Tarian
Tarian
Tarian Jambi Kabupaten Bungo
Tari Bedeti, Tradisi Suku Anak Dalam
- 18 Desember 2018

Tari bedeti, jenis tarian dalam segala prosesi adat, baik kelahiran, perkawinan maupun prosesi adat lain. Tarian ini bermakna ungkapan doa selamat kepada Sang Pencipta. Tari bedeti biasa ditarikan berdua hingga lima orang. Ia hanya boleh dilakukan kaum perempuan, baik yang sudah menikah maupun lajang.

Prosesi turun mandi ketika bayi berusia satu bulan pun biasa pakai tari bedeti. Biasa, ada lima penari, termasuk dukun bayi—hanya menggendong bayi sambil bersenandung. Keempat penari, akan menggoyangkan tubuh ke kanan dan kiri seiring dengan lafaz mantra.

Sambil berjalan menuju anak sungai, dari bibir sang dukun terus menyenandungkan mantra-mantra, di sisi sungai sudah menunggu salah satu perempuan yang akan menyambut bayi dan memandikannya.

Penari lain, akan mengelilingi dukun yang memimpin tarian itu. Mereka mengartikan, empat orang di sekitar dukun adalah orang yang menjaga atau melindungi si dukun ketika mantra-mantra terucap. Ia jadi pilar bagi si dukun agar leluasa menyenandungkan lagu yang bermakna mantra dan permohonan keselamatan.

Mari…mari langkah belari..dingen ke jum mandi..ngen. Belari surang, belari segalo, duo eng kaki during.. eng kaki bedua . Tai kaki eng payung telutuk payung..eee. suko jangan diambek suko belik dipalang-palang during..jan ibu ditimpo ibu ditimpo….” begitu senandung syair Tari Bedeti. Syair ini terdengar sulit diikuti, meski tak cepat namun senandung itu terdengar lirih dan sedih. Syair itu bermakna mengingatkan anak agar mengikuti apa yang dikatakan orang tua. Memohon juga agar anak dilindungi dari bala, penyakit dan hal buruk lain

Kalau untuk prosesi pernikahan, katanya, syair berbeda makna. Biasa mantra bermakna doa panjang umur, murah rezeki dan pernikahan bisa langgeng hingga maut memisahkan.

Kini tari tersebut terancam punah karena generasi mudanya tidak berminat menghapal syair, padahal kekuatan tari bedeti terletak pada  syair-syairnya yang berisi doa dan harapan. Gerakan hanya menari antara tangan dan kaki seiring ke kanan dan ke kiri. Tari bedeti biasa berdurasi pendek, antara 5-10 menit.

 

https://youtu.be/7C3LneIFZ2c

 

sumber : http://www.mongabay.co.id/2018/04/06/merawat-tari-bedeti-menjaga-tradisi-suku-anak-dalam-dari-kepunahan/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
KrediOne
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.

avatar
Admin2026
Gambar Entri
Berikut Cara Mengembalikan Dana PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
Cara Mengembalikan Dana Masuk PT Tri Usaha Berkat
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.

avatar
Admin99
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker