Bahan-bahan: Ubi jalar 1 kg Gula pasir 1/2 gelas Garam 1/2 sdt Cara membuatnya: 1. Ubi jalar dibersihkan, direbus sampai masak, kemudian dikupas, ditumbuk halus, ditambahi gula dan garam, ditumbuk terus sampai tercampur betul. 2. Diratakan diatas tampah 3. Dipotong-potong RM/Toko yang Menyediakan : Rumah Makan Klapa Manis Restoran Indonesia Alamat: Jl. Raya Cirebon Kuningan, Gronggong, Patapan, Beber, Patapan, Beber, Kota Cirebon, Jawa Barat 45122 Telepon: (0231) 490785 Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 888
Bahan-bahan: Beras ketan 1/2 kg Gula siwalan 1 ons Kelapa muda 1/2 butir Garam 1 sdt Daun pisang 1 pelepah Cara membuatnya: 1. Beras ketan ditumbuk halus menjadi tepung. 2. Kelapa diparut, dicampur dengan tepung, garam, ditambah air sedikit, menjadi adonan. 3. Gula siwalan diiris-iris, dimasukkan dalam adonan. 4. Dibungkus daun pisang, dikukus. Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 888
Bahan-bahan: Beras ketan putih 1 liter Garam 1 sdt Gula merah 1 ons Minyak goreng 1/2 botol Kelapa 1/2 tua 1/2 butir Cara membuatnya: 1. Beras ketan direndam semalam, dicuci, ditiriskan; kelapa diparut, diberi garam, kemudian dicampur dengan beras ketan dan dikukus sampai masak. 2. Setelah masak diangkat, ditumbuk sampai halus. 3. Digiling diatas papan penggilingan yang telah dialas daun pisang dan dioles dengan minyak, supaya tidak melekat, sampai tipis dan dibentuk bulat; dijemur sampai kering. 4. Digoreng dengan minyak yang panas dan banyak. 5. Gula merah dibuat sirup yang kental sekali, diberi warna (merah, hijau, dll) Keterangan: Kalau mau dimakan, disiram dengan sirup RM/Toko yang Menyediakan : RM Warung Jeruk Ciamis Rumah Makan Alamat: Jalan Ciamis Raya, Karangkamulyan, Kec. Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat 46271 Telepon: 0821-1596-9373 Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman...
Bahan-bahan: Sarai/serai ambil bagian bawahnya warna putih & sedikit bgian ijo, iris tipis, geprek-geprek menggunakan ulekan. 1 buah Tomat 1 siung Bawang merah iris tipis 1 siung Bawang putih cincang Ikan asin kembung yg sudah digoreng, disuir² Gula Garam Minyak Bahan sambal (diblender): sesuai selera Cabe rawit 2 siung Bawang putih 2 siung Bawang merah Note: kalo gak ikan asin, bisa menggunakan terasi Cara memasak: Tumis bawang yang sudah diiris. Masukan serai, disusul tomat. Masak hingga serai layu. Tambah bahan sambal..tunggu agak kering. Jika kurang minyak bisa ditambahkan. Masukan ikan asin. Tambahkan gula garam.. Jika sudah matang, angkat sajikan. Sumber: https://cookpad.com/id/resep/3468194-sambal-sarai-sampitkuliner\ Lokasi penjual: Kuliner Tempoe Doeloe Serba Ka...
Bahan-bahan 1 ekor ikan tongkol 2 siung bawang merah/bawang putih 1 cm kunyit 1 cm lengkuas 1 btng serai 1 cm jahe 1 biji tomat sedikit asam jawa secukupnya gula secukupnya garam secukupnya vetsin Langkah Bersihkan ikan tongkol dan potong sesuai selera..sisihkan Ulek semua bumbu lalu tumis dgn sedikit minyak sampai harum Setelah harum masukan ikan tongkol san tambahan air lalu tutup sampai ikan benar" matang Tambahan gula garam serta vetsin n tomat lalu angkat dan sajikan..menu ini lebih mantap disajikan beserta rebusan daun singkong..dan sambal acan/terasi selamat mencoba. Sumber: https://cookpad.com/id/resep/533187-ikan-tongkol-masak-tuup-khas-sampit-ala-ratna
Setiap daerah tentu punya jajanan khasnya masing-masing. Begitu juga dengan Tegal punya jajanan khas tradisional bernama Alu-Alu. Sebuah jajanan yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang seperti lontong, namun perbedaannya kalau alu-alu bungkusnya lonjong. Jajanan ini memiliki rasa yang nikmat, gurih dan kenyal. Cara membuat jajanan alu-alu ini tidak berbeda jauh seperti membuat lontong. Awalnya, cuci beras ketan yang mau digunakan. Kemudian, rendam beras ketan sekitar tiga jam. Setelah itu tiriskan. Beras ketan yang sudah ditiriskan kemudian dibungkus dengan daun pisang. Setelah itu rebus sekitar 1,5 jam sudah jadi jajanan alu-alunya. Kemudian, penyajiannya alu-alu dicampur parutan kelapa yang dilumuri merata pada bagian luarnya dengan ditambah sedikit garam. Jajanan alu-alu ini tidak bertahan lama karena teksturnya yang lembek dan dicampur dengan kelapa. sumber: https://www.cendananews.com/2017/12/alu-alu-jajanan-khas-tegal-y...
