SB 54 442 Bhs Jawa Aks Jawa Macapat Rol 7 no. 2 Dongeng historis mulai dari penciptaan dunia, Nabi Adam dan keturunannya sampai Prabu Sri Mahapunggung di Madhang Kamulan yang berputra Dewi Sri dan Raden Sadana. Kartu katalog Museum Sonobudoyo menggambarkan isinya sebagai berikut : Yasan Dalem Gusti Kangjeng Ratu Kancana, terang timbalaning raka dalem S.D.I.S.K. Sultan H.B. VI, nalika tahun jimakir 1794. Nyariosaken carios duk masih awang-awang. Gusti Allah nitahaken Nur-Muhammad, ingkang mahanani dumadosipun bumi langit saisinipun sedaya, lajeng tumitahipun K.N. Adam ingkang nurunaken para dewa sedaya, lajeng nyaritosaken tanah Jawi naliko taksih suwung dereng dipun dunungi manungsa, nunten ingisenan tiyang saking Rum, salajengipun, dumugi carios perjalanipun Prbu Makukuhan inggih Sri Mahapunggung ing nagri Madhang Kamulan, ingkang mutrakaken Dewi Sri lan Raden Sadana. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.i...
Kamus Kawi-Jawa ini adalah urutan dari edisi cetak buku Bausastra Kawi Jarwa karangan C.F. Winter. Buku Winter itu diterbitkan pertamakalinya tahun 1880, kemudian dicetak ulang tahun 1928 oleh Topografisehe Dienst. Edisi baru, yang memakai huruf latin dan bukan huruf Jawa, dicetak tahun 1983 oleh Proyek Javanologi di Yogyakarta, dua tahun kemudian ada edisi baru lagi diterbitkan oleh Gajah Mada University Pers. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1704
Saduran cerita dari sikus dongeng Kancil dalam bentuk tembang macapat. Kisah mulai dari awal sampai dengan begawan Martani ( Juru Pitutur ) memberi pelajaran kancil tentang hari Kiamat. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1697
Naskah memuat 2 teks : 1.Teks berisi semacam wirid tentang ngelmu kesempurnaan,. Disamping teks pokok terdapat pula sketsa pelengkap yang mengambarkan secara grafik hubungan antara gagasan dan konsep yang diuraikan dalam teks. 2.Teks berisi tentang Kancil Among Praja. Untuk informasi korpus satra Serat Kancil, lihat keterangan bibliografis MSB/L180 dibandingkan L181-187.
Naskah ini memuat bermacam-macam catatan tentang tembang dan puisi Jawa (sekar kawi, ageng, tengahan, macapat, dll), candrasengkala (kronogram), dasanama (sinonim), dll. Pada h. Vi terdapat catatan dari penyalin terahir yang menjelaskan sejarah teks ini. Bunyinya sebagai berikut : Serat Cakra Basa Kawi Sinasa. Sukla Purnama, rediti para kambir Dewi Sirah Sura Condra Wawu Momana, sengkala triyatra wiku tunggal (1793), Juni 1864, 1281. Ingkang sampun kaladosaken ing Kangjeng Gupremen, tanggal 28 Juni 1863, 15. 875 tembung. Kanjeng Pangeran Harya Suryanegara. Katurun awit sinerat dening raden Tumenggung Cakraningrat ing wanci tabuh sedoso dalu dinten malem seloso legi, tanggal ping 7 wulan sawal ing taun alip ongka 1803, utawi kaping 16 wulan Nopember tahun 1874. Katurun dening Raden Mas Atmawirana, wanci tabuh wolu dalu tanggal ping 28 wulan mulud, taun Ehe, ongka 1812, utawi kaping 6 pebruari ongka 1883.
Teks Ambiya dari kelompok pesantren, diawali dengan penciptaan alam semesta dan diahiri dengan kisah Nabi Musa. Informasi lebih lanjut mengenai korpus satra Ambiya dapat dibaca pada keterangan bibliografis MSB/L11 Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1694
Saduran cerita dari siklus wayang purwa dikembangkan dalam bentuk tembang macapat. Alur cerita Serat parta Yagnya ini merupakan adaptasi dari beberapa lakon, termasuk : Lokapala, Parta Karma, Srikandi Maguru Manah, Sembadra Larung dan Cekel Endralaya, dan dalam keseluruhannya menceritakan hidup matinya tokoh wayang Arjuna (Parta). Naskah ini memuat sebagian dari seluruh cerita ini, mulai dari kisah perkawinan Arjuna dan Wara Subadra. Rencana perkawinan terhalang dengan adanya lamaran Burisrawa dari Astina, Prabu Kaladenta dari Ngambarmuka, dan Prabu Sinduggarba dari Garbaruci. Dengan adanya lamaran baru itu, ahirnya maskawin diubah menjadi 100 ekor pancal putih, penggerak naik kereta emas diiringkan raksasa, kusir dan serati dewa, patah dewa yang tampan, gamelan berbunyi diudara, kembang mayang Dewadaru, apsari serba berlebih keindahannya. Dengan perjuangan dan peperangan tanpa menyerah, ahirnya Arjuna / Patra berhasil mengatasi semua rintangan. Parta menikah dengan...
Sastra roman Jaka Konengan ini diawali dengan pembicaraan dan kesepakatan bahwa Dewi Langeningputri, putri Prabu Lodraprasura di Gegergumada,akan diperistri oleh Jaka Antasari dari Tawangratna, tetapi gagal dan diahiri dengan perkawinan antara Langeningputri dengan Jaka Konengan. Teks naskah ini berlanjut pada naskah MSB/L142, hanya ditengah-tengah ada beberapa pupuh yang lain. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1691
Kisah sejarah ( tercampur dongeng) tentang kerajaan Mataram di bawah pemerintahan Panembahan Seda Ing Krapyak dan Sultan Agung. Untuk keterangan lebih lanjut tentang isi dan perbandingannya dengan naskah naskah yang laen, lihat keterangan bibliografis MSB/59. Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1690