Sinabang (KANALACEH.COM) – Setiap daerah memiliki makanan khas sendiri, begitu juga dengan Kabupaten Simeulue, Aceh, yang kaya akan budaya dan wisata kuliner. Salah satu makanan khasnya (maaf) bernama memek. Ketika mendengar kata memek, mungkin yang terbayang dibenak ialah konotasi negatif. Namun memek yang dimaksud ialah makanan khas di pulau paling barat Indonesia ini. Makanan tradisional Simeulue ini terbuat dari beras ketan putih yang digongseng, pisang, santan dan gula. Lalu di campur dan di tumbuk menggunakan batang pisang atau bahan yang keras agar bahan bakunya halus. Ketika kanalaceh.com mencicipi makanan ini, rasanya manis. Aroma pisangnya terasa. Makanan Memek ini persis seperti bubur, yang membedakannya ialah perpaduannya dengan beras ketan yang digongseng, membuat makanan ini seperti ada kriuk-kriuknya. Makanan ini biasanya disajikan ketika acara buka puasa bersama, acara lebaran, dan acara pesta. Makanan memek m...
Sejatinya anak-anak memang lebih suka menghabiskan waktu mereka untuk bermain dan bersenang-senang bersama teman-temannya, tak pernah terlintas dalam pikiran mereka untuk susah dan memikirkan masalah sosial, yang mereka tahu adalah bermain dan bersenang-senang karna semuanya sudah disediakan. Permainan adalah yang dijadikan media bersenang-senang. Setiap daerah pastinya memiliki permainannya sendiri dengan ciri khas masing-masing, contohnya adalah Maluku. Daerah kepulauan ini memiliki permainan daerah yang khas dengan budaya masyarakatnya, apakah itu? Mari kita simak bersama. 1. ENGGO LARI / ENGGO RAJA / ENGGO BASAMBUNYI Enggo lari atau disebut juga Enggo raja atau Enggo sambunyi adalah nama Maluku untuk permainan Petak Umpet. Sejatinya, petak umpet memang ada di semua daerah di Indonesia dan hanya penyebutannya saja yang berbeda-beda di tiap daerah. Enggo lari/ enggo raja / enggo sambunyi dimainkan sama seperti yang diketahui pada umumnya. Permainan ini dimainkan o...
Sate Ulat Sagu merupakan salah satu makanan yang berasal dari provinsi Papua. Makanan ini berjenis sate dengan bahan dasar ulat sagu yang mempunyai ciri dari ukurannya yakni sebesar jempol orang dewasa dan di ambil dari pohon sagu yang telah busuk. Sate ini memiliki rasa gurih dan bertekstur kenyal. Sesuai dengan namanya ulat sagu berasal dari pohon sagu. Namun bukan dari pohon sagu yang masih berdiri tegak (belum ditebang), melainkan pada (batang) pohon sagu yang sudah ditebang. Biasanya pada pohon sagu yang telah ditebang lalu telah diambil sagunya, batang pohon sagu tersebut akan dibiarkan begitu saja hingga beberapa hari dan sampai membusuk, disitulah akan mulai bermunculan ulat-ulat yang dinamakan ulat sagu. Bahan-bahan Ulat sagu secukupnya Tusukan sate secukupnya Sambal kecap, opsional Sambal kacang, opsional Acar, opsional Cara Pembuatan Untuk mulai menyajikan sate ulat sagu, anda bisa...
Gorontalo, terkenal sebagai daerah penghasil jagung yang subur. Oleh masyarakat pribumi, hasil bumi tersebut dimanfaatkan untuk menciptakan kuliner khas Gorontalo, yaitu ‘Binte Biluhuta’. Nama Binte yang berarti jagung, sedangkan biluhuta yaitu disiram. Jadi diartikan secara bahasa adalah jagung yang disiram. Binte Biluhuta ini paling enak disantap saat masih panas. Racikannya sendiri terdiri dari jagung putih ketan, dicampur dengan parutan kelapa, udang dan suwiran ikan cakalang, kemudian disiram dengan kuah berbumbu rempah-rempah khas Gorontolo. Lebih nikmat dan lengkap lagi ditambah dengan irisan daun bawang, tomat, kemangi, dan cabai. Untuk mengharumkan cita rasa dan mengangkat kelezatannya, perl ditambahkan perasan jeruk lemon suwanggi. Jika melihat Binte Biluhuta maka kamu akan terbayang dengan bubur Manado, karena memang kedua kuliner khas dari daerah yang berbeda ini memiliki kesamaan. Kesamaan dilihat dari sama-sama makanan berkuah dan ada suwi...
