Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Kebudayaan Minangkabau memiliki sistem matrilineal, atau adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu, yang mengatur sebagian besar dari kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Namun, dengan masuknya agama Islam, dibuat adaptasi dan kompromi dari hukum syariah dan adat Minangkabau, salah satunya dalam sistem waris keluarga. Harta waris dalam adat Minangkabau dibagi menjadi dua jenis, yakni harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Harta pusaka dari kesukuan adalah harta yang merupakan warisan secara turun-temurun dalam suku yang bersangkutan yang diperoleh bukan dari hasil pencaharian perorangan, melainkan merupakan kepemilikan bersama suku tersebut, seperti rumah adat dan tanah garapan. Harta pusaka tinggi ini diwariskan dan dimiliki oleh anak perempuan, bukan anak laki-laki. Hal ini disebabkan budaya bahwa anak laki-laki merupakan pencari nafkah sedangkan anak perempuan merupakan penjaga harta pusaka. Jika harta pusaka tinggi akan dijual atau di...
Ma isi sasuduik (Mengisi sesudut) adalah suatu tradisi untuk mempelai pengantin yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. adat ini diwajibkan untuk calon pengantin pria. Ketika hendak menikah, sang pria harus menyiapkan sejumlah uang untuk membeli perlengkapan yang ada di calon kamar pengantin. Contohnya seperti lemari, kasur, dan berbagai macam kelengkapan kamar lainnya. Umumnya, kedua belah pihak akan berunding terlebih dahulu untuk membahas berapa biaya yang harus disiapkan pihak pria. Dalam prosesi perundingan ini biasanya yang ikut adalah niniak mamak (perkumpulan penghulu) dari kedua belah pihak. Adapun konflik yang sering terjadi dalam pelaksanan tradisi ini adalah tidak tahunya pihak pria tentang adanya tradisi ini, dan ada sebagian juga yang berpikir bahwa tradisi ini menyusahkan dan menghambat proses pernikahan. Sumber: https://www.pituluik.com/2018/08/tradisi-ma-isi-sasuduik-mengisi-sesudut.html #OSKMITB2018