Wirofrofen adalah makanan tradisional yang bersal dari Kabupaten Sarmi Provinsi Papua. Wirofrofen merupakan makanan khas sarmi yang berbahan dasar sagu dan pisang. Bahan: Sagu dan pisang daun pisang Cara Pembuatan: Cara membuat sagu dan pisang yang terbungkus dengan daun pisang, Pisang yang sudah mulai masak diambil dan dikuliti kemudian mengambil sagu yang sudah ditiriskan atau dikeringkan setelah itu dicampur dengan pisang mengkal yang sudah dipotong kecil-kecil, dicampur menggunakan tangan hingga tercampur dengan baik setelah tercampur dengan rata dan dibungkus menggunakan daun pisang yang sudah dirahu diatas api hingga layu daunnya, dan terbungkus dengan baik dan siap untuk dibakar atau ditaruh diatas barah api sambil dibalik hingga daun pisang yang terbungkus rapi tersebut sudah kelihatan hangus atau layu daun pisangnya berarti itu tandanya wirofrofen sudah masak dan siap untuk dihidangkan. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&am...
Dola kolano adalah makanan tradisional yang biasanya disajikan pada saat upacara adat bersamaan dengan adanya upacara makan-makanan adat yang dilaksanakan setelah panen padi. Bahan: Beras (beras asli masyarakat Sahu), Cara Pembuatan: Dola kolano adalah makanan tradisional yang bahan dasarnya adalah b yang di isi di dalam bambu panjang yang ukurannya sama, kemudian di beri air dan di masak. Makanan ini hanya disajikan pada saat upacara adat, setiap keluarga harus membawa satu piring nasi Dola kolano pada saat upacara adat dengan ukuran yang sama. Ini menandakan bahwa di dalam masyarakat tidak ada yang lebih tinggi/ rendah, kaya atau miskin, tetapi semuanya sama. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=7112
Lompong Sagu merupakan makanan yang sering dihidangkan sehari-harinya di banyakan rumah keluarga masyarakat Singkil. Makanan ini merupakan cemilan dan merupakan salah satu makanan favorit di masyarakat. Sering juga kita menemukan makanan ini di warung-warung kopi sebagai cemilan teman minum kopi. Di warung-warung nasi pun kita dapat menemukan makanan tradisional ini sebagai jajanan. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Lompong Sagu antara lain: 1. Sagu 2. Pisang matang 3. Kelapa parut 4. Garam 5. Gula Cara membuat: 1.Tumbuk atau giling pisang yang sudah matang hingga halus. Kemudian diamkan. 2. Tambahkan sagu yang sudah dikeringkan ke dalam adonan pisang. 3. Masukan kelapa parut ke dalam adonan pisang dan sagu. 4. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. 5. Aduk adonan sampai halus dan merata 6. Ambil daun pisang yang tidak terlalu tua sebagai bungkus adonan makanan. 7. Gulung adonan dengan daun pisang 8. Panggan gulung...
Makanan adat pada puncak acara upacara Legu-Legu adalah Kukusang dan Wajik. Kukusang bentuknya kerucut, di buat dari beras pulen hasil panen dan Wajik bahannya adalah pulut. Untuk membuat Kukusang tidak terlalu sulit, namun harus dari beras pulen yang merupakan hasil panen masyarakat, karena konon menurut mereka, jenis beras ini lebih pulen dan hasilnya akan lebih bagus. Dinamakan Kukusang karena mengukusnya harus di wadah yang bentuknya kerucut, dibuat dari anyaman daun tikar. Cara Pembuatan: Beras yang telah dibersihkan, dimasak setengah masak, setelah itu barulah di masukan ke kukusan dan dipadatkan, kemudian dikukus hingga masak. Kukusan biasanya dilapisi dengan daun pisang muda, sehingga pada saat dilepaskan akan lebih mudah. Setelah dilepas di hiasi dengan kembang-kembang. Wajik bagi orang Maluku, merupakan salah satu makanan yang sudah tidak asing lagi. Cara pembuatannya tidak terlalu sulit, dibuat dari beras pulut, di kukus hingga matang (jangan teralu lembek), santa...
