|
|
|
|
Situs Bumi Adat Cikondang Tanggal 08 Aug 2018 oleh Nadia Nadia. |
Situs Bumi Adat Cikondang
Situs Bumi Adat Cikondang ini berada di Kp. Cikondang Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung. Situs ini sudah berdiri selama lebih dari 360 tahun. Situs ini dijaga dan dipelihara oleh seorang kuncen yang bernama Abah Anom, yang bernama lengkap Anom Juhana. Beliau sudah berusia 70 tahun dan sudah 7 tahun menjadi kuncen Situs Bumi Adat Cikondang. Luasnya 3 hektar yang terdiri atas pekarangan, bumi adat, hutan larangan, makam, dan sawah. Menurut penuturan Abah Anom, situs ini dulunya ada 40 rumah, namun pada tahun 1942 terjadi kebakaran yang hanya menyisakan 1 rumah yang sampai saat ini masih berdiri. Situs Bumi Adat Cikondang ini sudah mengalami renovasi dua kali, yang pertama didanai oleh keluarga keturunan kuncen, tepatnya paman Abah Anom sedangkan yang kedua mendapat biaya dari pemerintah daerah Kabupaten Bandung. Meski sudah menglami perbaikan, ada satu prinsip yang dipegan goleh keturunan kuncen Bumi Adat Cikondang, yaitu ‘upami pondok teu menang disambung, upama panjang teu menang dipotong’ yang artinya apabila pendek tidak boleh disambung,apabila panjang tidak boleh dipotong. Jadi setiap sudut di Bumi Adat ini masih seperti aslinya. Bumi Adat ini mempunyai filosofi dari setiap detail ruamhnya. Rumah ini memiliki panjang 12 meter dan lebar 8 meter. 12 meter melambangkan jumlah bulan yang ada dalam kalender hijriah, dan 8 hitungan yang dapat menghitung kapan jatuhnya tanggal 1 Muharam. Bahkan menurut Abah Anom, hitungan itu sudah pasti, kuncen sudah tahu kapan tepatnya tanggal 1 Muharam tahun depan, lima tahun kedepan dan seterusnya.
Ada beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar apabila kita ingin masuk ke situs Bumi Adat Cikondang. Diantaranya, kalau ingin buang air kecil tidak boleh menghadap ke arah selatan melainkan harus ke arah utara. Setiap hari Selasa, Jumat, dan Sabtu tidak boleh masuk ke situs ini. Saat kita memasuki situs ini, kita harus mengucapkan salam dan masih banyak lagi pantangan lainnya.
Ada ritual pokok yang menjadi kegiatan tahunan di Situs Bumi Adat Cikondang, di tanggal 15 Muharram. Kegiatannya yaitu membuat ‘Nasi Tumpeng 200’ yang dibuat oleh 170 orang. Kegiatan ini disaksikan oleh Camat, Koramil, Bupati, juga warga sekitar karena acara ini sangat langka dan tidak ditemukan dalam budaya manapun. Terakhir, Abah Anom mengharapkan agar listrik tidak masuk ke situs Bumi Adat Cikondang ini, karena tidak ingin adat budaya sunda ini tergerus oleh budaya modern, Abah Anom berharap kedepannya lebih banyak yang ingin mempertahankan adat budaya sunda, khususnya menjaga adat budaya di Cikondang.
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual... |
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend... |
Ukiran Gorga Si...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |