Sop mutiara merupakan kuliner peranakan dari bangsa lain, tepatnya Tionghoa, yang telah mengalami pengubahan rasa sehingga lebih sesuai dengan lidah masyarakat nusantara. Di dalam budaya Tionghoa, sop mutiara biasanya hadir ketika hari raya imlek tiba. Selain imlek, sop mutiara juga biasa tertampung dalam wadah panci ketika ada acara-acara besar peranakan Tionghoa, semisal pernikahan, ulang tahun, dan sebagainya. Makanan khas Banjarmasin ini dinamakan sop mutiara karena di dalamnya terdapat bakso kerikil atau bakso berukuran kecil-kecil layaknya mutiara. Bakso yang digunakan dibuat dari daging ayam yang digiling yang kemudian dicampur dengan kentang dan bawang putih halus. Tekstur baksonya lembut, tapi tidak selembut bakso ikan. Bicara mengenai rasanya, sop mutiara mempunyai cita rasa gurih yang dihasilkan dari perpaduan antara susu, tumbukan bawang merah, bawang putih, dan pala. Sumber: http://makananoleholeh.com/makanan-khas...
Sop Mutiara merupakan salah satu menu makanan yang selalu hadir ketika Hari Raya Imlek dan merupakan makanan khas yang berasal dari orang-orang peranakan Tionghoa. Sop Mutiara adalah makanan khas masyarakat Tionghoa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Makanan ini biasanya akan disajikan disetiap acara-acara besar Tionghoa, seperti pernikahan, ulang tahun dan lain sebagainya. Awal mulanya masakan ini berasal dari daratan tiongkok yang kemudian dibawa oleh orang Tionghoa yang masuk ke Pulau Kalimantan dan mengalami akulturasi dengan makanan khas Kalimantan. Sop Mutiara terdiri dari bakso berukuran kecil-kecil seperti mutiara sebagai bahan utama pembuatannya, tak heran jika sop ini dinamakan Sop Mutiara. Bakso mutiara ini berasal dari daging ayam yang digiling, dicampur dengan kentang, bawang putih yang dihaluskan dan rasa susu atau manis yang menonjol karena ditambahkan susu bubuk. Teksturnya halus dan lembut, tapi nggak selembut bakso ikan. Berikut merupakan resep cara pembuatan Sop...