Upacara pesta adat Mantunu adalah sebuah pesta adat kematian raja atau bangsawan dan kaum adat di Kerajaan Baroko sekaligus sebagai pelantikan raja atau perangkat pemeritahan kerajaan yang baru. Dalam pesta adat ini ditandai dengan mangpasilaga tedong (adu kerbau) dan pemotongan kerbau dengan jumlah yang cukup banyak berdasarkan tana' kematian Raja, keluarganya dan kaum adat. Biasanya jumlah kerbau yang dipotong mencapai puluhan hingga ratusan, namun tana' ini akan menunjukan minimal jumlah kerbau yang akan dipotong berikut tana'-tana' tersebut:
- Tana' duapulo appa (24) : jika raja meninggal dalam tampuk kekuasaannya, jumlah Kerbau harus 24 atau lebih
- Tana'sangpulo dua (12) biasanya : jika raja meninggal tidak dalam tampuk kekuasaannya. biasanya juga saudara raja
- Tana karua (8) : kaum bangsawan
Kerbau yang dipotong akan dibagi dalam 42 lembang berdasar jatah perangkat kerajaan dan para utusan raja dari kerajaan Makale, Enrekang, Malua dan Buntu Batu. Diantara kerbau-kerbau tersebut harus ada satu tedong bonga (kerbau belang) yang khusus bagian kepalanya untuk perangkat kerajaan To'Tallang. Yang menyediakan kerbau adalah keluarga dan kerabat raja atau kaum adat yang telah meninggal.
Kerajaan Baroko berada di Sulawesi Selatan atau sebuah daerah yang disebut Lepong padang atau sekubangan kerbau dengan asal usul pembetukan wilayah adat dimulai saat Tammaseong (Raja Baroko) membentangkan rarik (tali dari kulit kerbau) yang disambungnya dengan belajen (tali dari rumput) secara melingkar mengelilingi karua buah (8 buah) daerah kekuasaannya.
Pada masa kerajaan masyarakat mengenal 5 kasta diantaranya : Tana' Bulawan, Tana' Salaka, tana' Bassi, Tana' Karurung dan Tana' Kua-Kua. Dari kelima kasta tersebut biasanya yang melakukan upacara pesta adat mantunu ialah orang-orang yang berasal dari tana' bulawan dan tana' salaka. Upacara adat mantunu sangatlah sakral karena menjadi bagian dari pelantikan raja atau perangkat kerajaan. Dalam pergelatan pesta ini akan mengundang semua masyarakat. Pada upacara ini akan dibuat sebuah pandung (tempat atau panggung penyimpanan bagian kerbau dengan 4 tiang dari pohon yang berbeda dengan tinggi sekitar 10 meter dan luas 3 x 3 meter. 42 lembang (kepala dan bagian kerbau tertentu) dinaikkan ke atas pandung menggunakan tali yang ditarik naik. Orang yang berada di atas pandung ialah perangkat kerajaan Kawalean dengan tugas topetasak kande jao pandung kamallulunan atau melantik raja atau perangkat kerajaan serta membuang lembang sambil menyebut bagian lembang dan nama. diantara 42 lembang tersebut ada beberapa yang tidak dibuang tetapi dibawah kepada Si penerima atu masyarakat menyebutnya dipalingka jiong liu. Untuk prosesi pelantikan, Kawalean akan menyebut nama raja atau perangkat kerajaan, gelarnya beserta kalimat "Penollon allonanna pebajui bajunna Penampai ampana" dilanjutkan dengan melempar bagian masing-masing lembang yang telah ditentukan. Misalnya pelantikan Raja Lo ngenan maka Kawalean menyebut:
Haiiiii ...(nama Raja) sambo langi'na karua buah to diparinginan to dianna rara to dianna bulawan to di bolan tangkena lamba tang nairi angin tang nasimbo lalending. Penollon allonanna pebajui bajunna Penampai ampana
Dilanjutkan dengan membuang bagian kerbau lembangna ulu, aje jolo dan tekpok
Misalnya lagi pelantikan perangkat kerajaan To'Tallang:
Hai ... (nama To'Tallang) Anak patalona jaja ngenan lo ngenan tomekaladi-ladi pollo bubunna Baroko. Penollon allonanna pebajui bajunna Penampai ampana
Dilanjutkan dengan membuang bagian kepala kerbau tedong bonga (kerbau belang)
Dalam prosesi upacara adat ini, nama gelar dan bagian lembang harus sesuai dengan Si penerima karena merupakan sebuah penghormatan. Maka jika tidak sesuai akan menimbulkan kericuhan. Namun pesta adat mantunu ini sudah tidak dilakukan lagi oleh masyarakat, berakhirnya ditandai dengan pesta adat mantunu pada kematian raja terakhir jaja ngenan yaitu Puang Baroko
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...