang berbeda sesuai dengan bahan yang campur atau digunakan. Sagu yang dikelola sering dikombinasikan dengan buah-buahan, Biji-bijian, kacang-kacangan dan daging babi, ikan, udang, daging penyu dan siput laut, makanan ini disebut Tananoko atau Papedah Biji-bijian. Masyarakat Napan dan masyarakat Yaur tidak mengenal bakar batu sebagai cara pengolahan makanan. Mereka mengolah makanan dengan cara dipanggang diatas bara atau diasar dan direbus. Bahan: Bahan yang digunakan untuk pembuatan Tananoko adalah tepung sagu dan air. Cara Pengolahan: Kemudian Tepung sagu yang sudah disiapkan dicampur dengan air hingga mencair lalu diendapkan s...
Petatas Tumbuk adalah jenis makanan tradisional masyarakat dari kampong waryei kabupaten Supiori provinsi Papua. Cara Pembuatan: Pertama petatas direbus sampai masak, kemudian ditumbuk sampai halus, masukan bawang goring putih dan merah, gula pasir dan garam secukupnya, masukan kelapa parut dan ditumbuk sampai semuanya halus dan siap untuk dihidangkan di diatas meja makan. Masakan petatas tumbuk ini biasanya disajikan di rumah-rumah sebagai makana sehari-hari dan juga disajikan diacara-acara pembayaran adat (pembayaran mas kawin). Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5201
Amn Sui adalah Jenis makanan tradisional masyarakat pada beberapa suku bangsa di kabupaten Supiori Bahan: Sagu Kering Kelapa parut Bambu Cara Pembuatan: Olahan sagu kering yang di tapis kemudian di campur dengan kelapa parut kemudian di masukan ke dalam bambu, kemudian di masak di atas bara api ( di asar) sambil bambunya di putar-putar supaya sagu masak merata dan juga bambu tidak terbakar. Setiap kali diadakan pesta adat Amn Sui harus disediakan karena merupakan makanan adat (tradisional) . Amn Sui sudah ada sejak nenek moyang mereka, tradisi memasak ini sudah ada pada beberapa suku bangsa (etnis) yang mendiami wilayah kabupaten supiori dan kini masih terus dilestarikan karena ibu-ibu yang sekarang ini masih memasak Amn Sui dirumah mereka. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5210
Yemen atau Keladi yang ditanam pada kebun-kebun pada masyarakat, ini merupakan makanan tradisional hampir semua masyarakat Papua khususnya masyarakat muyu. Yemen atau keladi ini biasanya hanya dikonsumsi sehari-hari didalam keluarga, tetapi tidak menutup kemungkinan pada acara-acara adat dapat dibuat dalam jumlah banyak untuk dapat dikonsumsi oleh orang banyak. Cara Pembuatan: Cara memasak yemen atau keladi ada tiga yaitu pertama dimasak dengan cara dibakar dengan kulit lalu yang kedua yaitu dengan cara dikuliti kemudian dicincang dan dimasukkan dalam bambu dicampur dengan sayur,ikan kemudian ditutup bagian atas bambu yang berlubang lalu dibakar. Ketiga yaitu kalau ada acara adat biasanya dimasak dengan cara Kawet yaitu keladi dipotong lalu dicampur dengan sayur dibungkus dengan kulit kayu lalu diikat memakai tali lalu dibakar. Fungsi sosialnya yaitu dari makanan tradisional ini dapat menjalin kekeluargaan satu sama lain dan dapat dikonsumsi bersama-sama dalam aca...