monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
156 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Cakalele
Tarian Tarian
Maluku

Kontributor YouTube: balagu1 Cakalele merupakan tarian tradisional Maluku yang dimainkan oleh sekitar 30 laki-laki dan perempuan. Para penari laki-laki mengenakan pakaian perang yang didominasi oleh warna merah dan kuning tua. Di kedua tangan penari menggenggam senjata pedang (parang) di sisi kanan dan tameng (salawaku) di sisi kiri, mengenakan topi terbuat dari alumunium yang diselipkan bulu ayam berwarna putih. Sedangkan penari perempuan mengenakan pakaian warna putih sembari menggenggam sapu tangan (lenso) di kedua tangannya. Para penari Cakalele yang berpasangan ini, menari dengan diiringi musik beduk (tifa), suling, dan kerang besar (bia) yang ditiup. Tari Cakalele disebut juga dengan tari kebesaran, karena digunakan untuk penyambutan para tamu agung seperti tokoh agama dan pejabat pemerintah yang berkunjung ke bumi Maluku. Keistimewaan tarian ini terletak pada tiga fungsi simbolnya. (1) Pakaian berwarna merah pada kostum penari laki-laki, menyimbolkan rasa heroisme terhadap bum...

avatar
Budaya Indonesia
Gambar Entri
Tari Katereja Lompat Gaba-gaba Maluku
Tarian Tarian
Maluku

Deskripsi : Tari Katereje Lompat Gaba-Gaba adalah tarian yang berasal dari Maluku, tarian ini dilakukan oleh para muda mudi dan para wanitanya membawa sapu tangan. Kontributor Youtube : torasham

avatar
Budaya Indonesia
Gambar Entri
Tari Tifa
Tarian Tarian
Maluku

Keterangan: Tari Tifa selalu dipersembahkan untuk menyambut para tamu di Maluku Tenggara. Gerakan-gerakan yang ditampilkan penarinya sangat menarik.

avatar
Budaya Indonesia
Gambar Entri
Tradisi Pukul Sapu
Ritual Ritual
Maluku

Biasanya dilakukan di pelataran Masjid Besar Morella Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Upacara ini diperingati tanggal 7 Syawal. Dilakukan dengan bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pendek dan ikat kepala merah serta menggenggam seikat lidi enau. Sesuai namanya dilakukan pukul/ sabetan sapu yang mengakibatkan luka. Ini dimaksudkan sebagai jejak perjuangan Kapitan Telukabessy yang memimpin perjuangan rakyat Maluku melawan VOC di perang Kapaha yang berawal dari pengepungan Benteng Kapahaha. milik warga Maluku dan pendirian markas VOC di Teluk Sawatelu pada tahun 1636. Pada puncak perang yang terjadi tujuh hari tujuh malam, para pejuang terdesak karena diserang dari darat dan tembakan meriam kapal-kapal VOC, Benteng Kapahaha akhirnya dikuasai Belanda. Upacara ini cukup diminati wisatawan asing.

avatar
Usman
Gambar Entri
Minyak Mamala
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Maluku

Minyak mamala terbuat dari minyak kelapa yang diberi doa-doa secara Islam oleh para tetua adat dan pemuka agama di rumah Raja Mamala. Biasa digunakan juga bersamaan dengan getah jarak pada upacara Pukul Sapu yang dilakukan di Morella setiap 7 Syawal. (sumber Kompas)

avatar
Usman
Gambar Entri
Bambu Gila
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Maluku

Bambu Gila merupakan permainan rakyat warga maluku. Permainan ini melibatkan kekuatan supranatural untuk menjalankannya, walaupun tidak diperlukan ritual tertentu. Sebatang bambu dipegang oleh beberapa orang, lalu oleh seorang dukun bambu ini diberi mantera. Lama kelamaan bambu ini terasa berat hingga orang-orang yang memegangnya berjatuhan ke tanah. Pelaksanaannya biasanya diiringi dengan musik perkusi. Permainan ini dimainkan oelh 7 orang pemuda yang memegangi bambu dan didampingi oleh seorang yang disebut pawang. Atraksi diawali dengan membaca do'a memohon keselamatan. Kemudaian pawang akan membakar kemenyan atau mengunyah irisan jahe sambil membaca mantera atau jampi-jampi. Setelah itu, pawang akan melumuri bambu dengan asar kemenyan atau menyemburkan jahe ke bambu sampai dengan ruas bambu yang terakhir. Kemudian pawang akan berteriak "gila, gila, gila". Maka atraksi bambu gila pun dimulai. Para pemain akan terombang-ambing kesana kemari mengikuti bambu tersebut.

avatar
Usman
Gambar Entri
Hawear Vat
Ornamen Ornamen
Maluku

Patung “Hawear Vat” atau sering disingkat "Havet" atau dalam bahasa Belanda disebut “Werwat” merupakan patung yang terdapat di Desa Kelanit, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Maluku. Sekarang patung ini tidak ada lagi di Maluku. Dalam masa penjajahan, tepatnya pada tahun 1914, benda bersejarah ini telah dibawa keluar kampung ini dan akhirnya kini tersimpan di Museum Leiden sebagai bagian koleksi benda-benda purbakala Museum tersebut.    Berdasarkan foto dari A.J. Gooszen,  Royal Dutch East-Indian Army officer yang tertarik terhadap ethnography, tahun 1911/1912, patung ini terdiri dari patung seorang Ibu dan anaknya. Dari keterangan lisan penduduk, patung-patung terbuat dari sejenis kayu keras. Patung-patung ini berada di bukit Masbait, lokasi Ohoi Kebav yang dihuni Marga Rumyaan dan Kilmas, dan yang menjadi penjaga dan pembawa persembahan adalah Kepala Marga Kilmas Lekesubun, karena mata rumah Kilmas yang lainnya bermukim di kampung tetangga...

avatar
Rolan Mauludy Dahlan
Gambar Entri
Gong Sedang
Alat Musik Alat Musik
Maluku

Alat musik ini terbuat dari kuningan. Gong dihias dengan motif 2 ekor naga yang menjelaskan tentang kekuatan dan pengaruh motif dari negeri Cina. Dahulu, gong berfungsi sebagai alat barter cengkeh dan pala, cenderamata yang diberikan oleh pedagang Jawa kepada raja-raja di Maluku, alat komunikasi, mahar dan harta kekayaan. Gong juga dimainkan sebagai pengiring tari-tarian (seperti tari Cakalele). Setiap tabuhan bunyi gong memiliki makna tersendiri. Dengan demikian, para leluhur orang Maluku secara arif tidak menutup diri terhadap pengaruh budaya dari luar.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tahuri / Terompet Kerang
Alat Musik Alat Musik
Maluku

Alat musik ini terbuat dari kerang. Jenis kerang triton (trifton shell) sangat baik untuk dipakai sebagai alat tiup. Pada bagian tengah dilubangi sebagai tempat hembusan udara dengan bunyi yang monofon. Cara meniupnya sama dengan cara meniup terompet. Tahuri termasuk alat musik yang cukup tua. Penyebutan terompet kerang (Tahuri) atan sanka (sansekerta) pertama kali dijumpai dalam kawinan Ramayana. Sanka juga disebutkan dalam sejumlah prasasti seperti prasasti Sembiran Al (845 Saka/923 M) dan prasasti Buwahan A (917 saka/ 996 M), serta naskah kuno lainnya seperti Wirataparwa (918 saka / 996 M), Arjunawiwaha (962 saka /1040 M) dan Bharatayuddha (1079 saka / 1157 M. Secara visual, sankha sebagai alat musik dipahatkan pada relief Candi Borbudur, Candi Brahma (kompleks percandian Prambanan), Candi Jawi, dan Candi Sukuh. Alat musik ini juga terdapat di Nias (Sigu), Enggano (Kemiu) dan Papua. Bagi masyarakat Maluku, terompet kerang berfungsi sebagai alat komunikasi untuk mengu...

avatar
Sobat Budaya