Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Khas Jawa Tengah Kebumen
'Yutuk Goreng' Rempeyek Khas Kebumen
Saya akan membahas makanan daerah khas Kebumen yakni yutuk goreng. Bagi kalian yang masih asing dengan kata yutuk, yutuk adalah sejenis hewan laut yang mudah ditemukan di pesisir pantai Kebumen, terutama pantai Petanahan. Hewan ini merupakan hewan bercangkang yang mirip undur-undur. Oleh warga setempat, hewan ini diolah menjadi bakwan ataupun rempeyek khas yang renyah dan gurih. Rempeyek yutuk atau yutuk goreng ini mirip dengan rempeyek udang, hanya berbeda bahan dasarnya saja. Jika rempeyek udang bahan dasarnya adalah udang, rempeyek yutuk ini bahan dasarnya adalah yutuk.
 
Jika kalian mampir ke Pantai Petanahan yang berada di Kebumen, Jawa Tengah, jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas yang satu ini. Kalian akan menyesal jika mampir ke Pantai Petanahan tetapi tidak mencoba kuliner yang satu ini. Rempeyek yutuk ini paling enak dijadikan pelengkap saat menyantap pecel yang biasa dijual di pinggiran warung sekitar pantai agar pecel yang kita makan semakin terasa nikmat dengan tambahan rempeyek yutuk ini. 
 
Harganya pun cukup terjangkau yakni hanya lima ribu rupiah untuk seporsi pecel dan seribu rupiah untuk satu peyek yutuk. Dengan enam ribu rupiah saja kamu sudah bisa menikmati pecel yang nikmat dengan makanan khas Kebumen yang satu ini. Rempeyek yutuk ini juga sering disebut dengan nama rempeyek undur-undur dikarenakan bentuk yutuk yang mirip dengan undur-undur.
 
Resep Yutuk Goreng Khas Kebumen 
 
Kali ini saya akan menjelaskan resep serta cara membuat yutuk goreng khas kebumen, yang kita butuhkan adalah
 
Bahan-bahan:
 
1. 500 gram yutuk yang sudah dibersihkan
2. 500 gram tepung terigu
3. 2 sdm ketumbar
4. 4 butir kemiri
5. 100 gram bawang putih
6. 100 gram tepung kanji
7. Garam secukupnya
8. 15 gram lengkuas
9. 2 butir telur
 
Cara Membuat Yutuk Goreng Khas Kebumen:
 
1. Buatlah bumbu rempeyek dengan cara menumbuk halus campuran bawang putih, lengkuas, ketumbar, kemiri, dan garam hingga tercampur rata
 

2. Masukkan tepung terigu dan kanji ke dalam baskom, lalu masukan 2 butir telur kemudian kocok hingga merata. Jika adonan masih terlalu kental bisa ditambah air hingga kekentalannya sudah pas

 
3. Masukan bumbu yang sudah dihaluskan tadi kedalam adonan. Aduk hingga bumbu dan adonan menyatu dengan rata
 
4. Selanjutnya adalah proses menggoreng. Siapkan wajan dengan minyak yang sudah dipanaskan diatas kompor. Masukkan adonan yang sudah diberi bumbu tadi kedalam penggorengan. Takar adonan sesuai selera dengan menggunakan sendok
 
5. Ketika adonan sudah dimasukkan kedalam wajan, masukan yutuk diatas adonan yang baru dituang tadi. Pastikan yutuk menyatu dengan adonan. Jumlah yutuk sesuai selera, kita bisa menaruh 4-5 yutuk dalam 1 rempeyek. 
 
6. Goreng rempeyek yutuk hingga matang. Biasanya saat matang warna rempeyek akan berubah menjadi coklat dengan yutuk yang berubah menjadi merah. Jika sudah seperti itu maka yutuk siap ditiriskan
 
6. Yutuk goreng khas kebumen siap dihidangkan dan disantap dengan tambahan lauk lain agar lebih nikmat
 
#OSKMITB2018
 
https://www.inovasee.com/wp-content/uploads/2016/12/yutuk-goreng.jpg

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Tradisi MAKA
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Nusa Tenggara Barat

