1. Sawérigading mendatangi isterinya yang bernama I Wé Cudai memberitahukan bahwa anak angkatnya yang bernama La Mappanyompa mengundangnya ke Senrijawa untuk menghadiri uapacara yang diadakan oleh saudaranya. 2. Utusan pembawa undangan itu juga mengundang anak datu tujuh-puluh, sambil mengatakan bahwa sejak bulan lalu dia mengantar juga undangan ke Tompo Tikka, Singki Wéro dan Lau Saddeng. 3. Anak datu tujuh-puluh sedang asyik menyabung ayam di gelanggang, sedang Wé Tenridiyo yang bergelar Batari Bissu anak Sawérigading yang dinasibkan menjadi bissu sejak kecil, menengadah ke langit berkomunikasi dengan orang kayangan suami langitnya yang bernama To Sompa Riwu. 4. To Sompa Riwu turun dari langit menjemput Wé Tenridiyo menaikkannya ke Boting Langi. Dalam perjalanannya ke Boting Langi, dia melihat dunia yang ditinggalkan itu besarnya hanya bagaikan sebua kempu. 5. Setiba Wé Tenridio di Boting Langi, dia mendengar dari bawah bunyi gendang besar, gendang upacara Wé Tenriba...
Ika teri tura tea bau Adat taman io loa sayang E aule pakarenaya Pakarenaya labiriri pagaukang Ika tebu tara teang sayang Punania pagaukang sayang E aule suku Bajina suku Bajina punania pakarena Pura raba piu rukang sayang Baju Bodo kaun lolo sayang E aule suku Bajina Suku Bajina punania ke anggada
Kukana tuni pela tuni buang ritamparang Tuni ayukkan rije'ne narampung tau maraeng Caddi caddi dudu in'ja nana pellaka ammaku Mantang mama ka'leka'le tu'guru je'nne matanku Aule sa'resa're na i kukang sayang Sa're tenama kucini lino empo tenama te'nena Aule sa'resa're na i kukang sayang Sa're tenama kucini lino empo tenama te'nena
Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang ! Tallu luwara lekona Napak napak lalang bang sikontu bonena lino Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang ! Malam parang laisinu Alla mate te bombang Buhuleng tanna lajjunu Baku' ku na bun tulu nakku dendek, naluluang ! Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang Baji baji ri matangku
Ma nene, merupakan sebuah upacara adat Toraja, di mana pada waktu tertentu peti-peti mati dikeluarkan dari makam-makam liang batu, lalu diletakkan di sebuah arena. Keluarga dan kerabat berkumpul. jenazah (masih utuh atau tinggal tulang-belulang) dan mengganti busananya dengan yang baru. Sang mayat diperlakukan seperti halnya orang yang masih hidup dan masih dianggap bagian dari keluarga besar. Ritual ma' nene' diadakan sebagai wujud cinta kasih keluarga kepada yang telah meninggal. Bahkan keluarga memiliki pengharapan bahwa arwah para leluhur akan menjaga mereka dari gangguan-gangguan yang jahat. Ini mencerminkan keunikan orang Toraja, dengan Cinta kasih yang tak mengenal batas dunia (orang hidup dan mati) sebagai salah satu bagian dari harmoni kehidupan. Ritual Ma nene pada awalnya bermula dari sebuah tradisi yang mengharuskan jenazah segera dikuburkan (tidak boleh disimpan lama). Dalam ritual ma'nene' ini juga dilakukan pemotongan kerbau, dagingnya dimakan di...
Makanan ini terbuat dari susu sapi atau kerbau yang hanya bisa ditemukan di Kabupaten Enrekang. Kata 'Dangke' diyakini berasal dari bahasa Belanda 'Dangkjwel' yang artinya terima kasih. Konon makanan ini dulunya disuguhkan untuk orang Belanda yang kemudian mengucapkan, "Dangkjwel! Dangkjwel!" yang terdengar seperti seperti kata 'Dangke' di telinga orang lokal. Dangke dibuat dengan cara merebus campuran susu segar dengan garam dan sedikit getah buah pepaya. Saat direbus, enzim papain pada getah pepaya memisahkan protein susu dengan air sehingga jika disaring akan didapati gumpalan protein susu pada rebusan tadi. Gumpalan ini yang dicetak di tempurung kelapa sehingga berbentuk seperti gula aren. Dangke bisa diolah dengan cara direbus, dibakar, atau digoreng. Bahan: Susu kerbau/sapi Getah pepaya dari air perasan daun pepaya Cara membuat: Panaskan susu segar sampai mendidih, kemudian tambahkan getah pepaya hing...
Ika teri tura tea bau Adat taman io loa sayang E aule pakarenaya Pakarenaya labiriri pagaukang Ika tebu tara teang sayang Punania pagaukang sayang E aule suku Bajina suku Bajina punania pakarena Pura raba piu rukang sayang Baju Bodo kaun lolo sayang E aule suku Bajina Suku Bajina punania ke anggada
Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang ! Tallu luwara lekona Napak napak lalang bang sikontu bonena lino Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang ! Malam parang laisinu Alla mate te bombang Buhuleng tanna lajjunu Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang ! Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang Baji baji ri matangku
Cipt. Bora DG Irate Kukanga' tunipela Tunibuang ritamparang Kunianyukan rije’ne Narappung tau maraeng Ca'di ca'di dudu in’ja Nana pelakka anrongku Mantang mama kale kale Tu’guru' je’ne matangku Aule ... sare sarengna Ikukang sayang Sare tea takucini Empo tena mate’nena