Saat siang bolong, dengan teriknya matahari yang panas, paling nikmat bersantai dengan ditemani minuman segar. Nah kalo kamu berkunjung ke Gorontalo, saat siang bolong paling nikmat menyantap kesegaran ‘Es Brenebon’ minuman khas Gorontalo. Brenebon adalah sebutan oleh masyarakat Gorontalo, lebih dikenal luasnya yaitu es kacang merah. Es Brenebon ini memang paling nikmat disantap siang hari, untuk menemani waktu santai kamu. Tak hanya cita rasa yang nikmat, minuman es ini juga memiliki manfaat yang menyehatkan. Bahan utama kuliner minuman ini menggunakan kacang tanah yang berwarna merah. Saat menyantapnya, akan terasa cita rasa yang manis dan segar di lidah. Menggunakan kacang tanah merah ini selain bertujuan untuk memberikan rasa manis, juga sebagai penghias sajiannya agar lebih menarik saat dituang bersama es serut. Bahan tambahan lainnya yaitu seperti sirup dan susu kental yang menambah kenikmatan minuman es kacang merah ini. Jika disinggung menge...
Sate adalah kuliner khas bangsa yang sudah go International . Di Indonesia, sate dikenal berasal dari Madura. Namun beberapa daerah juga memiliki kuliner khas sate, hanya saja penggunaan bahan dasar dan racikan bumbunya yang mencirikan perbedaan khasnya. Mungkin yang sudah banyak orang tahu itu sate Madura dan sate Padang. Tak hanya itu guys, Gorontalo juga memiliki kuliner khas sate sendiri, yaitu ‘Sate Tuna’. Nah ini juga sebagai salah satu sumber daya alam lokal yang dimanfaatkan masyarakat pribumi, selain jagung tadi. Tak seperti restoran seafood biasanya, yang hanya menyajikan ikan tuna goreng ataupun dibakar dalam bentuk utuh. Di Gorontalo ini ikan tuna dipotong dalam bentuk dadu serta ditusuk seperti sate. Tak hanya dioleh menjadi sate, masih ada olahan tuna lainnya, seperti sashimi tuna, tuna bumbu woku, dada tuna bakar, sup ikan tuna yang segar dan nikmat. Sumber : https://deweezz.com/makanan-khas-gorontalo/
Tili Aya merupakan kuliner khas Gorontalo yang disajikan sangat sederhana. Biasanya Tili Aya disajikan sebagai lauk atau pelengkap nasi dan makanan berat lainnya di setiap acara-acara adat. Tili Aya terbuat bahan dasar gula merah, dicampur dengan beberapa butir telur, lalu ditambahkan santan kelapa. Setelah semua tercampur, adonan tersebut dikukus hingga matang. Pembuatan Tili Aya ini memang terbilang mudah. Sumber : https://deweezz.com/makanan-khas-gorontalo/
Mungkin bagi mereka yang bukan orang Gorontalo jika melihat makanan ini pasti akan mengira pepes. Illabuo memang tampak sekilas seperti pepes. Tapi guys, coba dulu cicipi cita rasanya. Jika dirasakan maka akan terasa sangat berbeda sekali dengan pepes. Illabuo adalah makanan khas Gorontalo yang terbuat dari sagu dan ati ayam. Dalam pengolahannya dimasak menggunakan santan. Biasanya Illabuo disajikan oleh masyarakat Gorontalo sebagai hidangan makan siang. Jika berkunjung ke Gorontalo jangan lupa ya guys mencicipi Illabuo ini..!! Sumber : https://deweezz.com/makanan-khas-gorontalo/
Nah selanjutnya membahas oleh-oleh khas Gorontalo. Oleh-oleh khas Gorontalo yang satu ini bernama ‘Kue Karawo’, adalah kue yang penyajiannya dihias seperti motif Kain Karawo. Kue karawo terbuat dari campuran tepung terigu, telur, mentega, susu, gula, maizena, dan vanili. Setelah semua bahan tersebut diolah, lalu menjadi adonan yang siap untuk dicetak. Adonan kue karo dicetak menyesuaikan selera, namun kebanyakan adonan dibentuk hati atau bulat. Setelah adonan telah dicetak semua, lanjut pada proses panggang pada oven. Setelah dipanggang, lalu bagian atas kue dihias dengan krim. Sumber : https://deweezz.com/makanan-khas-gorontalo/