Oseng-oseng Mercon sesuai dengan namanya, mercon yang berarti petasan, siapapun yang menikmati masakan ini dijamin akan merasakan sensasi rasa pedas seperti mercon yang meledak di lidah. Sensasi ini bukanlah perumpamaan yang berlebihan, mengingat salah satu bahan utama pembuatan Oseng-oseng Mercon adalah cabai rawit. Proses penemuan resep Oseng-oseng Mercon sendiri berawal dari coba-coba yang dilakukan oleh orangtua Bu Narti. Pada saat Idul Adha, keluarga Narti menerima banyak daging kurban. Selain daging sapi, mereka juga memperoleh kulit, kikil, dan gajih yang oleh masyarakat Yogyakarta dikenal dengan nama koyoran . Merasa bingung dengan daging yang lumayan banyak, akhirnya tercetuslah ide untuk memasak bagian-bagian tersebut dengan menggunakan cabai rawit. Saat Bu Narti membuka warung makan, Oseng-oseng Mercon menjadi menu utama yang ditawarkan kepada pengunjung. Tak disangka, rupanya pembeli justru menyukai menu yang sangat pedas ini. Oseng-oseng Mercon akhirnya menjadi...
ua komponen tersebut (air jahe dan ronde) adalah bahan utama pembentuk Wedang Ronde . Meskipun demikian Anda dapat menambahkan bahan lain untuk menambah aroma dan penampilan seperti kolang kaling, irisan roti berbentuk dadu, atau kacang tanah. Air jahe dibuat dengan cara merebus jahe yang dihancurkan, gula merah (atau gula kelapa) dan daun sereh hingga mendidih Setelah itu, adonan Ronde dicelupkan dalam air jahe tersebut hingga mengapung. Wedang Ronde biasanya disajikan dalam mangkuk kecil berukuran kurang lebih 250-500 ml. Wedang Ronde sangat cocok di konsumsi saat cuaca dingin atau musim penghujan. Dengan mengkonsumsi Wedang Ronde, sekujur badan, terutama tenggorokan, dada dan perut terasa sangat hangat. Selain itu, wedang ronde juga sangat begus untuk kesehatan dan meningkatkan stamina . sumber : http://visitsemarang.com/artikel/wedang-ronde-minuman-kesehatan-tradisional-jawa
Yang pernah tinggal di Yogyakarta di era tahun 1950-an, pasti pernah minum limun Sarsaparilla. Oleh sebagian masyarakat Jogja disebut limun saparilla. Limun ini merupakan jenis minuman berkarbonasi yang populer di era tahun 1950 hingga 1970-an. Cola Jawa, kebanyakan penikmat limun sarsaparilla sepakat mengatakannya demikian. Jenis minuman yang berwarna ungu kecoklatan ini pernah menduduki rangking minuman favorit kaum berada di Yogyakarta. Ketika itu, limun Sarsaparilla merupakan jenis minuman elit yang membawa gengsi sosial tertentu pada konsumennya. Hanya orang yang punya kocek lebih saja yang mampu membeli minuman yang dianggap modern, simbol kemajuan, dan tentu saja berkelas di zamannya. Limun Sarsaparilla memiliki rasa yang khas di lidah. Namanya juga minuman berkarbonasi, tentu saja memiliki sensasi kemranyas di lidah. Begitu dicecap, aroma semriwing laiknya mint cukup terasa, sehingga mendatangkan efek lega di rongga hidung dan rongga dada. Aroma khas ini sekele...
Berbagai daerah di Indonesia pasti mempunyai minuman khas sesuai dengan daerahnya, dawet telasih merupakan minuman khas di Kota Solo. Salah pedagang dawet telasih, yaitu Bu Dermi yang berada di Komplek Pasar Gede yang dibangun sejak tahun 1930, warung dawet telasih bu dermi merupakan generasi ketiga semenjak Pasar Gede dibangun. Dengan harga Rp. 7.000 / mangkok, anda dapat menikmati segar dan manisnya dawet telasih yang terdiri dari bubur sumsum, bubur ketan hitam, tape ketan, cendol dan biji telasih, santan dan gula cair Tempat yang Menyediakan: Es Dawet Telasih Bu Dermi Diner Address: Jalan Ir. Juanda, Jebres, Gandekan, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57122 Phone: 0811-265-160
Getuk Goreng merupakan makanan yang berasal dari singkong yang mana kini menjadi makanan khas Banyumas yang sering diserbu oleh para wisatawan. Tempat yang menyediakan: Original Fried Getuk H. Tohirin 1 Deli Address: JL. Jendral Sudirman, No. 41-141, Sokaraja, Sokaraja Tengah, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53181 Phone: (0281) 6441244
Kripik Tempe merupakan makanan khas warga Banyumas yang mana terbuat dari bahan kedelai yang menjadi tempe dan digoreng hingga kering dan crispy. RM/Toko yang Menyediakan: Tempe Kripik Niti Food Store Address: JL. Pramuka, No. 221 A, Purwokerto Kidul, Purwokerto Sel., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53147 Phone: (0281) 7614325
Nopia merupakan makanan khas warga Banyumas yang mana berisi gula jawa dan berukuran besar yang dimasak cukup ditempel di sisi dalam gentong besar. RM/Toko yang Menyediakan : Oleh-Oleh Khas Banyumas Food Store Address: JL. Jenderal Soedirman, Sokaraja Tengah, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53181 Phone: 0852-2722-7027
Mino merupakan makanan khas warga Banyumas yang mana berisi gula jawa dan berukuran kecil yang dimasak cukup ditempel di sisi dalam gentong besar.
Jenang Jaket merupakan makanan khas warga Banyumas yang mana terbuat dari air nira atau gula jawa yang dimasak dalam suhu yang panas dan diaduk terus menerus hingga mengental. Tempat yang menyediakan: Jenang Jaket Bakery Address: Jl. PKK No.600, Mersi, Purwokerto Tim., Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53112