Dalam Wacana dan Khasanah Kebudayaan Nusantara, Kujang diakui sebagai senjata tradisional masyarakat Masyarakat Jawa Barat (Sunda) dan Kujang dikenal sebagai senjata yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah Kujang berasal dari kata Kudihyang dengan akar kata Kudi dan Hyang. Kudi diambil dari bahasa Sunda Kuno yang artinya senjata yang mempunyai kekuatan gaib sakti, sebagai jimat, sebagai penolak bala, misalnya untuk menghalau musuh atau menghindari bahaya/penyakit. Senjata ini juga disimpan sebagai pusaka, yang digunakan untuk melindungi rumah dari bahaya dengan meletakkannya di dalam sebuah peti atau tempat tertentu di dalam rumah atau dengan meletakkannya di atas tempat tidur (Hazeu, 1904 : 405-406) Sedangkan Hyang dapat disejajarkan dengan pengertian Dewa dalam beberapa mitologi, namun bagi masyarakat Sunda Hyang mempunyai arti dan kedudukan di atas Dewa. Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusa...
Deskripsi : Tari Pancasari salah satu karya cipta dari R. Yuyun Kusumadinata yang diwujudkan sekitar tahun 1975 merupakan sebuah tarian yang menggambarkan lima orang penari lascar wanita yang dipimpin oleh putri bungsu Pajajaran bernama Purnamasari. Kontributor Youtube : wijaya2112
Deskripsi : Tari Merak menggambarkan kehidupan satwa burung Merak yang mempunyai keanggunan,keindahan dan kelincahan gerak-geriknya dalam kehidupan burung Merak yang sedang bercanda ria didalam alam jagad raya ini. Tari ini adalah tarian yang dimainkan wanita. Ia adalah tari klasik Sunda yang menyimbolkan kecantikan alam. Berikut ini adalah Tari Merak versi UPT UNPAD. Kontributor Youtube : yozza06
Deskripsi : Tari Merak menggambarkan kehidupan satwa burung Merak yang mempunyai keanggunan,keindahan dan kelincahan gerak-geriknya dalam kehidupan burung Merak yang sedang bercanda ria didalam alam jagad raya ini. Tari ini adalah tarian yang dimainkan wanita. Ia adalah tari klasik Sunda yang menyimbolkan kecantikan alam. Berikut ini adalah Tari Merak versi KABUMI UPI. Kontributor Youtube : kabumi
Deskripsi : Tari Merak menggambarkan kehidupan satwa burung Merak yang mempunyai keanggunan,keindahan dan kelincahan gerak-geriknya dalam kehidupan burung Merak yang sedang bercanda ria didalam alam jagad raya ini. Tari ini adalah tarian yang dimainkan wanita. Ia adalah tari klasik Sunda yang menyimbolkan kecantikan alam. Berikut ini adalah Tari Merak versi LSS ITB 2004. Kontributor Youtube : SinaSulaeman
Bahan katun, digunakan sebagai selendang pelengkap busana wanita, juga biasa dijadikan kain gendongan pada saat nyambungan. Dibuat pada masa evakuasi menjelang kemerdekaan RI, tahun 1942. Ragam hias kotak-kotak, lambang keselamatan.
Bahan mori prisma dengan teknik tulis dan ragam hias buketan (rangkaian bunga). Cara kain seperti ini awalnya digunakan wanita Cina peranakan, dipadukan dengan kebaya encim.
Dewi GEDENG PERMONI/ BETARI DURGA Wayang golek Sunda Salah satu versinya dikisahkan sbb:Perkawinan Batara Guru dgn Dewi Uma yg cantik tidaklah seharmonis yg diharapkan dan berakhir dgn mengakibatkan Batara Guru bertaring panjang dan Dewi Uma menjadi raseksi(Raksasa wanita).Mereka berdua saling menyesal. Batara Guru merasa Dewi Uma yg telah berubah menjadi raseksi tidak lagi pantas sebagai istrinya,maka ditukarlah badan jasmani Dewi Uma dgn Dewi Gedeng Permoni yg sangat cantik tetapi berambisi serta berkeinginan hanya mau menikah dgn raja dewa, yakni Batara Guru.Dan jiwa Dewi Gedeng Permoni dimasukkan ketubuh Dewi Uma yg telah berujud raseksi dan diberi nama Betari Durga.Kelak Betari Durga diperistri oleh Batara Kala,selanjutjnya pasangan itu serta turunannya berupa raksasa selalu berbuat onar dimarcapada/dunia.Mereka diberi kekuasaan dihutan Setra Gandamayit untuk memerintah para jin;iblis;banaspati;gandarwa dan mahluk halus jahat lainnya.
Istilah ketuk tilu diambil dari alat musik pengiringnya, yaitu 3 buah ketuk (bonang) yang memberi pola irama rebab, kendang (gendang) indung (besar) dan kulanter (kecil) untur mengatur dinamika tari atau kendang yang diiringi kecrek dan goong. Dahulu, ketuk tilu adalah upacara menyambut panen padi sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Upacara ini dilakukan pada waktu malam hari, dengan mengarak seorang gadis diiringi bunyi-bunyian yang berhenti di tempat luas. Sekarang, ketuk tilu menjadi tarian pergaulan dan hiburan, biasanya diselenggarakan pada pesta perkawinan, hiburan penutup suatu kegiatan, atau digelar pada acara-acara khusus. Di desa-desa tertentu, pertunjukan tari ketuk tilu sering dilakukan semalaman suntuk. Kostum yang dipakai penari wanita ketuk tilu adalah kebaya, sinjang (celana panjang) sabuk, dan beragam aksesoris, seperti gelang dan kalung. Sedangkan untuk penari pria, mengenakan baju kampret warna gelap, celana pangsi, ikat kepala, dan sabuk kulit....