Topot merupakan makanan/kuliner khas Desa Peliatan. Makanan berbahan dasar beras, garam dan minyak kelapa asli. Topot saat ini masih dibuat oleh Ni Wayan Kelung yang bertempat tinggal di Banjar Tengah Kauh, Desa Peliatan, Ubud. Topot pada saat ini mengalami penurunan karena waktu pembuatan yang diperlukan sangat banyak dan pengerajin ini juga mempunyai banyak kesibukan sehingga jarang dapat membuat topot kecuali ada pesanan dari pelanggannya. Namun, pada hari-hari biasa topot tetap diproduksi dengan kuantitas yang lebih sedikit (50-70 bungkus). Proses dari pembuatan topot ini, pertama beras dibersihkan 3 kali menggunakan air bersih, dan tiriskan. Kemudian campurkan garam dan minyak kelapa asli secukupnya. Bungkus campuran adonan tersebut menggunakan daun bambu yang sudah dibersihkan sebelumnya. Ikat bungkusan tersebut menggunakan tali upas dari pelepah pisang. Setelah itu kukus kurang lebih 3-4 jam menggunakan api sedang. Setelah matang, disajikan dengan serondeng kelapa yang dicam...
Tahu merupakan makanan khas Indonesia. Diberbagai wilayah Indonesia, khususnya di Bali, tahu ini dibuat oleh nenek/dadong yang umurnya berkisaran 90 Tahun, Nenek ini bernam Songkeg. Perusahaan dagang tahu Dadong Songkeg ini terletak di Br. Pedapdapan, Pejeng, Tampaksiring. Meskipun nenek ini sudah cukup umur tetapi beliau masih ingin melestarikan makanan khas yang sudah ada dari dulu sampai sekarang. Perusahaan tahu yang dimiliki oleh Dadong Songkeg ini telah berdiri cukup lama di perkirakan sebelum Negara Indonesia merdeka tepatnya di tahun 1935. Dalam pembuatan Tahu ini bahan-bahannya cukup sederhana hanya terdiri dari 2 bahan yaitu: 1) Kedelai 2) Air garam. Alat-alat untuk pembuatan tahu adalah : 1) mesin giling : untuk menggiling kedelai 2) tungku api : untuk merebus hasil gilingan kedelai 3) belong : wadah hasil perebusan kedelai dimana hasil rebusan tersebut di campur dengan air garam lalu di saring 4) Cara pem...
Be pulung salah satu makanan khas masyarakat kampung Islam Kepaon, yang diolah dengan menggunakan berbagai macam bumbu. Makanan ini diberi nama be pulung, karena bentuknya berupa pulung-pulung. Be pulung terbuat dari daging sapi, yang dicincang. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5477
Be masak merah ini, baik bumbu maupun cara memasaknya hampir sama dengan be kedonteng. Bumbunya hanya ditambah dengan merica putih. Potongan dagingnya lebih tipis dan airnya lebih banyak saat dimasak. Be masak merah ini juga biasanya dibuat pada saat upacara perkawinan. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5476
Be kedonteng merupakan salah satu makanan khas masyarakat kampung Islam Kepaon, biasanya dibuat pada saat acara pesta perkawinan. Be kedonteng terbuat dari daging sapi yang dipotong-potong kemudian digongseng dengan bumbu lengkap (base genep). Be kedonteng ini rasanya mirip dengan rendang. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5475
Jukut Kalas Don Belimbing merupakan kuliner tradisional yang berbahan dasar berupa daun (don) belimbing. Adapun bahan-bahan lain yang digunakan selain daun belimbing yaitu biji kacang merah, minyak goreng, garam, daun salam, buah jeruk limao, terasi, kelapa dan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunir, kencur, kemiri dan wangen (lada merah, lada hitam, wijen, tabia bun dan jebugarum). Cara pengolahan: Daun belimbing dibersihkan, dilumat dengan air kelapa terus direbus sampai matang. Setelah direbus, selanjutnya ditiriskan dan diperas. Kacang merah dibersihkan, kemudian direndam selama 1-2 jam dan selanjutnya direbus sampai matang. Kacang merah yang telah matang ditiriskan. Semua bahan bumbu dipotong-potong. Sebagian kemudian digoreng, sebagian lagi dibuat kalas dengan cara dicampur dengan santan, daun salam dan terasi. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCat...
Adapun bahan-bahan untuk membuat jaja penyon barak adalah beras hitam, beras ketan putih, kelapa, pewarna makanan dan air. Cara pengolahan: Beras ketan dikukus selama setengah jam. Daging kelapa diparut, kemudian parutan kelapa dan beras hitam ditambahkan ke dalam beras ketan yang sudah dikukus dan dicampur merata sehingga terbentuk adonan. Adonan tersebut kemudian dikukus kembali setengah jam. Setelah matang adonan diremas-remas dan dibentuk sesuai dengan cetakan. Selanjutnya adonan yang sudah dicetak dikeringkan. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6549
zepa adalah ubi parut yang dibentuk seperti martabak https://www.senibudayaku.com/2018/01/makanan-khas-sulawesi-barat.html?m=1#
Kukis Besar menurut informasi sudah lama dikenal oleh orang Minahasa khususnya orang Airmadidi, dan hingga kini masih terus menjadi kue favorit. Kukis Besar hanya ditemui pada Hari-hari raya seperti hari Natal dan Tahun Baru. Pada acara itulah orang Minahasa khususnya Airmadidi membuat kue khusus yang dinamakan Kukis Besar. Kukis Besar dibuat dengan bahan: Tepung beras ketan, gula aren (gula merah), bumbu penyedap, kayu manis yang sudah ditumbuk halus, aneis (jenneis). Daun wokah sebagai wadah. Cara Membuat; gula merah dimasak dengan sedikit air sampai mencair agak mengental gula merah disaring untuk mengeluarkan kotoran pada gula merah. Tepung beras ketan dimasukan pada loyang dan pada bagian tengah diberi lobang. Gula aren yang sudah mencair dimasukan sedikit demi sedikit pada adonan tepung beras ketan sambil diaduk rata. Bumbu penyedap yakni kayu manis,aneis dimasukan kemudian dicampur r...