MAKA merupakan salah satu tradisi sakral dalam budaya Bima. Tradisi ini berupa ikrar kesetiaan kepada raja/sultan atau pemimpin, sebagai wujud bahwa ia bersumpah akan melindungi, mengharumkan dan menjaga kehormatan Dou Labo Dana Mbojo (bangsa dan tanah air). Gerakan utamanya adalah mengacungkan keris yang terhunus ke udara sambil mengucapkan sumpah kesetiaan. Berikut adalah teks inti sumpah prajurit Bima: "Tas Rumae… Wadu si ma tapa, wadu di mambi’a. Sura wa’ura londo parenta Sara." "Yang mulia tuanku...Jika batu yang menghadang, batu yang akan pecah, jika perintah pemerintah (atasan) telah dikeluarkan (diturunkan)." Tradisi MAKA dalam Budaya Bima dilakukan dalam dua momen: Saat seorang anak laki-laki selesai menjalani upacara Compo Sampari (ritual upacara kedewasaan anak laki-laki Bima), sebagai simbol bahwa ia siap membela tanah air di berbagai bidang yang digelutinya. Seharusnya dilakukan sendiri oleh si anak, namun tingkat kedewasaan anak zaman dulu dan...

avatar
Aji_permana
Gambar Entri
Wisma Muhammadiyah Ngloji
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Wisma Muhammadiyah Ngloji adalah sebuah bangunan milik organisasi Muhammadiyah yang terletak di Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisma ini menjadi pusat aktivitas warga Muhammadiyah di kawasan barat Sleman. Keberadaannya mencerminkan peran aktif Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan dakwah dan pendidikan berbasis lokal.

avatar
Bernadetta Alice Caroline
Gambar Entri
SMP Negeri 1 Berbah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

SMP Negeri 1 Berbah terletak di Tanjung Tirto, Kelurahan Kalitirto, Kecamatan Berbah, Sleman. Gedung ini awalnya merupakan rumah dinas Administratuur Pabrik Gula Tanjung Tirto yang dibangun pada tahun 1923. Selama pendudukan Jepang, bangunan ini digunakan sebagai rumah dinas mandor tebu. Setelah Indonesia merdeka, bangunan tersebut sempat kosong dan dikuasai oleh pasukan TNI pada Serangan Umum 1 Maret 1949, tanpa ada yang menempatinya hingga tahun 1951. Sejak tahun 1951, bangunan ini digunakan untuk kegiatan sekolah, dimulai sebagai Sekolah Teknik Negeri Kalasan (STNK) dari tahun 1951 hingga 1952, kemudian berfungsi sebagai STN Kalasan dari tahun 1952 hingga 1969, sebelum akhirnya menjadi SMP Negeri 1 Berbah hingga sekarang. Bangunan SMP N I Berbah menghadap ke arah selatan dan terdiri dari dua bagian utama. Bagian depan bangunan asli, yang sekarang dijadikan kantor, memiliki denah segi enam, sementara bagian belakangnya berbentuk persegi panjang dengan atap limasan. Bangunan asli dib...

avatar
Bernadetta Alice Caroline
Gambar Entri
Pabrik Gula Randugunting
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pabrik Gula Randugunting menyisakan jejak kejayaan berupa klinik kesehatan. Eks klinik Pabrik Gula Randugunting ini bahkan telah ditetapkan sebagai cagar budaya di Kabupaten Sleman melalui SK Bupati Nomor Nomor 79.21/Kep.KDH/A/2021 tentang Status Cagar Budaya Kabupaten Sleman Tahun 2021 Tahap XXI. Berlokasi di Jalan Tamanmartani-Manisrenggo, Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, pabrik ini didirikan oleh K. A. Erven Klaring pada tahun 1870. Pabrik Gula Randugunting berawal dari perkebunan tanaman nila (indigo), namun, pada akhir abad ke-19, harga indigo jatuh karena kalah dengan pewarna kain sintesis. Hal ini menyebabkan perkebunan Randugunting beralih menjadi perkebunan tebu dan menjadi pabrik gula. Tahun 1900, Koloniale Bank mengambil alih aset pabrik dari pemilik sebelumnya yang gagal membayar hutang kepada Koloniale Bank. Abad ke-20, kemunculan klinik atau rumah sakit di lingkungan pabrik gula menjadi fenomena baru dalam sejarah perkembangan rumah sakit...

avatar
Bernadetta Alice Caroline
Gambar Entri
Kompleks Panti Asih Pakem
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kompleks Panti Asih Pakem yang terletak di Padukuhan Panggeran, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, merupakan kompleks bangunan bersejarah yang dulunya berfungsi sebagai sanatorium. Sanatorium adalah fasilitas kesehatan khusus untuk mengkarantina penderita penyakit paru-paru. Saat ini, kompleks ini dalam kondisi utuh namun kurang terawat dan terkesan terbengkalai. Beberapa bagian bangunan mulai berlumut, meskipun terdapat penambahan teras di bagian depan. Kompleks Panti Asih terdiri dari beberapa komponen bangunan, antara lain: Bangunan Administrasi Paviliun A Paviliun B Paviliun C Ruang Isolasi Bekas rumah dinas dokter Binatu dan dapur Gereja

avatar
Bernadetta Alice Caroline