Dalam pagelaran ritual adat Supi Tawa, etnis Tanai Ai, Sikka, Flores Timur, di hutan tempat awal ditemukan keris pusaka, setelah memberikan Piong atau persembahan berupa telur ayam serta beras, sirih pinang dan Arak kepada sang pencipta dan penguasa langit dan bumi serta para leluhur, hewan sembelihan berupa ayam semuanya dibakar di tempat ritual dan dimakan bersama nasi. Selama ritual berlangsung, makanan yang dimakan tidak diperkenankan menggunakan piring tetapi diletakan di dedaunan serta minum air atau arak pun harus menggunakan tempurung kelapa atau gelas bambu yang bahannya diambil di sekitar hutan tempat ritual berlangsung. Sejak dahulu ada pantangan untuk menggunakan piring dan gelas, hanya boleh mempergunakan bahan-bahan dari alam yang ada di sekeliling tempat ritual. Nasi dimasak di dalam bambu lalu dibakar hingga matang sedangkan hewan sembelihan pun dibakar dan dipotong kecil-kecil untuk dijadikan persembahan yang diletakan di tempat tersebut serta sisanya...
Botok ikan asin daun singkong menjadi salah satu kuliner yang kerap disajikan di sejumlah warung makan di wilayah kecamatan Palas. Daerah yang mayoritas warganya berasal dari Jawa Tengah dan Yogyakarta tidak begitu asing dengan makanan yang terbuat dari parutan kelapa dan campuran bahan lain yang dikukus dan lebih nikmat disantap dengan nasi tiwul, nasi terbuat dari singkong. Desa Tanjungsari, Kalirejo, Indagiri, Blora sejak dahulu dikenal sebagai penghasil singkong dan hasil olahannya berupa kerupuk, getuk, keripik hingga tiwul sekaligus daunnya bisa dijadikan sayuran sehingga makanan berbahan singkong cukup umum di sini, termasuk botok ikan asin daun singkong. Proses pembuatan botok ikan asin daun singkong cukup sederhana. Bahan bahan penunjang di antaranya ikan asin, daun singkong, setengah butir kelapa agak muda diparut, cabai hijau yang diiris tipis, belimbing wuluh, daun salam, daun singkong muda secukupnya dan daun pisang sebagai pembungkus. Selain itu, bumbu yang dib...
Konsumsi pangan lokal seperti ubi dan singkong bagi warga kabupaten Sikka maupun provinsi NTT, mulai digandrungi sejak Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, gencar mempromosikan gerakan mengkonsumsi pangan lokal sejak sekitar 2015. Meski demikian, konsumsi ubi hitam bagi warga kabupaten Sikka dan di Flores Timur hampir sering dilakukan, mengingat makanan ini selalu dijual setiap sore di sepanjang jalan Gajah Mada, Kota Maumere, bersama aneka makanan lokal lainnya seperti singkong rebus, pisang, kacang rebus dan lainnya. Makanan lokal sudah menjadi konsumsi masyarakat Sikka setiap hari. Ubi hitam paling banyak dibeli masyarakat, sebab rasanya yang beda dan hanya beberapa warung senja yang jual makanan lokal saja yang menjualnya. Dalam membuatnya, ubi direndam semalam dan dibuang airnya, lalu ditutup dengan daun Reo atau Turi selama satu atau dua malam hingga tumbuh jamur dan berwarna kehitaman. Kalau sudah berwarna hitam, baru direbus hingga matang, lalu diangkat dan biasan...