Nyaokimareu adalah makanan tradisional yang disajikan pada waktu makan-makanan adat. Makanan ini harus disiapkan oleh seluruh keluarga yang akan makan dalam pesta makan-makanan adat ini. Makanan ini sangat sederhana dan di mana saja dapat ditemukan, terdiri dari ikan yang digoreng dan telur yang dibuat dadar. Pada saat pelaksanaan upacara adat setiap keluarga harus menyediakan menu ini. Pada saat disajikan dimeja, ikan yang telah digoreng diatur di piring dan ditutup dengan telur. Pada saat makan, yang dimakan, hanyalah ikan, telur tidak boleh dimakan telur hanya sebagai penutup ikan. Ini menunjukan aturan yang berlaku bagi masyarakat desa Taraudu pada waktu makan adat. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=7127
Bahan-bahan Cencalok 2 siung bawang putih, cincang Cabe bakul (sesuai selera), cincang 2 buah jeruk kecil 1 buah tomat Minyak goreng (secukupnya) Langkah Tuang dan panaskan minyak goreng. Tumis bawang putih, cabe, dan tomat. Masukkan cencalok. Setelah masak, tata di dalam piring/mangkok, peras jeruk kecil dan masukkan ke dalam cencalok. Cencalok siap disantap. Sumber : https://cookpad.com/id/resep/2940397-cencalok-pontianak Lokasi penjual: Warung Mak Kundil Alamat: Jalan Professor M.Yamin No. 1, Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113 Telepon: (0561) 8103954
Matak artinya tidak masak/mentah karena kelapa muda dan beras yang juga dihidangkan pada makanan ini disajikan mentah-mentah. Sekarang Nditak Matah lebih sering ditemukan pada acara-acara resmi seperti pesta penikahan ataupun acara yang berhubungan dengan fase kehidupan seperti melahirkan dan meninggalnya seseorang. Pada acara kelahiran, masakan ini dihidangkan untuk tamu dan untuk ibu yang baru melahirkan. Biasanya dihidangkan pada hari ke-4 setelah melahirkan dan sifatnya dianggap wajib. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain: 1. Beras 2. Kelapa Muda yang telah diparut 3. Garam 4. Gula 5. Sepotong ayam Cara membuat: 1. Beras direndam selama sekitar 3 jam agar lembek 2. Setelah agak lembek, beras ditumbuk hingga hancur. 3. Siapkan kelapa muda, kemudian parut dan tambahkan gula serta garam sesuai selera. 4. Campurkan dan aduk kelapa yang telah diparut dengan beras dan kemudian adonan tersebut diperas d...
Makanan ini berbahan utama kelapa dan sagu. Masyarakat Singkil biasa menghidangkan makanan ini sebagai cemilan sehari-hari karena prosesnya yang relatif mudah dan singkat. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: 1. Sagu 2. Kelapa parut 3. Garam 4. Air Cara membuat: 1. Aduk seluruh bahan hingga merata dan menjadi adonan yang agak kenyal. 2. Letakkan adonan dalam kuali, kemudian teka-tekan adonan tersebut hingga pipih. Ukuran dan bentuk adonan dibuat sesuai selera. 3. Panaskan adonan yang telah dipipihkan tersebut selama kurang lebih 30 detik. Kemudian balikan adonan tersebut agas sisi yang lainnya pun matang. 4. Setelah matang, makanan pun siap dihidangkan. Alamat dan Kontak Penjual: ISTANA KUEH TRADISIONAL ACEH Jl. Cut Nyak Dhien No. 7, Lampisang, Peukan Bada, Lampisang, Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23232 0823-6588-5500 Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail...
Selain dihidangkan sebagai lauk, makanan tradisional ini pun cocok untuk dijadikan obat alternatif yang alami khususnya obat untuk penderita demam. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah: 1. Cabai merah 2. Kelapa 3. Garam 4. Asam 5. Bawang merah 6. Pucuk rotan (simboling) Cara membuat: 1. Kupas simboling, kemudian cincang simboling hingga berukuran sekitar 5 cm. 2. Rebus simboling yang telah dicincang kira-kira selama 2 jam agar simboling agak kering. Angkat dan diamkan. 3. Siapkan kelapa yang tidak terlalu tua. Kemudian, giling kelapa dan donseng hingga halus. 4. Lalu, siapkan cabainya. Tambahakan cabai, garam, asam dan bawang merah sesuai selera. Giling hingga agak hancur namun tidak terlalu halus. 5. Setelah simboling, gongsengan kelapa dan cabai siap, campurkan bahan-bahan tersebut dan aduk hingga rata. Makanan tradisional ini se...