Nona manis siapa yang punya Nona manis siapa yang punya Nona manis siapa yang punya Rasa sayang sayange Baju merah siapa yang punya Baju merah siapa yang punya Baju merah siapa yang punya Rasa sayang sayange Ingat ingat itu Remember Jangan lupa itu Don't Forget Aku cinta itu i Love You Hanya kamu Only You
Ole sioh, sayang la di lale Apa tempo, bale la kembali Ingat Ambon, tanah tumpa darah Lagi ibu, bapa dan saudarah Mana kala beta sakit Hati beta tra senang Duduk murung serta tangis air mata tumpalah bale muka kanan kiri Mama papa tra ada Siapa siapa tolong beta Beta ini asinglah Ole sioh, sayang la di lale Apa tempo, bale la kembali Ingat Ambon, tanah tumpa darah Lagi ibu, bapa dan saudarah Ambon tanah jang kucinta Meski hina rupamu Beta tidak akan lupa Slama hajat hidupku Beta ingin mau pulang Asal pandjang umurku Asal sadja Tuhan sajang Lagi ada serta-ku Ole sioh, sayang la di lale Apa tempo, bale la kembali Ingat Ambon, tanah tumpa darah Lagi ibu, bapa dan saudarah
Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi Kalau ada umur panjang boleh kita bertemu lagi Rasa sayange, rasa sayang sayange Lihat Ambon dari jauh rasa sayang sayange Rasa sayange, rasa sayang sayange Lihat Ambon dari jauh rasa sayang sayange
Sayang dilale sayanglah dilale sioh nona manise sayang dilale Sayanglah dilale sayanglah dilale sioh Ambon manise
Mande mande ana kona e mande Wato rasa bagaimana beta pulang kawin dengan se Malayo malayo malayo Malayo tinggal dari tanjung tanjung yo tanjung Yo Malayu tinggal dari tanjung tanjung tanjung yo Sauh reka reka gaba gaba ampat buah Kalo nyong sayang beta mari dekat dekat dekat jua
Sayang kene rasa sayang kene, lihat dari jauh rasa sayang kene Ombak putih-putih ombak datang dari laut kipas lenso putih tanah Ambon sudah jauh Ole sioh sioh sayange lah rasa sayange Sayang dilale apa tempo tuan balik ya nona ole sioh sayange La gelange la gelange la mari topu topu gelange Sengaja topu tangan topu tangan rame-rame, rame-rame gelange la balenggang lombose
Hura-hura cincin hura-hura lempar Kasih jalan cincin janganlah ditahan Rame rame duduk di jembatan la lempar batu seorang satu Rame rame duduk berhadapan, nona, ambil pantun seoranglah satu Ole sioh rasa sayang rasa sayange lakona badan kona badane Buang badan ke rumah lah tangga, nona, ingat bujang selalu manise
Pada zaman dulu ada seorang lelaki yang pekerjaanya mencari kayu bakar di hutan. Suatu ketika dengan menggunakan perahu ia tiba di pantai Latuhalat. Tepatnya di ujung tanjung Latuhalat, Dusun Waimahu kemudian ia berjalan mendaki bukit, menuruni lembah naik dan sampailah ia di puncak gunung lalu ia mencari kayu-kayu di situ. Ketika matahari mulai terbenam lalu ia beristirahat, ia hendak menuruni lembah menuju ke pantai. Tetapi hari sudah malam, maka ia menggambil keputusan untuk bermalam di situ. Kemudian ia melihat-lihat dan matanya tertuju disuatu tempat yang sangat bersih. Malam itu bulan purnama cahayanya terang-menerang menerangi tempat itu. Ia hendak tidur tetapi ia belum dapat memejamkan mata, ia diganggu binatang-binatang kecil antara lain, agas, nyamuk dan ular. Tiba-tiba seekor ular datang menelanya kemudian memuntahkanya kembali tiba-tiba bunyi gemuruh seakan-akan membelah bumi ini, ia menjadi takut dan merinding bulu romanya. Saat itu pula berdirilah seorang bapak tua, yan...
Ada satu Desa di jazirah Baguala namanya Desa Poka, biasanya disebut Desa Poka-Rumah Tiga. Dulu di Desa ini tinggal satu keluarga yang sangat sederhana namun mereka hidup bahagia. Kepala keluarga bernama Bapak Bram. Beliau bekerja sebagai petani dan biasanya mendayung perahu membawa penumpang dari Poka-Rumah Tiga ke Galala pulang pergi, sedangkan istrinya bernama Ibu Mina. Ibu Mina adalah wanita yang cantik, rajin dan bekerja membantu Bapak Bram menambah penghasilan keluarga yaitu dengan cara bakar sagu untuk dijual. Bapak Bram dan Ibu Mina mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik, saat itu berusia 16 tahun. Anak itu bernama Martha, berkulit hitam, rambutnya ikal panjang terurai hingga betis. Setiap sore sehabis Ibu Mina membakar sagu, biasanya Martha berjalan menjual sagu kepada orang-orang disekitar Desa Poka. Dia selalu memakai baju cele merah muda (baju adat wanita Ambon), dengan rambut yang dikonde, dan sagu ditaruh diatas baki. Martha berjalan menjual...