Wedang ronde merupakan minuman tradisional yang berasal dari Jawa. Wedang sendiri berarti minuman. Wedang ronde adalah seduhan air jahe yang berisi bola-bola yang disebut ronde. Biasanya disajikan dengan kacang yang sudah disangrai, kolang-kaling, dan potongan roti di dalam minuman tersebut. Minuman ini sangat mudah dibuah apalagi sekarang resep wedang ronde bisa didapatkan dengan mudah.
Tempoyak adalah masakan yang berasal dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak merupakan makanan yang biasanya dikonsumsi sebagai lauk teman nasi. Tempoyak juga dapat dimakan langsung (hal ini jarang sekali dilakukan, karena banyak yang tidak tahan dengan keasaman dan aroma dari tempoyak itu sendiri) dan dijadikan bumbu masakan.
Sambal Lampung merupakan salah satu oleh-oleh yang seringkali diburu. Sambal botolan ini populer karena rasanya yang sangat pedas menyetrum lidah sehingga menciptakan sensasi tersendiri.
Kripik pisang adalah produk makanan ringan dibuat dari irisan buah pisang dan digoreng, dengan atau tanpa bahan tambahan makanan yang diizinkan. Tujuan pengolahan pisang menjadi kripik pisang adalah untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan/memperpanjang kemanfaatan buah pisang. Syarat mutu kripik pisang dapat mengacu SNI 01-4315-1996, Kripik Pisang.
Masyarakat Aceh terkenal sebagai masyarakat yang mempunyai hobi minum kopi. Kita dapat menjumpai warung kopi di setiap sudut kampung maupun di warung-warung kopi di kota dengan gaya modern. Hobi minum kopi yang telah menjadi kebiasaan ini didukung oleh kondisi Aceh sebagai daerah penghasil kopi. Salah satu bubuk kopi yang cukup terkenal yaitu kopi Uleekareng. Keunggulan kopi ini ialah cita rasa khas Aceh yang ditawarkannya. Kopi ini bahkan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Komitmen mempertahankan cita rasa alami 100% kopi asli, diwujudkan dengan cara pengolahan secara modern tanpa mengesampingkan pola tradisional bubuk kopi Ulee Kareng yang dikemas dalam berbagai kemasan sering dijadikan sebagai souvenir selain sebagai kebutuhan rumah tangga, hotel, restoran dan warung kopi.
lepat adalah makanan khas gayo yang terbuat dari berbagai macam bahan dasar ada yang terbuat dari tepung ketan (pulut), labu tanah (petukel Gayo) dan ada yang berbahan dari singkong (gadung Gayo). L epat hampir sama dengan timpan Aceh sama-sama dibungkus dengan mengunakan daun pisang. Yang membedakannya ukuran lepat lebih besar dari timpan Aceh, daun pisang yang digunakan tidak harus daun mudanya serta inti atau dalaman lepat berisi kelapa yang diparut yang terlebih dahulu dimasak dengan menggunakan gula aren atau gula pasir biasa.B iasanya pada hari-hari besar masyarakat Gayo lebih sering membuat lepat dari tepung ketan daripada lepat lainnya. Cara membuat lepat dar i tepung ketan yaitu tepung terlebih dahulu diaduk air gula aren yang telah dimasak dan kebiasaan orang dulunya tepung ketan itu di aduk menggunakan manesen (air aren yang diambil dan langsung dimasak), sehingga nantinya hasil adukan tepung ketannya akan berwarna coklat. lepat hampir sama dengan timpa...
Asam Sunti adalah sejenis bumbu dapur khas Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh atau sering disebut belimbimg sayur yang dikeringkan, diberi garam lalu dijemur diterik matahari berkali-kali sehingga kering dan dapat disimpan lama. Asam sunti bahkan dapat disimpan selama setahun. Kandungan asam yang tinggi pada asam sunti dapat menghambat proses pembusukan oleh mikroorganisme. Sebelum ditambahkan pada masakan asam sunti biasanya digiling terlebih dahulu. Asam sunti biasa digunakan untuk memasak kuah asam pedas, kari, dan juga untuk asam atau sambal. Asam sunti adalah bumbu khas Aceh yang membuat masakan Aceh kaya rasa, enak, dan lezat. Asam sunti lah yang membuat masakan khas Aceh jadi sempurna, rasa asamnya unik, dan berbeda dengan menggunakan asam Jawa. Bagi orang Aceh, bumbu tradisional ini wajib ada di dapur. Selain membuat masakan jadi lezat, pada masakan ikan, menggunakan asam sunti akan membuat bau amis pada ikan hilang....
Ayam Tangkap mungkin tidak asing lagi di telinga masyarakat Banda Aceh. Ayam tangkap adalah salah satu kuliner khas Aceh yang terbuat dari ayam yang digoreng dengan bumbu dan rempah-rempah khas. Dinamakan ‘ayam tangkap’ karena ayam tersebut merupakan ayam kampung yang perlu ditangkap dahulu sebelum diolah. Nama ‘ayam tangkap’ sendiri ternyata baru populer di kalangan masyarakat sekitar 6-8 tahun belakangan. Pengolahan ayam ini tidaklah sulit yaitu hanya dengan menggoreng setelah sebelumnya sudah terlebih dahulu diberi bumbu agar gurih saat disantap. Bumbu yang digunakan seperti bawang putih, lada, kemiri, garam, dan jahe. Setelah dibumbui, ayam lalu digoreng sekitar 5–10 menit. Pada saat yang bersamaan, dimasukkan pula beberapa genggam daun yang akan disajikan bersama ayam sehingga rasa rempah dedaunan turut meresap ke dalam daging ayam. Daun yang digunakan, di antaranya daun kari i , potongan daun pandan, dan salam. Setelah ayam matang,...
Kata Pulut memang sudah tidak asing lagi, tapi bagaimana kalau pulut panggang? Nah, pulut panggang adalah salah satu camilan khas Aceh yang bahan utamanya dari beras. Pembuatannya dilakukan dengan cara mengukus beras ketan kemudian dicampur dengan santan dan garam. Pulut lalu dibalut dengan daun pisang dan dipanggang atau dibakar. Sajian yang satu ini sangat menggugah untuk dicicipi apalagi dengan secangkir kopi.