maulid
18 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Mpaa Lenggogo
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Barat

Tari Mpaa Lenggogo merupakan sebuah tarian menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini sering dpertunjukan pada upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja

avatar
agus deden
Gambar Entri
Upacara U’a Pua
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Upacara U’a Pua  merupakan sebuah tradisi masyarakat Lombok yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Upacara U’a Pua dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang juga dirangkai dengan penampilan atraksi Seni Budaya masyarakat Suku Mbojo (Bima) yang berlangsung selama 7 hari.Prosesi U’a Pua diawali dengan Pawai dari Istana Bima yang diikuti oleh semua Laskar Kesultanan, Keluarga Istana, Group Kesenian Tradisional Bima dengan dua Penari Lenggo yang dilengkapi dengan Upacara Ua Pua. Selama proses pawai berlangsung Group Kesenian terus memainkan Genda Mbojo, Silu dan Genda Lenggo. Ketika memasuki Istana, Penunggang Kuda menari dengan suka ria ( Jara Sara’u), Sere, Soka dan lain-lain sampai Ketua Rombongan bertemu dengan Sultan yang diiringi dengan Penari Lenggo. Pada sa’at itu diserahkan ”Sere Pua” dan Al-Qur’an kepada Sultan. 

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
tari mpaa lenggogo
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Barat

     Seni tari daerah Nusa Tenggara Barat adalah tari Mpaa Lenggogo. Tari Mpaa Lenggogo merupakan tarian yang digunakan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad saw. Tarian ini sering dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan.

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Tari Mpaa Lenggogo
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Barat

Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
Tari Rudat
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Barat

Kidnesia.com - Tari rudat sudah ada di Indonesia sejak abad ke-15. Dulu, rudat diajarkan di pesantren sebagai sarana dakwah. Berbarengan dengan penyebaran agama Islam di berbagai daerah di Indonesia, tari rudat pun menyebar dan menjadi tarian rakyat. Di Pulau Lombok, tari rudat bisa kita jumpai hampir di setiap kecamatan. Bahkan, beberapa sekolah dasar mengajarkan tari rudat kepada murid-muridnya. Gerakan tari rudat seperti gerakan pencak silat. Meskipun tari rudat cukup berkembang, pelatih tari rudat tidak banyak. Salah satunya adalah Pak Murfa’in, seniman rudat yang tinggal di Desa Bagek Polak, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Jumlah pemain rudat ada 10 orang. Sedangkan pemain musik yang mengiringi rudat ada beberapa orang. Masing-masing menabuh gendang, tambur, seruling, dan satu orang lagi bertugas menyanyikan syair rudat. Pementasan rudat hanya berlangsung 10 menit. Terdiri 3 bagian, yaitu pembukaan, shalawat, dan...

avatar
Tia Amelia
Gambar Entri
Tradisi Ngurisan
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Tradisi Ngurisan atau cukur rambut bayi merupakan tradisi yang sudah lama dilaksanakan di Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini dilakukan kepada bayi yang baru lahir atau berumur di bawah enam bulan. Ngurisan biasanya dilaksanakan di masjid atau musala pada hari-hari besar agama Islam, terutama saat peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid). Keunikan pada tradisi ini adalah seluruh tokoh agama dan masyarakat yang diundang harus mencukur atau memegang kepala bayi tersebut. Sebelum prosesi Ngurisan dilaksanakan, terlebih dahulu dimulai dengan Namatan atau pembacaan ayat-ayat pendek yang dilakukan oleh anak-anak usia sekolah dasar. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan kitab barzanji atau riwayat perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa untuk menerima perintah salat lima waktu sehari semalam dari Allah SWT.   Selesai pembacaan kitab barzanji tersebut barulah proses Ngurisan dilaksanakan bersamaan dengan Selaqaran. Seluruh tokoh agama dan...

avatar
Gandung Aryopratomo
Gambar Entri
Tradisi Rebo Bontong
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Tradisi Rebo Bontong atau Rabu terakhir di bulan Syafar pada kalender Islam adalah melakukan mandi bersama di aliran Kali Jangkuk, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tradisi Rebo Bontong diniatkan untuk menyucikan jiwa raga serta segala dosa dan menyambut perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.   Biasanya setiap Rebo Bontong, masyarakat berkumpul kemudian mandi bersama-sama di aliran Kali Jangkuk. Bersamaan dengan itu, para pedagang dadakan yang berjualan aneka kue dan makanan tradisional, ambil bagin dalam meramaikan suasana.   Selain di Kota Mataram, tradisi “rebo bontong” juga dilaksanakankan pada beberapa desa di Pulau Lombok, di antaranya di Desa Kuranji, Kabupaten Lombok Barat dan Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.   Sumber:  http://www.jurnalsumatra.com/2014/12/17/warga-mataram-rayakan-tradisi-rebo-bontong/ http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/gaya-sufi/14/01/01/myqajl-masyarakat-mataram-rayakan-...

avatar
Gandung Aryopratomo
Gambar Entri
Pawai Kembuli
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Barat

Di salah satu tempat di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat di sebuah desa yang bernama Desa Rempung, terdapat tradisi rutin tahunan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu Pawai Kembuli.   Pawai Kembuli merupakan pawai unik dengan menampilkan beberapa miniatur yang identik dengan Islam seperti masjid, Al Quran raksasa, dan musala. Miniatur tersebut kemudian dihiasi dengan beberapa lembar uang kertas, hasil tanam, dan jajanan tradisional khas warga setempat.   Miniatur yang telah dihias tersebut kemudian diarak ke setiap ruas jalan yang ada di desa sambil disaksikan oleh seluruh warga yang saat itu berkumpul dalam perayaan maulid ini. Sambil diarak, warga sesekali meletakkan aneka jajan ke dalam miniatur tersebut.   Keunikan dari Kembuli ini terletak pada cara mengaraknya yang tetap dilestarikan oleh masyarakat setempat. Setiap Kembuli harus diarak dengan cara dipikul, tidak boleh didorong ataupun diletakkan diatas kendaraan.  ...

avatar
Gandung Aryopratomo
Gambar Entri
Nasi Rasul - Lombok - Nusa Tenggara Barat
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

Pada masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) maulid Nabi atau perayaan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, tidak saja dirayakan dalam bentuk kegiatan acara pengajian di masjid tetapi juga dirayakan dengan menghidangkan masakan dan aneka jajanan lokal atau dalam bahasa Lombok disebut pesajiq. Kuliner khas tersebut disuguhkan dan dibawa pulang para tamu undangan sebagai oleh-oleh usai acara pengajian dilaksanakan. Salah satu masakan yang dibuat masyarakat adalah “nasi rasul” sebagai menu yang wajib ada diselipkan dalam setiap keresek plastik pesajiq yang diberikan kepada tamu undangan. Nasi rasul wajib ada sebagai bentuk kesyukuran dan rasa gembira dan suka cita umat Islam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Menurut cerita orang tua tempo dulu, nasi rasul sendiri sudah ada sejak nenek moyang tempo dulu dan tetap dibuat hingga sekarang di setiap perayaan maulid. Nasi rasul sendiri termasuk jenis kuliner maulidan yang b...

avatar
Riani Charlina