Keris Mageti adalah keris yang dibuat oleh para empu dari daerah Magetan. Keris ini diperkirakan pembuatannya pada tahun 1650 an. Keris pusaka ini juga menjadi simbol sebagai salah satu keris andalan pada jaman dahulu. Keris Mageti memiliki khasiat untuk ketentraman dan kebahagiaan bagi pemiliknya, juga memudahkan jalan rezeki dan memudahkan mempengaruhi orang lain.
Sama seperti senjata buding senjata ini tidak terlalu dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Tetapi hal itu tidak menghalangi kita untuk mengetahui tentang senjata yang satu ini. Karena senjata ini juga salah satu bagian dari kekayaan Indonesia. Bionet merupakan salah satu senjata yang berasal dari Jawa Timur, tidak diketahui pasti daerahnya. Senjata ini memiliki bentuk lurus, memilik panjang layaknya pedang. Senjata ini tidak terlalu tajam, tetapi senjata ini mempunyai ujung yang runcing dibandingkan dengan senjata lainnya. Pada jaman dahulu bionet sering kali digunakan untuk senjata saat berperang. Karena memiliki ujung yang runcing, senjata ini digunakan untuk menusuk musuh atau untuk membela diri. Namun jaman sekarang senjata ini tidak lagi digunakan untuk senjata perang. Sumber : https://karyapemuda.com/senjata-tradisional-jawa-timur/
Kudi adalah senjata yang berasal dari Kota Banyumas. Kudi bukan sekedar senjata, namun kudi juga digunakan masyarakat banyumas untuk mencari makan. Maksudnya untuk mencari kayu bakar lalu dijual agar mendapat uang. Selain digunakan untuk mencari kayu bakar, kudi sering kali dimanfaatkan masyarakat Banyumas untuk membuat meja dan kursi. Dan untuk membantu kegiatan yang bermanfaat lainnya. Senjata ini hanya dapat di temukan di Jawa khususnya Daerah Banyumas. Pada umumnya senjata ini memiliki benjolah pada tengah-tengah kudi. Hal inilah yang menjadi salah satu pembeda antara senjata kudi dengan senjata pethel, yang memiliki bentuk hampir sama. Pada umumnya kudi memiliki panjang 35 cm dan lebar sekitar 10 cm. Sumber: https://karyapemuda.com/senjata-tradisional-jawa-timur/
Clurit Clurit atau celurit merupakan senjata tradisional yang berasal dari daerah Madura, Jawa Timur. Clurit diyakini berasal dari legenda pak Sakera / Sakerah, seorang mandor tebu dari Pasuruan yang menjadi salah satu tokoh perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Beliau dikenal tak pernah meninggalkan Celurit dan selalu membawa / mengenakannya dalam aktifitas sehari-hari, dimana saat itu digunakan sebagai alat pertanian / perkebunan. Beliau berasal dari kalangan santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. Pak Sakera melakukan perlawanan atas penindasan penjajah. Setelah pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, beliau dimakamkan di Kota Bangil. Atau tepatnya di wilayah Bekacak, Kelurahan Kolursari, daerah paling selatan Kota Bangil. Tindakan penjajah tersebut ternyata menimbulkan kemarahan orang-orang Madura, dan mulai berani melakukan perlawanan pada penjajah dengan senjata andalan meraka adalah Celurit. Sehingga Celurit mulai...
Buding Senjata tradisional buding ini bisa ditemukan pada masyarakat Suku Using di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Buding berfungsi sebagai alat untuk membantu aktivitas sehari-hari juga sebagai senjata untuk mempertahankan dari segala macam bahaya/ancaman, baik serangan musuh atau binatang yang buas. Bentuk Buding seperti halnya pisau/golok berukuran panjang sekitar 46 cm dengan gagang dan memiliki sarung pelindung. https://www.silontong.com/2018/04/29/senjata-tradisional-jawa-timur/
Bionet Bionet adalah senjata tradisional yang biasa digunakan oleh masyarakat disekitar Lenteng, Sumenep – Jawa Timur. Senjata ini berbentuk lurus, kedua sisinya tidak terlalu tajam, panjangnya menterupai pedang, tetapi memiliki ujung yang sangat runcing dibanding dengan senjata lainnya. Pada mulanya, Bionet dipakai sebagai senjata dalam berperang; menusuk, membabat dan membela diri dari serangan musuh. Tetapi pada perkembangannya, Bionet juga memiliki fungsi sosial tertentu bagi masyarakat Jawa Timur. https://www.silontong.com/2018/04/29/senjata-tradisional-jawa-timur/
Caluk Caluk merupakan senjata tradisional yang bentuknya mirip seperti golok panjang namun dengan lengkungan diujung senjata serta terdapat kapak ditengahnya. Bisa dibilang senjata tradisional ini sangat unik. Senjata tradisional yang bernama Caluk ini sudah sangat jarang digunakan. Bisa dibilang sebagai benda pusaka yang langka keberadaannya. Caluk berukuran satu meter lebih seperti golok dengan kapak ditengah-tengah badanya, namanya yang dulu terkenal yaitu Caluk Trantang, nama itu diambil dari nama empu pembuatnya yaitu Ki Trantang, yang pada masa itu tinggal di wilayah Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban-jawa timur. https://www.silontong.com/2018/04/29/senjata-tradisional-jawa-timur/
Kudi Senjata tradisional Jawa Timur yang bernama Kudi ini merupakan senjata yang mirip dengan Kunjang senjata tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Orang Jawa biasa menyebut Kudi dengan istilah Gaman, yang diartikan serba bisa. Kudi ini merupakan suatu alat yang sifatnya serba bisa digunakan masyarakat pedesaan Jawa itu sendiri. Orang Jawa percaya dengan gaman ini akan bisa “nguripi” dalam arti menghidupi dalam segala situasi kondisi masyarakat pedesaan. Misalnya dengan kudi kita bisa mencari makan walau tidak mempunyai uang, Kudi bisa digunakan untuk mencari kayu bakar dan kemudian dijual. Dengan Kudi kita bisa melakukan dan berbuat segala hal, seperti mencari kayu, berburu, membentuk atau mengukir obyek bambu/kayu dan dijadikan sebagai senjata untuk membela diri. https://www.silontong.com/2018/04/29/senjata-tradisional-jawa-timur/
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...