Kawin kontrak adalah tradisi yg berasal dari bogor jawa barat. Tradisi ini merupakan akulturasi dari bangsa arab. Kawin kontrak sendiri dimulai karena warga pribumi sendiri membutuhkan dana yg bisa dbilang nominalnya cukup besar. Pernikahan ini akan berakhir dengan batas yg ditentukan saat menikah akan tetapi pernikahan ini akan berakhir tanpa ada penceraian dan juga tidak ada kewajiban memberikan nafkah ataupun tempat tinggal, biasanya kawin kontrak lamanya tergantung yg ditentukan dari kedua pihak. OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Orang betawi ternyata punya tradisi yang cukup aneh jika saudaranya ada yang meninggal, jadi usut punya usut misalnya orang betawi punya saudara yang meninggal di hari sabtu/selasa maka 'katanya' mereka yang meninggal di hari selasa/sabtu akan membawa orang dekat dengannya juga ikut meninggal. Jadi misalnya ada saudara orang betawi yang meninggal, maka saudara almarhum/ah akan melempar gelas/piring/kaca (oleh salah satu anaknya) sebagai penolak bala biar almarhum gak ngebawa orang terdekatnya ikut meninggal. Tapi kalo menurut gue sendiri sih itu semua cuma mitos. Masa sih? Percaya gak percaya, kematian gaada yang tau sob, yang penting kita harus melakukan banyak kebaikan agar kita punya bekal nanti di akhirat karena cepat atau lambat kematian akan datang kepada kita semua. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Tradisi keseharian sunda sangat-sangat banyak dan unik. Salah satunya adalah saat kita berbincang-bincang dengan teman sehari-hari. Seringkali kita ingin meyakinkan teman kita dengan pembicaraan kita, di sunda kita bisa melakukan 'potong ceuli'. 'Potong ceuli' merupakan suatu gestur yang biasa dilakukan sehari-hari. Jadi, jika kita mengucapkan suatu argumen dan teman kita tidak percaya, kita bisa melakukan gestur 'potong ceuli' tersebut. Konon, dipercaya oleh masyarakat sunda, jika kita bohong dalam argumen kita tersebut, maka telinga kita akan terpotong dengan sendirinya. Gestur 'potong ceuli' cara melakukannya adalah mendorong daun telinga kita kedepan dua kali. #OSKMITB2018
Baayun Mulud adalah salah satu upacara adat yang dilakukan oleh orang-orang di daerah Kalimantan Selatan, yaitu oleh masyarakat Banjar. “Baayun” berarti buaian atau ayunan, sedangkan “mulud” - yang berasal dari bahasa Arab – merupakan rujukan pada kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sesuai dengan namanya, kegiatan Baayun Mulud adalah suatu kegiatan dimana bayi diayun dan dibacakan ayat dari Quran. Kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Baayun Mulud dilakukan dengan harapan bahwa bayi-bayi tersebut akan berkembang menjadi orang yang taat dan berbakti pada orang tua, dan juga mengikuti keteladanan Nabi Muhammad SAW. Saat bayi diayunkan, doa-doa dan lagu yang berisi petuah dilantunkan bergantian. Sering dengan berkembangnya waktu, upacara ini juga dilakukan untuk tolak bala. Dahulu kala, tradisi ini dilakukan untuk mengenalkan bayi pada Datu Ujung yang dipercaya sebagai leluhur yang sakti. Seiring dengan ber...
Kawalu adalah upacara yang dilakukan oleh Suku Baduy dalam menyambut bulan kawalu pada kalender baduy. Tradisi Kawalu dalam bahasa mereka kembalinya padi dari huma (ladang) ke leuit (lumbung padi). Biasanya upacara ini dilaksanakan dengan berpuasa selama sehari dalam sebulan. Sedangkan kurun waktu kawalu yaitu selama 3 bulan. Dalam rentan waktu 3 bulan tersebut, tidak boleh ada wisatawan yang berkunjung ke Baduy untuk menjaga kesakralan dari upacara tersebut. Upacara Kawalu merupakan bentuk rasa syukur masyakarakat Baduy terhadap Tuhan atas limpahan rezekinya baik itu hasil bumi maupun kerajinannya. Juga sebagai rasa terimakasih terhadap alam yang mereka tinggali. Karena dengan alam lah mereka akhirnya bisa bercocok tanam sehingga mereka tidak kelaparan atau tidak kehausan. #OSKMITB2018