Oto Oto Galuek merupakan mainan mobil-mobilan dari Sumatera Barat. Oto Oto Galuek sendiri mempunyai arti mobil-mobilan dari batok kelapa. Oto Oto Galuek dapat dibuat sendiri dengan perkiraan waktu sekitar dua jam. Oto Oto Galuek dibuat dari kelapa yang telah dimakan oleh tupai sehingga dalam keadaan yang sudah tidak bagus dan juga dari kayu. Tempat duduk dibuat dari papan kayu dan sumbunya dari kayu atau pohon lamtoro gung. Rodanya terbuat dari batok kelapa yang sudah tua tapi cukup utuh walaupun isinya sedikit berlubang karena sudah dimakan tupai. OSKMITB2018 (Sumber:Fitri Yenti,5 Agustus 2018)
Permainan Lempar Sendal adalah permainan yang sangat sederhana. Hanya membutuhkan lapangan yang lumayan luas (sekitar lapangan badminton), sendal jepit, dan kapur. Permainan ini dapat dimainkan dengan minimal dua orang, tetapi semakin banyak yang bermain maka semakin seru permainannya. Permainan ini dilakukan dengan cara setiap pemain melempar sendal secara bergantian, tetapi sendal tidak boleh melayang, harus “meleret” di tanah. Jika sendal melayang, makan pada ronde tersebut pemain tersebut tidak mendapat poin. Yang paling jauh melempar sendal akan mendapat poin paling banyak, tetapi pemain tidak boleh melempar sendal melewati garis yang sudah ditandai dengan kapur. Jarak dari pemain ke batas garis kapur adalah sekitar 10 meter, tetapi bisa berubah sesuai kesepakatan pemain. Jika pemain melempar sendal melewati batas kapur, maka pemain tersebut tidak mendapatkan poin pada ronde tersebut. Permainan ini dimainkan biasanya dengan 5 ronde, namun bisa berubah sesua...
Permainan batu tujuh merupakan permainan tradisional Indonesia yang sering dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini juga biasa disebut bete tujuh atau tujuh batu pahlawan. Untuk bermain permainan ini dibutuhkan setidaknya 3 pemain. Berikut cara bermain batu tujuh. 1. Menentukan satu pemain yang jaga dengan cara hompimpa atau dengan cara lain. 2. Menyusun tujuh batu secara bertumpuk. 3. Pemain yang tidak jaga memegang masing-masing satu batu. 4. Pemain yang tidak jaga melempar batu yang sudah dipegang tadi ke tumpukan batu. 5. Jika tumpukan batu runtuh maka pemain yang jaga harus secepatnya menyusun kembali batu-batu tersebut sementara pemain yang tidak jaga berlari mencari tempat untuk bersembunyi. 6. Setelah pemain yang jaga menyusun batu, ia harus mencari dan menyentuh serta menjaga tumpukan batu tadi agar tidak diruntuhkan oleh pemain yang tidak jaga. Sementara itu, pemain yang tidak jaga berusaha untuk meruntuhkan kembali tumpukan batu tersebut. 7. Jika pemain yang jaga dapa...
" cang kacang panjang, yang panjang jadi " yap, begitulah lagu yang dinyanyikan dalam permainan kacang panjang. Sejak kecil saya suka permainan ini yang saya mainkan dengan teman teman yang berada di daerah rumah saya. permainan ini bisa dilakukan minimal 3 orang. maksimal nya bebas. semakin banyak, permainan ini akan semakin seru. permainan ini dilakukan dengan cara mengepalkan satu tangan kanan, lalu dimaju mundurkan sambil menyanyikan lagu kacang panjang. hingga lagunya berhenti, pemain yang menjulurkan tangannya atau yang menarik tangannya lebih pendek, atau yang bisa dibilang berbeda dengan posisi tangan mayoritas akan keluar sebagai yang kalah. permainan dilakukan terus menerus hingga keluar 2 pemain. pada akhirnya dalam mennentukan pemnang akan dilakukan suit. Begitu permainannya #OSKMITB2018 #OSKMITB #OSKM2018
Hong kotokolet atau yang biasa disebut juga hong-hongan merupakan permainan petak umpet yang sering dimainkan pada malam hari sekitar tahun 1970-1980an. Biasanya permainan ini dimainkan saat anak-anak kembali dari mesjid setelah menunaikan ibadah sholat maghrib. cara memainkan permainan ini hampir serupa dengan petak umpet pada umumnya, yaitu dengan menentukan satu orang pemain yang bertugas untuk berjaga dan mencari pemain lain yang bersembunyi. saat pemain yang berjaga berhasil menemukan pemain lain yang bersembunyi ia akan mengucapkan "hong kotokolet!" secara lantang. Umumnya permainan ini dimainkan di daerah pedesaan sehingga mereka akan bersembunyi di balik rerumputan, kandang ayam, atau bahkan bangunan yang terbengkalai. Tentunya permainan ini memiliki tantangan yang bertambah dua kali lipat karena dilakukan di malam hari sehingga pemain yang bersembunyi akan sulit ditemukan karena kurangnya penerangan di daerah pedesaan pada masa itu. Sayangnya, saat ini permainan tersebu...
