Sawut adalah makanan khas kebumen, makanan ini ada sejak zaman dahulu, akan tetapi sekarang sudah langka, orang sekarang lebih memilih makan makanan yang modern dari pada makan makanan tradisional. Sawut terbuat dari singkong yang diparut dan dikukus, dan biasanya di atasnya ada parutan kelapa, ada juga yang ditambah gula jawa yang menambah cita rasanya. Berikut cara membuat sawut gula jawa Bahan-bahan: 1 buah singkong 1/2 bulatan gula merah 1 sdm gula pasir 2 lembar daun pandan 1/4 kelapa (parut) Cara memasak: 1. Pilih singkong yang bagus(pulen) yang matang di rebus dan dikukus. Kupas,cuci bersih, parut dengan parutan sawut. 2. Siapkan kukusan, didihkan. 3. Campur kelapa parut dengan sejumput garam sisihkan. 4. Cincang kasar gula merah, potong-potong pandan.campur kesingkong sawut tambahkan sejumput garam dan gula pasir. 5. Kukus si singkong dan kelapa bersebelahan selama 15 menit hingga matang. 6. Sajikan sawut denga taburan kelapa kukus.
Makan Bedulang merupakan tradisi tata cara makan dari Belitung yang sudah berlangsung secara turun temurun. Makan bedulang berarti makan menggunakan dulang. dulang adalah nampan yang terbuat dari seng. Makan bedulang dilakukan bersama-sama, biasanya satu dulang untuk 4 orang. Makanan disajikan dalam dulang. satu dulang terdiri dari beberapa makanan. biasanya makanan yang disajikan yaitu gangan ikan, ayam ketumbar, lalapan, sambal serai, dan lain-lain. Dalam penataanya, dulang yang bundar besar diberi alas kain serbet. diletakkan piring kecil sejumlah jenis lauk yang akan disajikan. Di tengah nampan diletakkan mangkok/wadah untuk sayur ikan atau gangan. #OSKMITB18 OSKM ITB 2018
Nasi Jagal, mungkin untuk warga Kota Tangerang sudah sering mendengar makanan yang spesial ini. Tetapi, masih banyak yang belum mengetahui tentang hal-hal yang menarik dari makanan khas Tangerang ini khususnya bagi para pelancong maupun bagi warga Tangeranynya sendiri. Atas landasan dasar itu, penulis akan mencoba berbagi pengalaman serta ilmu mengenai Nasi Jagal ini, berikut adalah 5 hal yang perlu kamu ketahui tentang kuliner khas yang satu ini: Disebut "Nasi Jagal" karena berlokasi di kawasan Rumah Potong Hewan Kota Tangerang; Biasa disajikan dalam bentuk 2 varian, yakni Nasi Jagal (nasi putih serta daging yang di"lumuri" dengan kecap kental manis) dan Nasi Goreng Jagal; Rasanya ENAK! Enak yang dimaksud adalah bumbu rempah-rempah yang sangat terasa, gurih, dan dagingnya ada yang empuk ada pula yang kenyal; Dagingnya berasal dari bagian daging sapi yang lembut, seperti bagian kepala, gajih, dan jeroan; MURAH! Hanya dengan membayar Rp6.000,00 (dapat berubah sewaktu-waktu...
Saksang adalah makanan khas Batak yang berbahan dasar daging-dagingan: daging babi, anjing, atau kerbau. Saksang dimasak dengan suatu metode yang khas yaitu dengan menyincang daging, membumbui dengan rempah-rempah khas Batak, dan memasaknya dengan tambahan darah hasil sembelihan hewan tersebut. Rempah-rempah yang menjadi ciri khas makanan ini adalah ketumbar, bawang, cabai, merica, serai, jahe, lengkuas, kunyit, andaliman, dan daun salam. Meskipun saksang dikenal secara meluas oleh berbagai suku Batak, saksang sering dikaitkan sebagai hidangan tradisional Batak Toba. Hal ini menjadikan saksang sebagai hidangan penting yang wajib dihidangkan dalam upacara Batak. Saksang, bersama dengan panggang, arsik, dan daun ubi tumbuk, adalah hidangan yang populer dalam khazanah masakan Batak.
Indonesia terdiri dari banyak pulau, dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, kebudayaan yang dimiliki juga tak terhitung banyaknya. Mulai dari makanan dan minuman, tarian, baju adat, rumah adat, upacara, alat perang / senjata, pertunjukan, dan masih banyak lagi. Kali ini, saya akan menjelaskan tentang makanan daerah yang berasal dari Nias. Nias adalah pulau yang terletak di daerah Sumatera Utara. Nias dibagi menjadi 1 kota dan 4 kabupaten; Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Nias Utara. Biasanya, Pulau Nias terkenal dengan kekayaan alam lautnya. Ternyata, selain keindahan alam lautnya, Pulau nias juga memiliki seni budaya yang menarik dan juga kuliner yang sangat sedap. Bawi Ni’owuru adalah salah satu kuliner dari Nias yang lebih tepatnya berasal dari Kabupaten Nias Selatan. Bawi Ni’owuru atau biasa juga disebut dengan Bawi Ni&rsquo...
