Menurut Narasumber kami, Ibu Hotni br. Simbolon pada acara MERAYAKAN GASTRONOMI INDONESIA di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, tanggal 03 Februari 2024, makanan Itak Sipitu Barimbing merupakan salah satu hidangan manis yang terbuat dari tepung beras mentah dengan kunyit dan pisang, lalu ditumbuk dan dibentuk seperti jengger ayam. Itak Sipitu Barimbing merupakan makanan khas dari Pulau Samosir.
Pulurpulur Resep khas Simalungun yang bentuknya seperti bola dan disiram saus. Isinya terbuat dari cincang jantung pisang, daun bawang, bawang Batak, sereh, bawang seledri dan Andaliman. Dibungkus dengan kulit usus babi lalu dikukus sampai matang. Disajikan dengan saus darah ayam yang telah dicampur sereh, lengkuas, jahe yang dihaluskan. Darah dikentalkan dengan getah pohon sikka. Getah pohon sika diambil dari batang pohon sikka yang dicincang lalu diperas langsung di atas darah ayam .
Dali Nihorbo atau di Pulau Samosir disebut dengan Na Nialhotan. Dibuat dari susu kerbau yang dimasak dengan garam dan bahan pengental. Ada 3 pilihan bahan pengental yang digunakan; tanaman jabijabi (getah pohon tikus) atau nanas muda, atau daun agave. Yang ditampilkan pada gambar dimasak menggunakan daun agave. Daun agave biasanya diambil di alam karena jarang ditemukan di pasar.
Naniura adalah makanan khas Batak yang bahan utamanya adalah ikan. Keunikan dari naniura adalah daging ikan yang tidak dimasak menggunakan panas, tetapi dengan melumuri asam dan bumbu-bumbu lainnya ke ikan tersebut, dan pastinya tetap menggunakan andaliman sebagai sumber dari rasa pedas dan getirnya. Biasanya yang diolah menjadi naniura adalah ikan mas atau ikan mujair, tetapi ketika Tim Ekspedisi Batakologi berkunjung di Acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak, naniura disajikan menggunakan Ihan Batak (Neolissochilus thienemann).
Pada saat Tim Ekspedisi Batakologi menghadiri Acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak di Samosir, terdapat salah satu hidangan yang disajikan pada acara Pasahat Ulian, nama makanan tersebut adalah Indahan Songko . Indahan Songko adalah nasi kuning dengan ukuran sebesar kepalan tangan dan dibentuk seperti kerucut. Makanan Indahan Songko ini memiliki rasa pedas yang berasal dari merica dan cabe serta andaliman yang menambah rasa getir.
Dalam pesta Batak, sangsang merupakan salah satu makanan yang biasa dihidangkan untuk para tamu, dan biasanya menggunakan daging babi. Namun ketika Tim Ekspedisi Batakologi menghadiri Acara Festival Wisata Edukasi Leluhur Batak, sangsang yang dihidangkan tidak menggunakan daging babi, melainkan menggunakan daging kerbau (horbo). Bagaimanakah dengan rasanya? Tentu keduanya memiliki tekstur yang berbeda.
Arti kata marsipanganon adalah makan bersama menggunakan satu piring. Terbuat dari kayu yang dibentuk menjadi piring besar, alat tersebut dipakai untuk anggota keluarga suatu rumah. Satu piring tersebut dapat memuat porsi makan untuk delapan orang. Ini merupakan kebiasaan orang Batak di jaman dulu yang sekarang jarang terlihat. Saat ini, benda tersebut berada di Museum Batak Samosir.
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman . Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andaliman inilah yang membuat BPK berbeda dari hid...
Panduan Mengenal Masakan Khas Karo Masakan khas Karo merupakan warisan kuliner dari Tanah Karo, Sumatera Utara, yang dikenal dengan penggunaan rempah-rempah lokal yang kuat dan teknik memasak yang unik. Keanekaragaman hidangannya mencerminkan kekayaan alam pegunungan serta tradisi masyarakat Karo yang telah turun-temurun. Untuk dapat mengenali dan memahami kuliner ini, penting untuk memahami komposisi bumbu dasar, filosofi di balik nama hidangan, serta perbedaan antara masakan sehari-hari dan hidangan ritual yang mulai langka. Ciri Khas Rasa dan Bumbu Dasar Kunci utama dalam mengenali masakan Karo adalah kehadiran andaliman (merica Batak) dan kecombrang (honje atau bunga kantan) yang memberikan aroma dan sensasi rasa khas. Andaliman menghasilkan efek sedikit kebas di lidah, sementara kecombrang menambah aroma segar yang menyelimuti hidangan berat seperti daging atau ikan. Kombinasi kedua rempah ini menjadi penanda autentisitas masakan dari daerah tersebut. Selain itu, penggu...