Kue Akar Kelapa. Bahan: 1 liter tepung beras putih, 1 butir kelapa, 1/2 kg tepung sagu, 1 butir telur ayam, 1 kg minyak goreng, 1/2 ons mentega, 1/2 kg gula pasir, garam secukupnya, cetakan kue. Cara membuatnya: 1/2 kelapa digoreng sampai kering lalu tumbuk sampai halus. Tepung digongseng sebentar hingga berwarna agak perak lalu angkat. Campurkan tepung, kelapa, telur, mentega, gula lalu diaduk jadi satu. Masukkan air santan dari 1/2 kelapa tadi secukupnya. Masukkan adonan ke dalam cetakan lalu dicetak di dalam kuali yang sudah panas. Sajikan hangat-hangat. RM/Toko yang Menyediakan: Aneka Kue "Akar Kelapa" Pastry Shop Address: Jl. Cipinang Lontar, RT.011 RW06.No. 10, Cipinang Muara, Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta Phone: 0812-8101-2325 Disadur dari http://ensiklopedi-budaya-indonesia.blogspot.com/2009/07/akar-kelapa-makanan-tradisional-betawi.html
Deskripsi : Tari ini dikenal sebagai tari Betawi. Terlihat adanya pengaruh Cina pada tarian tersebut. Video ini dipentaskan pada Rampai Nusantara dari group Saung Budaya - 5 January, 2008. Kontributor Youtube : azndragon126 Sejarah Tari Lenggang Nyai dari Betawi Adalah Wiwik Widiastuti yang mengembangkan Tarian Lenggang Nyai ini. Atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tari Lenggang Betawi. Wiwik sendiri bukan orang Betawi asli, ia adalah orang Yogyakarta. Namun kecintaannya kepada budaya dan tarian betawi, membuat Wiwik menciptakan kreasi Tari Lenggang Betawi ini. Dalam tarian ini dapat melihat ada unsur tanjidor dan tari topeng yang kental sekali. Tarian Betawi Lenggang Nyai ini bercerita tentang Nyai Dasima yang berhasil membebaskan diri dari pemaksaan. Nyai Dasima pun mampu menentukan arah dan pilihan hidupnya . Sumber: http://tari...
Deskripsi : Tari Topeng Gong adalah tari yang berasal dari Betawi, Jakarta. Tari ini dipentaskan oleh Nuansa Seni Indonesia. Kontributor Youtube : nuansaseni
Kalau tidak, nona, karena bulan, sayang Tidaklah bintang, ya nona, tidaklah bintang ya nona meninggi hari Kalau tidak, nona, karena tuan, sayang Tidaklah kami, ya nona, tidaklah kami, ya nona sampai kemari Sirih kuning, nona, batangnya ijo, nona Yang putih kuning, ya nona, yang putih kuning, ya nona memang sejodo Ani-ani, nona, bukannya waja, sayang Dipakailah anak, ya nona, dipakailah anak. ya nona patah tangkainya Kami nyanyi, nona, memang sengaja, sayang Lagunya asli, ya nona, lagunya asli, ya nona pusaka lama Sirih kuning, nona, lagi ditampin, nona Kami menyanyi, ya nona, kami menyanyi, ya nona mohon berhenti Makna Lagu Tentang keanekaragaman Indonesia yang sangat indah. Lagu tentang anak muda yang liriknya berupa pantun. Sirih Kuning merupakan ungkapan dalam bahasa Melayu yang berarti gadis belia nan elok. Sumber: http://deskripsisirihkuning.blogspot.co.id/2...