Boyo-boyoan merupakan permainan tradisional yang sekarang sulit ditemui diperkampungan ataupun diperkotaan. Permainan ini sulit ditemukan disebakan karena kurangnya anak-anak bermain di luar rumah , dan juga permainan ponsel ataupun PC yang mudah diakses dan dimainkan tanpa berkeringat. Permainan Boyo-boyoan ini sering dimainkan di lapangan yang luas. Untuk jumlah pemain boyo-boyoan biasanya terdiri dari 1 boyo 5-7 mangsa bahkan bisa lebih. Permainan ini boyo merupakan pemain yang mengejar pemain lainnya yaitu mangsanya. Permainan ini dimulai dengan hompimpa selanjutnya, jika salah satu pemain kalah hompimpa dia akan menjadi boyo, dan lainnya akan menjadi mangsa. Boyo akan mengejar mangsa hingga tertangkap. Boyo tidak bisa menangkap mangsa jika mangsa naik di pohon, batu atau tempatnya yang lebih tinggi karena disni boyo adalah bahasa jawa yang artinya buaya. Buaya tidak bisa naik di tempat yang tinggi. Mangsa hanya dapat naik di tempat tinggi dengan waktu 5 detik dan selanjutnya haru...
Gatheng atau permainan Gathengan merupakan permainan tradisional asal Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Cara bermain Gatheng mirip dengan cara bermain bola bekel atau bekelan, namun permainan Gatheng tidak menggunakan bola. Gatheng menggunakan batu sebagai alatnya. Batu tersebut dinamakan watu gatheng yang berarti batu gatheng. Ukuran watu gatheng tidak terlalu besar, kira-kira sekitar 1 cm, seukuran dengan batu kerikil. Gatheng sudah ada sejak lama, kira-kira pada zaman Mataram (abad XVII). Putra raja Mataram pada saat itu, Raden Rangga, memiliki alat bermain watu gatheng yang berukuran lebih besar dari watu gatheng biasa. Besarnya batu tersebut membuktikan betapa saktinya Raden Rangga. Watu gatheng yang diyakini milik Raden Rangga tersebut, sekarang masih tersimpan di Kotagede, Yogyakarta. Gatheng dapat dimainkan secara perorangan maupun dalam kelompok kecil (3 – 4 orang). Kebanyakan yang bermain Gatheng adalah anak-anak perempuan. Namun seiring pe...
Untuk masyarakat khususnya di daerah Jawa Barat sudah tidak asing lagi dengan permainan congklak. Memang saat ini permainan congklak sudah tidak banyak lagi yang memainkannya. Biasanya permainan congklak ini kebanyakan dimainkan oleh perempuan. Sebenarnya permainan ini bisa mengisi waktu luang, karena cara memainkannya sangat mudah. Mungkin beberapa orang menganggapnya membosankan, tetapi jika sudah mengerti cara bermainnya, lawan pun akan mudah ditaklukan. Permainan ini mampu mengasah otak dengan kemampuan menghitung dan menciptakan strategi. Permainan ini tidak perlu membutuhkan banyak orang, hanya 2 orang saja yang saling berhadapan. Alat yang digunakan adalah papan yang terbuat dari plastik, tanah atau kayu yang dibentuk dengan 7 x 2 lubang sejajar dan salah satu lubang dimasing-masing sisi dibuat lebih besar yang kemudian lubangnya diisi dengan biji congklak, batu kecil atau biji asam. Yang pertama dilakukan adalah memasukkan biji congklak pada ke enam lubang yang ukurannya...
Watu nembak watu atau beberapa masyarakat daerah Banten menyembutnya dengan "dampu" adalah permainan khas daerah Banten yang biasa di mainkan oleh 2 - 6 orang sekaligus. Permainan ini hanya ber alatkan sebuah batu bagi setiap orangnya. Batu tersebut biasa disebut sebagai "gacon." Permainan ini akan dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu kelompok penyerang dan kelompok bertahan. permainan ini biasanya dimainkan di lahan tanah terbuka, dengan panjang arena minimal 3 meter. Arena tersebut dibuat dengan menggarisi wilayah batas mulai penyerang dan tempat menaruh batu bagi tim bertahan. Adapun cara bermainnya adalah sebagai berikut. 1. Gacon pemain bertahan diletakkan secara berdiri di tempat yang sudah disediakan, 2. pemain menyerang bersiap di batas mulai penyerang, 3. g acon dari pemain menyerang diletakkan di atas punggung kaki orang tersebut. 4. pemain menyerang melakukan satu kali langkah kaki dan saat langkah kaki selanjutnya gacon tersebut dibia...