Kupatan Gunung Kendeng merupakan tradisi Lebaran saling bermaaf-maafan dan mensyukuri alam yang terjaga. Tradisi tersebut dilakukan oleh warga Desa Mbitingan, Timbrangan dan Tegaldowo dan beberapa lokasi di Rembang. Sumber air Sumur Gede, Desa Tegaldowo jadi lokasi utama perayaan. Panggung persis di kanan sumber air berukuran 3×3 meter. Dekorasi dari bambu dan hasil pertanian seperti jagung, labu, pisang, dan lain-lain buatan warga. tradisi tersebut dilakukan untuk mensyukuri karunia Tuhan berupa sumber air dan hasil bumi sekaligus mengingatkan semua bisa dinikmati jika menjaga gunung dan alam. acara tersebut dilakukan selama dua hari. Hari pertama ada “Temon Banyu Beras,” mencuci beras dan memasukkan ke ketupat. Lalu arak-arakan tujuh ibu-ibu membawa jun (gentong air kecil) menuju sumber air. Sembari berjalan mereka menembangkan lagu. Di belakang, rombongan perempuan berkebaya dan berkain panjang mengikuti. Di sumber air, beras dicuci dan dibawa ke tenda p...
Meron adalah tradisi memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW juga berlangsung di kecamatan Sukolilo, 27 km arah selatan Pati. Upacara ini ditandai dengan arak-arakan nasi tumpeng yang menurut masyarakat setempat disebut Meron. Nasi tumpeng tersebut dibawa ke masjid Sukolilo sebagai kelengkapan upacara selamatan Prosesi Meron tersebut diikuti oleh aneka ragam kesenian tradisional setempat. Setelah upacara selamatan selesai, nasi Meron kemudian dibagikan kepada seluruh pengunjung. Dalam arak-arakan acara tersebut, diiring beberapa gunungan yang sangat khas, karena terbagi menjadi tiga bagian. 1. Bagian teratas adalah mustaka yang berbentuk lingkaran bunga aneka warna berisi ayam jago atau masjid. Ayam jago menyimbolkan semangat keprajuritan, masjid merupakan semangat keislaman, dan bunga simbol persaudaraan. 2. Bagian kedua gunungan itu terbuat dari roncean atau rangkaian ampyang atau kerupuk aneka...
Wetonan (Wedalan) Wetonan (wedalan) merupakan upacara adat Jawa Tengah yang masih banyak dikenal oleh manusia. Pengertian dari Wetonan menurut bahasa Jawa berarti keluar tetapi yang di maksud di sini yaitu lahirnya seseorang. Dalam menyambut kelahirannya itu, masyarakat akan melakukan upacara ini sebagai sarana mendoakan agar diberi panjang umur dan di hindarkan berbagai macam mara bahaya. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Mendak Kematian Tradisi atau upcara Mendak Kematian yang berasa dari Jawa Tengah. Secara bahasa indonesia, Mendak Kematian merupakan memperingati kematian setelah satu tahun. Sebenarnya tidak hanya itu saja dalam adat Jawa seperti Mitoni (tujuh hari pasca kematian). Berdasarkan sej arah , upacara tersebut memiliki hubungan sangat erat dengan agama Hindu-Budha. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Ruwatan Ruwatan merupakan upacara adat propinsi Jawa Tengah sebagai sarana pembebasan atau penyucian manusia dari dosa dan kesalahannya. Contohnya yaitu masyarakat sekitar Dieng Wonosobo. Anak-anak yang memiliki rambut gimbal biasanya di anggap sebagai keturunan Buto Ijo segara di ruwat supaya selamat dari marabahaya. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Upacara Nyewu (1000) Tradisi Upacara Nyewu 1000 hari setelah kematian (nyewu) adalah upacara/tradisi masyarakat Jawa untuk memperingati kematian seseorang di Jawa Tengah. Upacara tersebut di lakukan masyarakat setempat secara bersama-sama. Tradisi ini yaitu mendoakan orang yang telah meninggal seperti bacaan tahlil dan surah Yasin serta doa yang di pimpin oleh tokoh agama. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Suasana beberapa kampung yang ada di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.masyarakat yang ada di kampung-kampung Kaliwungu tersebut sedang merayakan tradisi ketuwin atau Weh-wehan atau saling memberi. Warga saling berkunjung dan memberi makanan. Tradisi ini digelar dalam rangka menyambut maulid Nabi Muhammad SAW. Sumpil adalah makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan daun bambu. Bentuknya segitiga dan cara memakannya dengan sambal kelapa. sumber : https://regional.kompas.com/read/2018/11/19/22262001/melihat-tradisi-weh-wehan-untuk-menyambut-maulid-nabi-muhammad
Upacara Kenduren Kenduren termasuk sebagai upacara daerah Jawa Tengah. Kata lain dari Kenduren adalah Slametan yang lebih dikenal kalangan masyarakat. Kebiasaan ini merupakan adat yang pertama. Sebelum adanya agama Islam di Jawa, Kenduren ialah kegiatan doa bersama yang di pimpin oleh tokoh agama atau ketua suku. Tetapi pada zaman dahulu makanan sebagai sesaji dan untuk persembahannya. Disebabkan adanya perpaduan budaya Islam, akhirnya upacara Jawa mengalami perubahan yang sangat besar. Kebiasaan yang tadinya sejaji digunakan persembahan kemudian dihilangkan dan di makan bersama setelah acara usai. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/
Sadran (Nyadran) Poin yang ini adalah Nyadran. Tradisi Jawa Tengah ini merupakan upacara yang di lakukan oleh masyarakat Jawa guna menyambut bulan suci Ramadhan. Perlu diketahui, sebelum adanya agama Islam Nyadran adalah tradisi dari agama Hindu-Budha. Dan sejak adanya Walisongo di tanah Jawa para Sunan menyebarkan agama Islam dengan menggabungkan dan meluruskan tradisi-tradisi tersebut. Agar mudah di terima masyarakat yang masih memuja-muja roh yang di dalam agama islam itu musyrik. Para sunan mengganti doa dan bacaan-bacaan Al Qur’an walaupun itu berbenturan dengan tradisi Jawa. Seiring waktu akhirnya bisa di terima dan diamalkan oleh orang Jawa. https://www.silontong.com/2018/12/01/upacara-adat-jawa-tengah/