Gejos banyumas adalah makanan yang mirip dengan klanting namun teksturnya lembek dan ukurannya sedikit lebih besar. Mungkin makanan ini masih asing terdengar di telinga kita, padahal rasanya tidak kalah dengan makanan lainnya. Gejos merupakan makanan tradisional yang terbuat dari singkong. Cara membuat gejos yaitu pertama-tama haluskan singkong, lalu tumbuk bumbu-bumbu seperti bawang, ketumbar, dan garam sampai halus lalu campurkan dengan singkong yang telah dihaluskan. Setelah itu aduk sampai tercampur rata dan kukus kurang lebih 1 jam. Setelah matang adonan ditumbuk hingga dingin lalu ditaburi tepung agar tidak lengket dan setelah itu dibentuk memanjang lalu dipotong dan dibentuk menyerupai klanting . Setelah semua selesai adonan gejos siap digoreng dan dihidangkan. Gejos dapat dimakan sebagai camilan yang lezat serta kaya karbohidrat sehingga lebih mengenyangkan. Ayo lestarikan budaya-budaya Indonesia! #OSKMITB2018
Sate adalah nama makanan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita karena sate memang merupakan makanan khas dari Indonesia. Di Indonesia sendiri, sangat banyak daerah-daerah yang memiliki sate khasnya sendiri, seperti Madura, Padang, Ponorogo, dan yang paling menarik adalah Blora. Sate Blora sendiri berasal dari Kaabupaten Blora di Jawa Tengah yang letaknya berada di sebelah selatan Kabupaten Rembang, sebelah timur Kabupaten Purwodadi, dan sebelah utara Kabupaten Ngawi. Dan Kabupaten Blora ini merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Apabila anda ke Kabupaten Blora, hal wajib yang harus anda rasakan adalah makan sate blora. Karena sate blora ini memiliki beberapa keunikan dibanding sate lainnya, yaitu: Bumbu kacang yang cair. Yang membedakan sate blora dengan sate yang lain adalah bumbu kacangnya. Bumbu kacang yang disajikan untuk sate blo...
Kampung Jawa Tondano merupakan suatu daerah yang terletak di Kabupaten Minahasa. Kampung ini merupakan tempat dimana Kyai Modjo dan enam puluh orang pasukannya diasingkan. Lalu mereka menikah dengan wanita asli penduduk Minahasa. Kampung Jawa Tondano atau yang biasa disebut Jaton terkenal dengan tradisi Lebaran Ketupat. Lebaran Ketupat dilaksanakan enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada hari Lebaran Ketupat, penduduk yang beragama Islam melakukan open house . Tentu banyak jenis makanan yang dihidangkan untuk tamu. Salah satunya adalah hidangan sup yang disebut lulut. Lulut dalam bahasa Tondano artinya buluh bambu yang agak tipis. Buluh bambu ini digunakan sebagai wadah untuk memasak sup. Maka dari itu sup ini disebut lulut. Namun saat ini lulut biasa dimasak diatas panci atau wajan. Bahan yang digunakan untuk membuat bumbu lulut adalah jahe, kunyit, cabai, serai, bawang merah, daun bawang, batang bawang, kemangi, jeruk nipis, dan garam. Lulut bisa berbah...
Getuk atau dalam Bahasa Jawa ‘Gethuk’ adalah jajanan tradisional yang dibuat dengan bahan utama singkong. Getuk merupakan makanan yang mudah ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jajanan tradisional ini dapat ditemukan di pinggir jalan, pasar, bahkan beberapa restoran. Getuk popular di semua kalangan umur karena harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak. Bahan yang diperlukan untuk membuat getuk adalah sebagai berikut: • Air • 500 gr singkong, kupas, potong-potong • 150 gr gula pasir (untuk warna putih) atau gula merah (untuk warna merah) • 1/2 sdt garam dapur • 1/2 buah kelapa • Pewarna Jika ingin getuk yang berwarna putih kita sebaiknya memakai gula pasir, untuk warna merah menggunakan gula jawa sedangkan warna hijau didapat dari perasan daun Suji. Langkah-langkah pembuatan getuk • Singkong dikupas kulitnya, kemudian dicuci bersih dan dipotong-poto...