BAHAN Kedele hitam ¾ kg Kelapa ½ butir Daun pisang klutuk 3 lembar Biting secukupnya BUMBU Bawang merah 4 buah Daun salam 20 lembar Bawang putih 2 siung Gula merah 1 sendok makan Lombok rawit 20 buah Garam 1 sendok teh CARA PEMBUATAN Kedele dibersihkan, direndam 1 malam. Ditumbuk dalam lumping, jangan terlalu halus. Kelapa diparut, dicampur dengan kedele yang telah ditumbuk. Bumbu-bumbu dihaluskan, kecuali daun salam dan lombok rawit, dicampurkan dengan no.3. Dimasukkan air 1 gelas agar jangan keras. Adonan dibungkusi ± 2 sendok makan tiap bungkus, dasarnya diberi 1 lembar daun salam dan atasnya dihiasi dengan lombok rawit 1 atau 2 buah. Dikukus sampai kuning. sumber: https://hobimasak.info/resep-botok-kedele-hitam-wonosobo/
Sega Pecel Gambringan adalah kuliner nasi pecel legendaris asal Kabupaten Grobogan. Oleh warga Grobogan biasa disingkat dengan SPG. Nama Gambringan sendiri diambil dari tempat asal kuliner ini, yang memang sejak dulu banyak dijajakan di Stasiun Gambringan yang terletak di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. Sejak tahun 1940-an, banyak penjual sega pecel Gambringan ditemui menjajakan dagangannya di stasiun atau di atas gerbong kereta api. Namun sejak tahun 2012, peraturan PT KAI tidak lagi membolehkan penjual makanan dan minuman menjajakan dagangannya di atas gerbong atau di dalam stasiun. Akibatnya, banyak pedagang sega Pecel Gambringan berjualan ke luar stasiun, meski di antara mereka juga ada yang bertahan berjualan di sekitar stasiun Gambringan. Peraturan PT KAI itu, di satu sisi memang menjadikan para penjual sega Pecel Gambringan kelabakan , karena harus mencari tempat baru untuk menjajakan dagangannya. Namun, di sisi lain, sega pecel Gambringan kini b...
Di Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, terdapat sebuah kuliner yang cukup unik, yakni Sega (baca: sego ) Janganan . Sega janganan atau oleh warga setempat populer disebut “Sega Pager” atau “Nasi Pager” memang merupakan menu sarapan yang unik dan khas. Bahkan ada yang bilang, “Belum merasa ke Godong kalau sarapannya belum Sega Janganan” . Ya, sega janganan memang kuliner khas sarapan pagi di Godong. Sega janganan sebenarnya sama seperti nasi gudangan atau nasi urap sayur seperti yang ada di daerah lain. Bedanya adalah pada tambahan sambal pecel dan uyah gorengnya (srundeng) yang membuat paduan dan sensasi yang beda di lidah. Sega janganan biasa dihidangkan dengan model pincuk dari daun pisang. Dihidangkan dengan aneka gorengan yang bisa dipilih sesuai selera, antara lain: bakwan, mendoan, rempeyek, mentho, tahu susur, dan lain-lainnya. Dengan ditemani segelas teh hangat atau es teh, sun...
Kabupaten Lamongan memiliki beragam masakan dengan bahan ikan bandeng yang terkenal karena rasanya yang gurih. Salah satunya bandeng goreng dengan sambal colo-colo. Dinamakan colo-colo karena sambal pedasnya bercampur dengan rasa asam jeruk nipis. Bandeng colo-colo ini merupakan menu baru yang bisa dinikmati penggemar kuliner di Lamongan. Menu satu ini tak berbeda dengan lalapan bandeng. Hanya saja, sambalnya yang khas membedakan dengan lalapan pada umumnya. Masakan bandeng colo-colo khas Lamongan ini, berawal dari ikan bandeng yang dihasilkan petambak Lamongan sebagain besar berbau tanah. Warga mencoba-coba berbagai resep untuk menghilangkan bau tanah tersebut saat dimasak. Kemudian ditemukanlah resep yang diberi nama colo-colo yaitu bumbu alami yang terdiri dari daun sirih, cabe, serta tomat. Membuat bandeng colo-colo cukup mudah. Pertama, bandeng yang sudah dibersihkan isi perut dan durinya, digoreng hingga matang. Setelah itu, bumbu sambal colo-colo yang didominasi t...
Bahan-bahan: Tepung gaplek 1/2 kg Kacang tolo 2 ons Gula pasir 1 ons Kelapa 1 butir Air secukupnya Daun pisang secukupnya Garam 1 sdt Cara membuatnya: 1. Kacang tolo direndam semalam 2. Tepung gaplek diperciki air garam dan diratakan, agak diuli hingga tidak berbutir-butir. 3. Kacang tolo, gula dicampurkan pada tepung lalu dikukus. 4. Ditumbuk sampai liat seperti getuk. 5. Dibentuk panjang atau persegi dalam tampah yang telah dialas daun pisang yang telah dilumuri minyak. 6. Menghidangkannya seperti getuk, diberi kelapa parut yang diberi garam. Keterangan: Cara mengkukusnya: Supaya adonan tidak mentah, tengah-tengah adonan diberi lubang. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Nangka tua belum masak 1/4 buah Dedak jagung 1 ons Kelapa 1/2 butir Garam 1/2 sdt Kapur sirih 1 sdt Cara membuatnya: Nangka dikupas, hatinya dibuang, dicincang, biji yang tua dibuang. Dicampur dengan dedak jagung yang telah disiram dengan air kapur. Dikukus sampai masak. Kelapa diparut diberi garam. Dimakan dengan kelapa parut. Keterangan: Kadang-kadang dimakan dengan ikan pindang mentah atau sayur kelor. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Tepung beras 2 1/2 gelas Santan 2 gelas Telur ayam 2 butir Gula merah 1/4 kg Air kapur 2 sdm Air garam 1 sdm Cara membuatnya: 1. Tepung diaduk dengan santan, diberi air kapur dan air garam. 2. Adonan dimasukkan dalam loyang yang sebelumya diolesi minyak, dikukus. 3. Telur dikocok dengan gula merah yang telah disisir halus, ditambah dengan 2 sendok makan tepung beras supaya kental. 4. Sesudah lapisan pertama 1/2 masak, lalu dituangkan lapisan kedua, dikukus lagi sampai masak. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Singkong 1 kg Kelapa 1/2 butir Gula merah 1/2 kg Bumbu: Garam 1 sdm Cara membuatnya: 1. Singkong diparut kasar, dicampur gula merah yang telah diiris halus dan garam. 2. Dikukus sampai matang. 3. Kelapa diparut. 4. Dimakan dengan kelapa parut. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Kacang tolo 1/4 kg Gula merah 1/4 kg Air 1/2 gelas Minyak goreng 1 gelas Bumbu-bumbu: Lombok merah 5 buah Garam 1/2 sdm Teras 1/2 sdt Cara membuatnya: 1. Kacang tolo direndam dalam air mendidih. 2. Dikukus, digoreng dengan minyak. 3. Bumbu-bumbu dihaluskan, kecuali gula merah. 4. Gula merah direbus, bumbu-bumbu dimasukkan. 5. Jika gula telah kental, kacang dimasukkan, diaduk-aduk sampai rata. 6. Diambil sesendok demi sesendok diatur diatas tampah. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.