3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kebiasaan Muluk
Ritual Ritual
Jawa Timur

Ciri makan orang jawa yang paling terkenal adalah dengan muluk. Muluk merupakan cara makan dengan menggunakan tangan. Orang jawa lebih menyukai kesederhanaan sehingga kebiasaan ini dilakukan dengan menggunakan tangan saja. Selain menjadi kebiasaan orang jawa, makan menggunakan jari merupakan sunnah rasul. Rasulullah makan menggunakan 3 jari yaitu ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah.  Makan menggunakan tangan atau jari dianggap lebih nikmat dan memiliki sensasi tersendiri bagi orang jawa. Biasanya menu makanan yang dinikmati dengan muluk dilengkapi dengan sambal dan nasi yang ditempatkan di wakul.  Kebiasaan muluk masih sering dijumpai di daerah jawa, khususnya di restoran yang berkonsep lesehan. Di warung pinggir jalan tak jarang terlihat orang jawa yang makan dengan muluk. Bahkan di rumah pun orang jawa melakukan kebiasaan muluk. Maka dari itu muluk merupakan suatu kebiasaan yang sangat khas di daerah jawa karena masih banyak orang jawa yang melakukan kebiasa...

avatar
Oskm18_16418001_sabrina
Gambar Entri
Ketemtuan upacara cowongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

pelaku cowongan yang harus terdiri dari wanita yang tengah dalam keadaan suci (tidak sedang haid,nifas ataupun habis bersetubuh). Pelaku upacara akan menyanyikan tembang-tembang tertentu yang sesungguhnya itu adalah do’a-do’a/mantra. Cowongan hanya dilakukan pada musim kemarau yang sangat panjang . biasanya ritual ini dilaksanakan mulai pada akhir massa kapat (hitungan dalam kalender jawa) atau sekitar bulan september. Pelaksanaanya setiap pada malam jum’at dimulai pada malam jum’at kliwon. Dalam tradisi masyarakat banyumas, cowongan dilakukan pada itungan ganjil misalnya, 1 kali,3 kali,5 kali, atau 7 kali. Apabila ketika dilaksanakan cowongan satu kali belum turun hujan maka dilaksanakan  kali. Begitu pula jika pada ke 3 kali tak lagi turu hujan maka dilaksanakan 5 kali demikian seterusnya hingga turun hujan.             Ritual cowongan dimulai dengan mempersiapkan siwur/irus, kemudian irus yang disiapkan ditancapka...

avatar
OSKM_16018267_Hatta Rais Adiwidya
Gambar Entri
Tradisi Ceng Beng
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Tradisi Ceng Beng atau lebih dikenal Festival Qingming ( æ¸...æ˜Å½ç¯€)  di Bahasa Mandarin adalah ritual tahunan bagi etnis Tionghoa. Festival ini diadakan pada tanggal 5 April (4 April jika tahun kabisat) dan ziarah makam diadakan antara 10 hari sebelum dan sesudah hari Ceng Beng (25/24 Maret-15/14 April) dengan puncaknya pada hari minggu terakhir sebelum 5 April. Di Indonesia, tradisi ini dapat disamakan dengan 'nyekar'. Untuk Orang Tionghoa biasanya ritual ini dilakukan untuk menghormati dan mengingat nenek moyang, berdoa di depan kuburan nenek moyang, membersihkan sekitar kuburan, atau memberi sesaji. Biasanya, setelah selesai membersihkan makam, Orang Tionghoa membakar kertas berwarna keemasan (kim cua) dan kertas yang berwarna keperakan (gin cua) untuk upacara sembhayang. Sesudah acara Ceng Beng, biasanya Orang Tionghoa akan berkumpul bersama keluarga besar dan berwisata ke wilayah sekitar. #OSKMITB2018...

