Lodong karbit, Lodong Karbit berasal dari sunda yang dahulunya merupakan motivasi dari meriam pada abad ke-19. Lodong karbit terbuat dari bambu, gergai, kayu yang ditajamkan pada ujungnya, bor, minyah tanah / karbit, corong , lampu atau lilin, potongan kayu, dan korek api. Meriam bambu atau lodong merupakan sebuah permainan tradisional yang pada umumnya dimainkan pada saat bulan ramadhan atau bulan puasa. Lodong sangat jarang dimainkan di perkotaan, namun di berbagai daerah khusunya daerah pedesaan permainan tradisional lodong ini menjadi sangat populer dikalangan remaja khusunya bagi kaum adam. Permainan tradisional lodong ini berbahan dasar dari pohon bambu yang dilubangi untuk menempatkan karbit. Karbita digunakan sebagai bahan bakar permainan tradisional lodong. Kemudian sulut lubang yang satunya lai dan ketika lodong dinyalakan maka akan mengakibatkan suara yang nyaring dan keras yang menyerupai sebuah senapan. OSKMITB2018
Perubahan zaman membuat budaya dan hal hal tradisional dilupakan oleh bangsa indonesia, yg sebenarnya banyak sekali Budayanya. salah satunya yaitu permainan tradisional Angkaleong, yg pernah dimainkan oleh ana-anak tahun 90an. mungkin masih terdengar asing oleh sebagian orang, tapi akan saya jelaskan disini. kalaupun salah mungkin bisa dibenarkan kembali. Angkaleong adalah permainan sandal yg disusun. cara bermain : misalkan ada 5 orang yg bermain, sendal dari setiap otang disusun seperti gambar diatas, berdiri namun saling terkait agar tidak ambruk dan jatuh. mereka bergiliran untuk melempar sendal dengan sendalnya masing masing, jika pemain 1 belum berhasil melempar sandal maka pemain 2 selanjutnya.. jika sudah ada pemain yg bisa mengenai sandal dan menjatuhkannya, maka pemain sebelumnya yg jaga angkaleong. pemain yg lain, bersembunyi dengan membawa sendal lemparan mereka tadi, dan waktu ditentukan dengan lamanya si penjaga angkaleong tadi. tugas si penjaga a...
Hompilah (atau lebih dikenal dengan "Hompimpa") merupakan salah satu lagu permainan asal Sunda yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hompilah biasanya dilakukan anak-anak sebelum melakukan suatu permainan. Caranya adalah anak-anak berkumpul lalu membolak-balikkan telapak tangannya sambil bersama menyerukan "Hompilah/hompimpah alaium gambreng". Setelah itu setiap anak menunjukkan antara punggung tangan atau telapak tangan (posisi tangan menghadap atas atau bawah). Apabila seorang anak posisi tangannya berbeda sendiri, maka anak tersebut menang atau kalah, sesuai kesepakatan yang telah ditentukan. Jika tersisa dua anak dengan posisi tangan yang sama, maka dilakukan suit. Selain di tataran Sunda, hompimpah juga terkenal sebagai budaya Jawa dan Betawi, dengan nyanyian yang lebih panjang, "Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pake baju rombeng" Saat ini hompilah/hompimpah masih banyak diterapkan bahkan oleh remaja sekalipun. Hompilah biasa dilakukan dalam permainan, olahra...
Permainan dengan menggunakan karet atau biji tanjung sebagai peluru. Bermainnya dengan cara pertama tama pemain melemparkan pelurunya ke tanah kemudian pemain pertama menembak/menyentil peluru miliknya sampai mengenai peluru milik lawan. Apabila pelurunya mengenai sasaran, maka peluru lawan tersebut akan diambil oleh yang menembak/menyentil. Apabila tidak mengenai sasaran, maka pemain yang lain akan mengambil gilirannya menembak/menyentil.Tidak ada batasan jumlah pemain dalam permainan ini, namun semakin banyak pemain dapat dipastikan durasi bermain pun akan semakin lama. Permainan selesai apabila terdapat pemain yang mengambil seluruh peluru lawannya. Permainan ini hampir sama dengan permainan tembak kelereng. #OSKMITB2018
Banyak dari kita yang tidak asing dengan permainan Betawi yang satu ini. Banyak dari kita yang memainkan permainan ini saat masih kecil bersama teman-teman kita. Sampai sekarang pun, masih banyak kita lihat anak-anak memainkan permainan ini. Permainan satu ini adalah permainan simpel yang bisa dimainkan di lapangan luas tanpa alat peraga atau pembantu dan dimainkan sebanyak 10 orang umumnya, namun jumlah pemain sebenarnya boleh diganti dengan jumlah minimal 4 orang. Tapi tentu saja akan lebih menyenangkan bila dimainkan lebih banyak orang. Nama "Ular Naga" sendiri dikarenakan barisan pemain yang panjang bagaikan ular atau naga. Walaupun sudah ada sejak lama, namun masih belum diketahui secara jelas asal usul dari permainan tradisional ini. Namun ada mitos dari permain ular naga ini. Cara bermainnya pun sangat mudah, berikut adalah cara bermainnya : 1. Dua orang anak yang dipilih sebagai induk (biasanya yang paling tinggi) menentukan nama s...
