3.356 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Erpangir Kulau
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Erpangir berasal dari kata pangir, yang berarti langir. Oleh sebab itu erpangir kulau adalah upacara mandi untuk mengusir roh jahat atau menyucikan diri dari pengaruh roh jahat. Upacara ini masih dapat ditemukan di beberapa tempat, selain itu juga upacara erpangir ini dilakukan dalam upacara perkawinan, membuat nama anak dan menolak penyakit yang dibuat oleh roh jahat. selain itu ada juga beberapa alasan upacara erpangir masih dilakukan, alasan-alasan itu adalah: a. Upacara terimakasih kepada Dibata. dalam hal ini erpangir dilakukan sebagai ucapan terima kasih dan syukur kepada Dibata ( Tuhan ), yang telah memberikan rahmat tertentu. Misalnya: memperoleh keberuntungan, terhindar dari kecelakaan, memperoleh hasil panen yang berlimpah, sembuh dari penyakit, dan lain sebagainya. b. Menghidarkan suatu malapetaka yang mungkin terjadi. Dalam hal ini orang Karo melakukan upacara erpangir sebagai upaya untuk menghindakan suatu malapetaka yang akan terjadi, itu biasanya sudah terlebih dahulu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Mengket Rumah Mbaru
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Mengket Rumah Mbaru adalah salah satu upacara adat dalam suku Karo, Sumatra Utara. Mengket dalam bahasa Karo berarti masuk, dan mbaru berarti baru. Secara harafiah, mengket rumah mbaru adalah upacara yang diadakan orang Karo saat hendak memasuki rumah yang baru. Biasanya acara ini melibatkan keluarga besar dan rakut sitelu.Upacara ini tergolong sebagai pesta sukacita dan mulia, karena upacara ini menggambarkan kesuksesan tuan rumah (penyelenggara pesta). Dalam suku Karo, ada empat tingkatan upacara adat mengket rumah mbaru, yakni: Sumalin jabu Sumalin jabu adalah acara mengket rumah mbaru yang paling sederhana. Biasanya hanya dihadiri keluarga inti dan rakut sitelu yang terdekat. Biasanya hanya dihidangkan lauk berupa ayam saja (4-5 ekor) dan nasi. Mengkah dapur Mengkah dapur adalah upacara mengket rumah yang memerlukan musyawarah (runggun). Biasanya tetap dihadiri oleh rakut sitelu dan keluarga besar. Hidangan yang diberikan pada upacara adat ini berupa seekor babi atau k...

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Cawir Metua
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Cawir metua adalah sebuah upacara kematian yang dilaksanakan oleh masyarakat Karo. Tradisi ini ditujukan sebagai penghargaan dan penghormatan. Upacara ini mengalami 3 tahap perkembangan dalam pelaksanaannya, yaitu tahap mistis (pelaksanaan sederhana dan mitos), tahap onthologis (sudah dipengaruhi ajaran agama), dan tahap fungsionil (pelaksanaannya sudah mengikuti perkembangan zaman serta menggunakan teknologi yang ada pada masyarakat Karo). Pada saat pelaksanaan upacara kematian, masyarakat Karo biasanya melantunkan syair dalam sebuah nyanyian yang berisi ratapan emosional. Alunan tersebut adalah katoneng-katoneng. Nyanyian ini diiringi musik halus nan religius di telinga sehingga membuat suasana menjadi sendu dan haru. Katoneng-katoneng umumnya dikaitkan atas rasa syukur kepada Tuhan YME terhadap berkatnya. Makna tekstual yang terdapat di dalamnya menekankan kepada nasihat dan rasa duka kepada orang yang meninggal. Dalam upacara kematian dan nyanyian tersebut mengungkap betapa be...

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Adat Erdemu Bayu
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Upacara erdemu bayu merupakan upacara pesta perkawinan. Suatu pesta upacara yang melibatkan banyak orang baik itu dari pihak pengantin pria maupun wanita, kalimbubu, anak beru dan sembuyak. Dalam perkawinan Karo, pihak wanita masuk kedalam pihak pria dan pihak pria harus membayar tukur (mas kawin) kepada pihak kalimbubu.