avatar
OSKM18_16618406_Christophorus Leonardo
Gambar Entri
Martarombo
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Martarombo adalah suatu kebiasaan yang dilakukan oleh orang Batak , ketika bertemu selalu menanyakan marga ataupun mencari tahu hubungan kekerabatannya satu sama lain. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16418006_Deo Danava
Gambar Entri
Maritak Gurgur
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Tradisi ini konon dahulu selalu dilakukan warga di Desa Pansurnatolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara. Tradisi ini dilakukan sebelum menanam padi di sawah. Itak adalah olahan makanan dari tepung beras yang telah ditumbuk menjadi tepung dan ditambahkan gula aren (gula merah) yang sudah dihaluskan dan dicampurkan dengan kelapa parut. Olahan ini dimakan tanpa dimasak terlebih dahulu. Gurgur artinya mendidih. Disebut itak gurgur agar semua hasil dari tanaman padi tersebut mendidih (berlimpah ruah). Upacara maritak gurgur artinya upacara makan itak gurgur yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum berangkat ke sawah. Sebagian itak gurgur ini dibawa ke sawah dan ditaburkan sedikit di lahan persawahan. Namun, kegiatan ini sekarang sudah jarang dilakukan. Mungkin disebabkan karena pengaruh agama dan pendidikan. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16218017_SF ITB_2018
Gambar Entri
Njujungi Beras Piher
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Ritual Njujungi Beras Piher merupakan ritual yang berasal dari Tanah Karo. Ritual ini dilakukan apabila ada keluarga yang ditimpa musibah, maka kerabat atau tetangganya datang dengan membawa beras beserta makanan untuk menghibur keluarga yang ditimpa musibah. Beras beberapa genggam diletakkan di atas kepala yang ditimpa musibah dengan mengucapkan kata2 yg berisi pengharapan,berkat, dan doa. Disamping untuk menghibur orang yang ditimpa musibah, Njujungi Beras Piher juga dilakukan dalam acara pemberkatan pernikahan, serta diberikan kepada orang yang diagungkan, orang yang lama sakit dan sembuh kembali, serta orang yang lama hilang dan muncul kembali. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16418137_[Disha] Fitri Azalia
Gambar Entri
Rebo Wekasan Gresik
Ritual Ritual
Jawa Timur

Rebo Wekasan             Bulan Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah islam. Masyarakat jahiliyah kuno, termasuk bangsa Arab, sering mengatakan bulan Safar adalah bulan Tasa’um atau kesialan. Anggapan ini masih diyakini sebagian umat muslim hingga saat ini, termasuk sebagian bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, yaitu masyarakat Desa Suci, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.             Tradisi Rebo Wekasan adalah perayaan unik yang hanya ada di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur dan hanya dirayakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Rebo Wekasan bermula dari penemuan sebuah sumber air baru oleh Sunan Giri di sebuah desa bernama Pongangan yang bertepatan dengan hari Rabu terakhir di bulan Safar. Menurut cerita tutur, pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, Tuhan Yang Maha Esa mengabulkan segala permin...

avatar
OSKM18_16418054_[Tiara]
Gambar Entri
Pesta Orang Mati Tana Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Toraja, kabupaten yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan ini dikenal dengan kearifan masyarakatnya. Kentalnya nilai luhur dan adat menyebabkan segala aspek kehidupan yang dilalui tidak lepas dari campur tangan keduanya. Kepercayaan leluhur yang sarat akan nilai adat, menyebabkan adanya perpaduan antara ritual keagamaan dan ritual adat. Meskipun dianggap tak sepandangan dan saling bertentangan, hal tersebut malah melahirkan suatu prosesi unik yang memiliki khasnya tersendiri. Salah satu prosesi yang menjadi bukti nyata dari perpaduan itu ialah prosesi pemakaman bagi orang meninggal. Prosesi pemakaman orang meninggal yang biasanya dilalui dengan suasana haru, tidak berlaku di Toraja. Hampir sebagian besar dari masyarakat toraja akan mengadakan acara “pesta” bagi orang yang telah pergi terlebih dahulu. Pesta yang secara umum diartikan sebagai suasana riuh dimana orang dapat bersenang-senang dengan makanan yang melimpah dan music serta tarian maka hal itu p...

avatar
OSKM18_16618231_Natasya
Gambar Entri
Ritual Malam Satu Suro Keraton Surakarta
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Mayoritas warga Indonesia tentunya familiar dengan Kota Solo. Kota yang menjadi tempat kelahiran Bapak Jokowi ini memiliki budaya yang sangat beragam, mulai dari hasil kerajinan tangan hingga Batik Solo yang terkenal. Tak hanya itu, ternyata kota ini juga memiliki ritual yang tak kalah menarik, yakni ritual malam satu Suro di Keraton Surakarta. Untuk daerah Keraton yang memang masih kental unsur budayanya, malam satu Suro memang dianggap sangat sakral. Untuk merayakannya, Keraton Surakarta akan melepas beberapa ekor kerbau. Kerbau-kerbau yang biasanya ada di kandangnya di keraton ini dibiarkan berkeliaran ke mana pun kerbau itu mau.  Kerbau yang dilepas juga bukanlah sembarang kerbau, melainkan kerbau albino atau yang lebih dikenal dengan sebutan "Kebo Bule" yang memang dirawat secara khusus di keraton yang menyimpan cerita unik tersendiri. Ketika kerbau-kerbau ini dilepas, warga akan berbondong-bondong datang untuk menyambut dan melihat bahkan sebisa mungkin menyentuh...

avatar
OSKM18_16018170_Gabrielle Christy