Permainan Dampu adalah permainan tradisional asal Betawi yang membutuhkan ketrampilan dalam melompat. Para pemain hanya membutuhkan sebuah benda pipih yang mudah dilempar, biasanya bisa berupa batu. Pertama - tama, pemain membuat area permainan sebagai berikut. Sumber : http://izzatunited.blogspot.com/2017/09/bendan-permainan-beragam-nama.html Kemudian, secara bergiliran pemain pertama melempar batunya ke kotak nomor 1, lalu mulai melompat hanya dengan menggunakan satu kaki dengan syarat kotakyang terdapat batunya tidak boleh dilangkahi. Lompat dari kotak 2 dan seterusnya lalu balik ke kotak 2. Sebelum melompat melewati kotak nomor 1, pemain harus mengambil batunya terlebih dahulu baru melompat melewati kotak nomor 1. Setelah semua pemain mendapat gilirannya, pemain giliran pertama melempar batunya ke kotak nomor 2 dan permainan dilakukan dengan cara yang sama dan seterusnya. #OSKMITB2018
Hompilah (atau lebih dikenal dengan "Hompimpa") merupakan salah satu lagu permainan asal Sunda yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hompilah biasanya dilakukan anak-anak sebelum melakukan suatu permainan. Caranya adalah anak-anak berkumpul lalu membolak-balikkan telapak tangannya sambil bersama menyerukan "Hompilah/hompimpah alaium gambreng". Setelah itu setiap anak menunjukkan antara punggung tangan atau telapak tangan (posisi tangan menghadap atas atau bawah). Apabila seorang anak posisi tangannya berbeda sendiri, maka anak tersebut menang atau kalah, sesuai kesepakatan yang telah ditentukan. Jika tersisa dua anak dengan posisi tangan yang sama, maka dilakukan suit. Selain di tataran Sunda, hompimpah juga terkenal sebagai budaya Jawa dan Betawi, dengan nyanyian yang lebih panjang, "Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pake baju rombeng" Saat ini hompilah/hompimpah masih banyak diterapkan bahkan oleh remaja sekalipun. Hompilah biasa dilakukan dalam permainan, olahraga...
Entah dari mana asal permainan "Cang Kacang Panjang" ini, namun saya meyakini bahwa permainan ini berasal dari Jawa Barat dan Banten karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Sunda. Permainan ini biasa dilakukan oleh anak-anak untuk menentukan siapa yang akan menjadi petugas atau dalam bahasa sunda "ucing". Cara bermain nya cukup mudah yaitu dengan berkumpul membentuk lingkaran, lalu mengepalkan satu tangan dan menanyikan lagu "cang kacang panjang" dengan gerakan yang menekuk dan mengulur. "Cang kacang panjang anu panjang/pendek jadi" "Cang kacang panjang anu panjang/pendek ucing" Ada beberapa versi dari lirik yang digunakan dalam permainan ini sendiri, tergantung dari daerah masing-masing. *mohon maaf bila ada kesalahan data* #OSKMITB2018
Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah permainan tradisional yang kita sering mainkan saat jam istirahat sekolah dasar. Permainan ini sangat mudah dan unik sekali. Cara singkat untuk bermain petak jongkok ada dua yaitu berjaga dan menghindari penjaga dengan berjongkok. Petak Jongkok atau Tap Jongkok adalah salah satu permainan tradisional Indonesia yang tidak membutuhkan banyak peralatan untuk memulainya. Bahkan permaian ini bisa dimulai di mana saja tanpa persiapan apapun. Mengapa permainan tradisional ini disebut atau dijuluki permainan candak ndodok? Karena permainan candak ndodok ini merupakan permainan yang sangat unik. Permaian candak ndodok dimulai dengan sebuah gambreng. Gambreng adalah sebuah proses menentukan giliran yang biasanya dimulai dengan teriakan "Hom pim pah alaiyum gambreng!". Biasanya permainan dimulai dengan semua pemain lari berpencar menjauhi si penjaga. Si penjaga harus mengejar pemain lainnya sampai berhasil menepuk (di mana saja) salah satu pemain...