Situs Sodonghilir ( Syeikh Tubagus Anggariji )

Tanggal oleh Muhammad Arif Nurrohman17
Kategori: Situs Prasejarah
Elemen Budaya: Produk Arsitektur
Provinsi: Jawa Barat
Asal Daerah: Tasikmalaya

Lokasi khas ziarah Sodonghilir (Seikh Tubagus Anggariji)  dan gua Daha berlokasi di Desa Cikalong Kecamatan Sodonghilir. Berjarak sekitar 50 km dari  pusat kota Tasikmalaya.  Luas area sekitar 2 Ha, Seikh Tubagus Anggariji berasal dari Banten. Beliau adalah murid Seikh Abdul Muchyi Pamijahan yang menyebarkan agama islam di wilayah Jawa Barat Selatan. Dalam menyebarkan agama Islam, dalam menyebarkan agama Islam selain berkeliling pelosok Desa beliau mengajarkan agama di dalam gua yakni gua Daha/Rahong, mengingat situasi keamanan yang tidak aman.

Syech Tiubagus Anggariji adalah santrinya Waliyulloh Syech H. Abdul Muhyi Pamijahan. Menurut informasi dari beberapa kasepuhan, para pendahulu, beliau  adalah keturunan Banten Syech Maulana Hasanudin,   beliau datang ke Pamijahan di utus orang tuanya untuk menuntut Agama Islam di Pesantren Seikh H. Abdul Muhyi Pamijahan.

Selama berguru kepada Seikh H. Abdul Muhyi, Seikh Tubagus Anggariji cukup menonjol sekali didalam menuntut ilmunya sehingga oleh gurunya diberi kepercayaan untuk memimpin/ mengepalai beberapa rekan santri yang lain. Beliau diangkat sebagai Lurah santri atau Rois. Karena melihat kepandaian dan kecerdasan beliau, kepercayaan gurunya semakin bertambah kepadanya, sehingga gurunya memberi tugas untuk menyebar luaskan ilmu agama Islam di Kampung Jati Desa Cikalong Kecamatan Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya. Banyak kepercayaan masyarakat terhadap beliau karena melihat banyaknya ilmu yang disampaikan, selain dari itu kelainan yang dimiliki beliau yaitu di bidang qiro’at mengalunkan kalam Illahi dan adzan.

Dalam status keluarga beliau adalah perjaka/bujangan sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah beristri (1529 M).  Gua Daha/Rahong banyak memiliki keindahan yang melambangkan perjuangan Seikh Tb. Anggariji ketika menyebarkan agama Islam. Sehingga hal ini dapat menarik perhatian untuk ditapakuri dan disyukuri atas kebesaran Alloh SWT dsn gus ini memiliki panorama alam indah, sehingga dari keistimewaan Gua itu dapat membuat penasaran untuk dikunjungi, sekaligus melihat tapak jejak perjuangan Seikh Tubagus Anggariji dalam menyebarkan agama Islam.  Setelah beberapa lama beliau bermukim di kampung Jati Desa Cikalong beliau meninggal dunia dan  di makamkan di kampong Jati yang dikenal sekarang lokasi ziarah Seikh Tubagus Anggariji. Profil Gua Daha/Rahong : Nama Gua/Sinonim: Daha/Rahong Letak

Kordinat: 108º 02’ 47.8” BT 07º 27’ 07.0” LS

Ketinggian: 444 meter DPL Bloc/

Kampung/Dusun: Cikaret/Cipogor

Desa/Kecamatan : Cikalong/Sodonghilir

Kabupaten/Provinsi : Tasikmalaya/Jawa Barat

Bentuk mulut gua : Bulat /lonjong(amorf)

Ukuran mulut gua : 4,2 x 11,4 meter

Panjang lorong gua : 352 meter(lorong utama)

Lebar lorong gua : 0,8 - 14 meter

Kapasitas memuat : 100 – 1000 orang

Derajat kesulitan : Mudah-Sulit

Kepemilikan tanah : Tanah 

muhammad17_3411.JPG

muhammad17_3427.JPG

muhammad17_3434.JPG