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Mangokal Holi
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Upacara Mangokkal Holi yaitu mengambil tulang belulang dari leluhur mereka dari dalam kuburan. Kemudian ditempatkan di dalam peti, dan diletakkan dalam buah bangunan tugu khusus untuk menyimpan tulang belulang leluhur. Rangkaian acara juga di padukan dengan memotong hewan ternak dan umumnya acara dilaksanakan hingga beberapa hari, lebih dari satu hari. Mereka yang masih fanatik dengan kesukuannya selalu melaksanakan kebiasaan ini, yaitu semua etnis Batak (Toba, Simalungun, Karo). Namun, tradisi ini memakan biaya yang tidak sedikit. Tidak semua warga Sumut bisa melakukannya. Hanya orang – orang tertentu saja, pengusaha atau pejabat yang punya dana berlebih

avatar
Widra
Gambar Entri
Upacara Menanda Tahun
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Menanda Tahun Merupakan salah satu upacara adat yang sakral yang dilakukan oleh masyarakat Pakpak. Salah satu marga yang rutin melakukannya yaitu Marga Manik Sisada Rube yang terletak di Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Pelaksanaan Menanda Tahun dilaksanakan sekali dalam setahun biasa dilaksanakan menjelang musim tanam dan dilakukan di Delleng Simenoto Desa Kecupak I. Tujuan dari Menanda Tahun adalah agar tidak menyalahi apa yang dipercaya sebagai ketentuan-ketentuan penguasa alam gaib bagi kelestarian ekosistem, sehingga demikian usaha-usaha pertanian dan perladangan memperoleh izin dan keberkahan dari mereka (penguasa alam gaib).

avatar
Widra
Gambar Entri
Kesenian Alu
Ritual Ritual
Kepulauan Riau

Dahulu pada saat musim panen dan menuai padi, datanglah saat-saat yang ditunggu da amat menyenangkan. Sebagian dari hasil panennya disimpan dilumbung dan sebagiannya diolah secara tradisional pula dengan menggunakan satu buah lesung besar dengan beberapa “anak Alu”. Selain itu merayaka pesta panen masyarakat juga membuat emping. Sambil membuat emping dengan menggunakan anak alu yang terdiri dari berbagai macam ukuran hingga menimbulkan nada-nada yang khas dan memberikan nada-nada yang indah tersendiri. Dari nada-nada tersebut terciptalah beberapa lagu. Lagu tidak dinyanyikan dengan suara penumbuk alu, melainkan suara yang timbuk dari hentakan alu dan lesung tersebut. Kesenian Alu sering dibawakan oleh tim kesenian dari Kecamatan Bunguran Timur laut

avatar
Widra
Gambar Entri
Ritual adat buang jung
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Ritual Buang Jung dilaksanakan rutin setiap tahun. Tepatnya ketika alam telah dianggap mengalami perubahan, seperti angin laut berhembus kencang dan air laut menjadi pasang antara bulan Juni dan Juli. Di Bangka Selatan, setiap kali tradisi sedekah laut dilaksanakan, pertunjukan Tunjang Angin selalu dimainkan. Daya tarik pertunjukan ini yakni seorang lelaki Sawang yang memperlihatkan keahlian berdiri di atas dua buah tiang kayu. Bukan hanya sekedar berdiri diatas tiang, ia-pun menari mengikuti alunan gendang yang dimainkannya sendiri selama beberapa menit. Semenatara ketinggian kayu itu mencapai lebih kurang 5 meter dari permukaan tanah. Atau biasa disebuat tiang jitun.

avatar
Widra
Gambar Entri
Ritual sedekah bumi
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Sedekah Bumi dan Ngarak Pusaka ini, merupakan simbol rasa syukur masyarakat atas berkah dan kemakmuran hasil panen yang diturunkan Allah SWT kepada masyarakat Kecamatan Pulau Besar tempat dimana dilangsungkannya acara ini.

avatar
Widra