Kembang Goyang khas Betawi Cara membuat: 1. Siapkan tepung beras, gula, telur, santan, minyak goreng, dan cetakan kembang goyang 2. kocok telur dan gula hingga lembut 3. masukkan tepung dan santan 4. aduk-aduk hingga tercampur dan adonan licin 5. panaskan minyak di wajan 6. celupkan cetakan kembang goyang ke minyak panas hingga panas 7. celupkan cetakan ke adonan 8. celupkan lagi ke minyak panas 9. setelah itu cetakan digoyang-goyang hingga adonan lepas di minyak panas. Tempat yang menyediakan: Warung Mpok Nini | Pusat Oleh-oleh Khas Betawi ( Oleh-oleh Khas Bekasi / Oleh oleh Khas Jakarta ) Souvenir store in Bekasi, Indonesia Address: Jln Belanak 2 Ujung RT.02/01 No.57 Perumnas 2, Kel. Kayuringin Jaya - Bekasi Selatan, Kayuringin Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17144 Phone: 0817-0103-656
Diambil dari buku (Cerita Rakyat Daerah DKI Jakarta) terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1982. Pada masa dahulu ketika Kompeni Belanda masih berkuasa di Indonesia, di daerah kemayoran tinggallah seorang pemuda bernama Murtado. Ayahnya adalah bekas seorang lurah di daerah tersebut. Karena sudah tua, kedudukannya digantikan oleh orang lain. Murtado mempunyai sifat-sifat yang baik, tidak sombong, baik kepada anak kecil, hormat kepada orang tua dan senantiasa bersedia menolong orang-orang yang mendapat kesusahan. Di samping itu dia tekun menuntut ilmu agama, mempelajari bermacam-macam ilmu pengetahuan lainnya seperti ilmu bela diri dan sebagainya. Oleh karena sifat-sifatnya yang terpuji itu, maka Murtado disenangi oleh penduduk di kampung tersebut. Ketika itu, keadaan masyarakat di daerah Kemayoran tidak tenteram. Penduduk selalu diliputi rasa ketakutan, akibat gangguan dari jagoan-jagoan Kemayoran yang berwatak jahat ataupun gangguan dari jagoan daerah lainn...
Untung Suropati adalah seorang pejuang yang gagah berani dalam menentang Kompeni Belanda di Indonesia. Kisah perjuangan Untung Suropati yang legendaris itu banyak ditulis dalam bentuk sastra, seperti antra sejarah, roman, novel, dan bahkan dalam bentuk cerita rakyat. Bagaimana kisah perjuangan Untung Suropati dalam menentang Kompeni Belanda di Indonesia? Ikuti kisahnya dalam cerita Untung Suropati berikut ini! * * * Pada zaman dahulu, ada seorang anak lelaki berusia tujuh tahun yang tidak diketahui nama aslinya. Anak itu seorang budak belian berasal dari Bali yang ditemukan oleh Kapten van Beber (perwira VOC) ketika bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan). Sang Kapten kemudian menjual budak itu kepada Perwira Mur yang berada di Batavia (kini Jakarta) karena kekurangan uang. Sejak anak itu menjadi budaknya, karir dan kekayaan Perwira Mur meningkat pesat. la menganggap budak itu telah membawa keberuntungan dalam hidupnya, sehingga diberinya nama si Untung. Perwira Mur adal...
Untung Suropati adalah seorang pejuang yang gagah berani dalam melawan Kompeni Belanda di Indonesia. Kisah perjuangan Untung Suropati yang legendaris itu banyak ditulis dalam bentuk sastra, seperti antra sejarah, roman, novel, dan bahkan dalam bentuk cerita rakyat. Bagaimana kisah perjuangan Untung Suropati dalam melawan Kompeni Belanda di Indonesia? Ikuti kisahnya dalam cerita Untung Suropati berikut ini! *** Pada zaman dahulu, ada seorang anak lelaki berusia tujuh tahun yang tidak diketahui nama aslinya. Anak itu seorang budak belian berasal dari Bali yang ditemukan oleh Kapten van Beber (perwira VOC) ketika bertugas di Makassar, Sulawesi Selatan). Sang Kapten kemudian menjual budak itu kepada Perwira Mur yang berada di Batavia (kini Jakarta) karena kekurangan uang. Sejak anak itu menjadi budaknya, karir dan kekayaan Perwira Mur meningkat pesat. la menganggap budak itu telah membawa keberuntungan dalam hidupnya, sehingga diberinya nama si Untung. Perwira Mur adalah seo...