Topot merupakan makanan/kuliner khas Desa Peliatan. Makanan berbahan dasar beras, garam dan minyak kelapa asli. Topot saat ini masih dibuat oleh Ni Wayan Kelung yang bertempat tinggal di Banjar Tengah Kauh, Desa Peliatan, Ubud. Topot pada saat ini mengalami penurunan karena waktu pembuatan yang diperlukan sangat banyak dan pengerajin ini juga mempunyai banyak kesibukan sehingga jarang dapat membuat topot kecuali ada pesanan dari pelanggannya. Namun, pada hari-hari biasa topot tetap diproduksi dengan kuantitas yang lebih sedikit (50-70 bungkus). Proses dari pembuatan topot ini, pertama beras dibersihkan 3 kali menggunakan air bersih, dan tiriskan. Kemudian campurkan garam dan minyak kelapa asli secukupnya. Bungkus campuran adonan tersebut menggunakan daun bambu yang sudah dibersihkan sebelumnya. Ikat bungkusan tersebut menggunakan tali upas dari pelepah pisang. Setelah itu kukus kurang lebih 3-4 jam menggunakan api sedang. Setelah matang, disajikan dengan serondeng kelapa yang dicam...
Bahan-bahan 1/4 kg ikan 1/4 kg ikan sepat bersihkan rendam dengan air jeruk dan garam 1 gelas beras cuci bersih 3 sendok makan Garam Langkah Sangrai beras yg di cuci tadi sampai ke coklatan Blender kering beras sangrai dengan garam atau tumbuk hingga halus dengan garam Balurkan bumbu tadi pada ikan kemudian simpan dalam stoples Kalo ingin memakan tinggal goreng kering kemudian taburi dengan bawang merah putih cabe merah hijau rawit di goreng kering di atas ikan tadi Sumber : https://cookpad.com/id/resep/4366499-pakasam-samu-sepatsapat-mama-dafzain
Tahu merupakan makanan khas Indonesia. Diberbagai wilayah Indonesia, khususnya di Bali, tahu ini dibuat oleh nenek/dadong yang umurnya berkisaran 90 Tahun, Nenek ini bernam Songkeg. Perusahaan dagang tahu Dadong Songkeg ini terletak di Br. Pedapdapan, Pejeng, Tampaksiring. Meskipun nenek ini sudah cukup umur tetapi beliau masih ingin melestarikan makanan khas yang sudah ada dari dulu sampai sekarang. Perusahaan tahu yang dimiliki oleh Dadong Songkeg ini telah berdiri cukup lama di perkirakan sebelum Negara Indonesia merdeka tepatnya di tahun 1935. Dalam pembuatan Tahu ini bahan-bahannya cukup sederhana hanya terdiri dari 2 bahan yaitu: 1) Kedelai 2) Air garam. Alat-alat untuk pembuatan tahu adalah : 1) mesin giling : untuk menggiling kedelai 2) tungku api : untuk merebus hasil gilingan kedelai 3) belong : wadah hasil perebusan kedelai dimana hasil rebusan tersebut di campur dengan air garam lalu di saring 4) Cara pem...
Kecampit adalah salah satu makanan tradisional dari Kabupaten Way Kanan. Untuk membuat kecampit diperlukan bahan-bahan yang terdiri atas singkong, gula merah/aren, serta kelapa parut. Cara membuat kecampit adalah sebagai berikut. Singkong yang telah dibersihkan, diparut terlebih dahulu. Hasil parutan singkong tadi dimasukkan kedalam sebuah wadah dan dicampur dengan gula merah yang telah diiris-iris terlebih dahulu hingga merata dan terasa manis. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=3067
Be pulung salah satu makanan khas masyarakat kampung Islam Kepaon, yang diolah dengan menggunakan berbagai macam bumbu. Makanan ini diberi nama be pulung, karena bentuknya berupa pulung-pulung. Be pulung terbuat dari daging sapi, yang dicincang. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5477
Be masak merah ini, baik bumbu maupun cara memasaknya hampir sama dengan be kedonteng. Bumbunya hanya ditambah dengan merica putih. Potongan dagingnya lebih tipis dan airnya lebih banyak saat dimasak. Be masak merah ini juga biasanya dibuat pada saat upacara perkawinan. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5476
Be kedonteng merupakan salah satu makanan khas masyarakat kampung Islam Kepaon, biasanya dibuat pada saat acara pesta perkawinan. Be kedonteng terbuat dari daging sapi yang dipotong-potong kemudian digongseng dengan bumbu lengkap (base genep). Be kedonteng ini rasanya mirip dengan rendang. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5475
Tuak adalah minuman khas suku Dayak di Kalimantan Barat, merupakan hasil fermentasi dari nira atau beras ketan. Dengan kata lain, tuak terbuat dari ketan yang dicampur ragi dan dibiarkan beberapa lama (tapai ketan). Meskipun tuak bewarna putih susu atau seperti air cucian beras yang lebih sering dijumpai, tetapi sesungguhnya ada tuak berwarna coklat. Tuak bewarna coklat ini dibuat dari beras ketan yang disangrai atau bisa juga dibuat dari ketan hitam. Salah satu peralatan penting dalam proses pembuatan tuak adalah alat penyaring tuak (apiet). Penyaring ketan berbentuk batang, terbuat dari kayu yang dilubangi ujungnya. Apiet dilengkapi alat penekan dari papan yang berfungsi menghimpit tapai hingga air keluar dari tapai tersebut. Tuak tidak dibuat setiap hari, pembuatannya dikhususnya untuk upacara atau pesta adat, misalnya saat pesta perkawinan, panen padi, penyambutan tamu dsb. Pada dasarnya tradisi minum tuak ini melambangkan semangat kebersamaan, kekeluargaan dan persahabatan. Dal...
Jukut Kalas Don Belimbing merupakan kuliner tradisional yang berbahan dasar berupa daun (don) belimbing. Adapun bahan-bahan lain yang digunakan selain daun belimbing yaitu biji kacang merah, minyak goreng, garam, daun salam, buah jeruk limao, terasi, kelapa dan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunir, kencur, kemiri dan wangen (lada merah, lada hitam, wijen, tabia bun dan jebugarum). Cara pengolahan: Daun belimbing dibersihkan, dilumat dengan air kelapa terus direbus sampai matang. Setelah direbus, selanjutnya ditiriskan dan diperas. Kacang merah dibersihkan, kemudian direndam selama 1-2 jam dan selanjutnya direbus sampai matang. Kacang merah yang telah matang ditiriskan. Semua bahan bumbu dipotong-potong. Sebagian kemudian digoreng, sebagian lagi dibuat kalas dengan cara dicampur dengan santan, daun salam dan terasi. sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCat...